Saturday, October 27, 2007

Mengetahui identitas diri dengan benar itu luar biasa

Mengetahui identitas diri dengan benar itu luar biasa
Jeffrey Lim



Siapakah saya ? Coba renungkan kalimat ini ! Setiap pertanyaan yang benar memerlukan jawaban yang bukan gampangan. Respon kita terhadap pertanyaan yang benar di dalam hidup kita menandakan bijaksana kita. Pertanyaan yang baik harus dijawab dengan jawaban yang tepat. Pertanyaan siapakah saya ini sangat penting karena pertanyaan ini menanyakan pengertian mengenai identitas kita. Identitas ini sangat penting karena menentukan kemana kita akan melangkah. Identitas ini sangat penting karena menentukan seluruh jalannya hidup kita.

Misalnya jawaban siapakah saya adalah Anton. Itu adalah nama saya. Adakah makna di dalam nama saya ? Ataukah mungkinkah nama saya dirubah ? Apakah nama saya menentukan karakteristik saya ?
Misalnya pertanyaan siapakah saya dijawab bahwa saya adalah pelajar. Kita harus mengerti bahwa pelajar adalah orang yang belajar di pendidikan formal. Ini berarti melihat saya dari predikat saya. Tetapi predikat pelajar ini mungkin satu saat bisa berubah menjadi pensiunan. Jadi siapakah saya ? Ini pertanyaan yang memerlukan pemikiran yang dalam. Sebab kita memerlukan pengenalan diri yang tetap dan tidak berubah. Kita perlu kenal identitas kita yang tetap. Identitas yang berubah itu tidak akan tahan lama.
Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita renungkan ada satu orang yang mengetahui identitas dirinya dengan tepat dan tetap dan tidak berubah. Untuk mengerti itu marilah kita melihat ayat-ayat pembuka surat Paulus ! Mari kita refleksikan sebentar !

Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. (Rom 1:1)
Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, (1Kor 1:1)
Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, (Gal 1:1)
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. (Ef 1:1)
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita, (1Ti 1:1)
Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami (Fil 1:1)

Sekilas kita menemukan adanya kesamaan di dalam pembukaan surat Paulus yaitu
Pengirimnya bernama Paulus
Dia berjabatan sebagai rasul
Jabatannya dan otoritasnya adalah oleh kehendak Allah

Di dalam surat Paulus, kita dapat menemukan bahwa Paulus mengetahui identitas dirinya dengan benar. Dia tahu bahwa dia adalah bernama Paulus. Dia juga mengetahui cerita hidupnya dengan jelas. Dia dahulu seorang penganiaya jemaat. Sekarang dia adalah seorang rasul.
Di dalam budaya Ibrani, nama adalah sesuatu yang penting. Nama mempunyai arti yang berarti karakteristik seseorang. Jadi di dalam mengenal nama kita seharusnya kita tidak sembarangan. Dan di dalam memberi nama anak juga tidak boleh sembarangan. Di dalam Alkitab sebagai wahyu Allah, nama itu ada artinya. Adam berarti manusia. Abraham berarti bapa segala bangsa. Dan nama juga bisa dirubah sesuai dengan karakteristik seseorang di masa depan. Yakub menjadi Israel. Simon menjadi Petrus. Dll. Nama menunjukkan siapa seseorang di dalam budaya Ibrani. Walaupun mungkin budaya Ibrani berbeda dengan budaya kita, tetapi di dalam pemberian nama kita harus tetap berhati-hati dan gentar karena nama berkaitan dengan “kata” dan “kata” itu adalah berkaitan dengan kebenaran. Kita harus menyadari bahwa fungsi Adam pertama kali ketika memberikan nama kepada binatang-binatang, Adam berfungsi sebagai nabi. Sebagai nabi Adam memberikan identitas yang merupakan identitas yang sudah Allah tetapkan sebelumnya. Jadi reinterpretasinya interpretasi Tuhan.
Kemudian cerita hidup kita menentukan identitas kita. Tetapi sayangnya banyak orang salah merangkai cerita hidup mereka. Banyak orang menganalisa ceritanya tidak dikaitkan dengan kebenaran. Psikoanalisis malahan melihat bahwa problema seseorang di masa kini karena cerita dia di masa lalu . Ini sungguh pandangan yang sempit sekali. Padahal seharusnya cerita hidup itu dikaitkan bukan sedekar dengan masalah tetapi dengan kelimpahan hidup. Apalagi kalau seseorang menyadari bahwa di dalam Kristus seorang adalah ciptaan baru dimana yang lama sudah berlalu. Cerita hidup kita menjadi indah kalau dikaitkan dengan Tuhan Allah.
Kembali kepada Paulus, Paulus menyadari identitasnya. Paulus menyadari namanya. Paulus juga menyadari cerita hidupnya. Seringkali dia menyadari bahwa dia adalah orang yang begitu berdosa yang dikasihi Tuhan bahkan dipakai Tuhan. Karena itu cerita masa lalu dia membuat dia begitu giat di dalam pekerjaan Tuhan. Paulus mengenal dirinya. Pertanyaannya apakah kita mengenal diri kita ? Pengenalan diri kita yang bukan saja pengenalan secara relatif tetapi secara tetap yang sesuai dengan realitas yang sesungguhnya. Yaitu pengenalan yang sesuai dengan kacamata Tuhan. Kenalkah kita akan diri kita ?
Paulus mengenal dirinya sebagai rasul. Dia mengenal mengapa dia ada di dalam dunia ini. Salah satu pertanyaan yang penting selain siapakah saya adalah dimanakah saya ? Ini bukan pertanyaan bodoh yang menanyakan letak posisi kita secara geografis. Tetapi pertanyaan ini menanyakan dimana posisi kita dan letak kita di dalam hidup ini. Ini menentukan dimana arah hidup kita dan mau kemana kita melangkah. Paulus di dalam hal ini sangat kenal bahwa dia ada di dalam dunia ini untuk memberitakan Injil kepada orang Yahudi dan kafir. Kepada orang-orang terpelajar dan tidak terpelajar. Paulus mengenal mengapa dia harus ada di dalam dunia ini. Dia menemukan arti hidupnya dan tujuan hidupnya.
Saudara-saudari, apakah engkau mengenal dimana engkau berada dan apa arti serta tujuan hidupmu ? Apakah engkau mengenal kemana engkau harus melangkah. Apakah engkau mengenal dirimu dengan tepat ? Pengenalanmu akan menentukan kemana engkau akan melangkah. Karena itu renungkanlah hal ini dengan seksama. Kita memerlukan identitas yang bukan relatif. Kita memerlukan identitas yang tetap. Tetapi pertanyaannya dimana kita menemukan identitas yang tetap ?
Paulus mengenal dirinya dengan tetap yaitu dia menjadi rasul oleh kehendak Allah. Ini adalah perpektif Teocentris. Ada perpektif ilahi dimana dia mengenal dirinya dari kacamata Tuhan. Dirinya, Identitasnya, Apa yang harus dia lakukan, tugas dia, semuanya berasal dari Tuhan Allah. Dia mengenal panggilan hidupnya. Dia mengenal calling. Ini sesuatu yang sangat penting.
Setiap orang percaya di dalam dunia ini mempunyai callingnya amasing-masing. Sudahkah engkau mengetahui calling engkau ? Ini bukan cita-cita atau ambisi pribadi. Tetapi ini merupakan visi dari Tuhan Allah. Visi berarti rencana Allah yang dinyatakan kepada manusia. Kita memerlukan visi untuk mengetahui rencana Allah di dalam hidup kita. Untuk itu kita harus bergaul karib dengan Tuhan Allah.
Kembali ke pertanyaan identitas, saya akan simpulkan beberapa poin bahwa untuk mengenal identitas diri yang sebenarnya kita harus mendapatkannya dari :
1. Firman Tuhan sebagai Wahyu Allah
2. Hubungan kita dengan Tuhan dimana Tuhan menyatakan visinya
3. Menyadari panggilan hidup
Dengan mengenal identitas yang sesungguhnya maka kita akan kokoh menghadapi segala macam rintangan di dunia ini. Kita akan kuat menghadapi hidup ini. Kita akan teguh menghadapi segala macam pencobaan. Karena identitas kita tetap dan tidak berubah. Kita ada tujuan yang kekal yang Tuhan Allah sudah tetapkan dimana kita akan mencapainya dalam anugerah Tuhan.
Mari kita berdoa dan merenungkan identitas kita di dalam Tuhan.


Jeffrey Lim
18 Oktober 2007
Jakarta di Institut Reformed
Ketika sadar pentingnya identitas diri, visi dan panggilan Tuhan di dalam hidup.

Read More ....

Monday, October 08, 2007

Manhood and Womanhood in the Bible

Manhood and Womanhood in the Bible
Jeffrey Lim
A. Masalah keluarga dan gender di dalam dunia ini
Manusia adalah mahluk sosial. Manusia adalah mahluk yang berrelasi. Manusia diciptakan oleh Tuhan Allah ada laki-laki dan ada perempuan. Ini sebenarnya sesuatu yang indah di dalam tatanan yang Tuhan ciptakan. Laki-laki sebagai kepala dan wanita sebagai penolong. Tetapi di jaman sekarang banyak problema yang timbul di dalam gender yaitu salah satunya adalah feminisme atau bisa juga masculisme sebaliknya. Ada banyak problema di dalam masyarakat dunia sekarang ini dalam kaitan dengan gender dan keluarga :
1. Ada wanita yang menjadi pemimpin keluarga dimana seharusnya laki-laki yang mengepalainya
2. Ada laki-laki yang berpoligami
3. Ada laki-laki yang mempunyai simpanan
4. Ada laki-laki yang berpandangan wanita itu lebih rendah
5. Perceraian yang semakin banyak
6. Konflik keluarga yang semakin banyak
7. Penyelewengan di dalam keluarga
8. Ada wanita yang mempunyai anak tetapi tidak ingin menikah dan single parent.
9. Homoseksualitas dan lesbian semakin banyak
10. Dll

Ini semua adalah problema yang dihadapi oleh banyak manusia di dalam dunia ini. Keluarga banyak konflik dan masyarakat di ambang kehancuran. Semua ini karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa dan manusia tidak kembali pada standard kebenaran. Problema Kejadian 3 mengakibatkan relasi keluarga rusak. Adam menuduh Hawa. Adam sebagai kepala menyalahkan penolongnya. Bahkan relasi antara suami istri menjadi kacau. Kej 3:16 menjelaskan
"namun engkau akan berahi ( teshookaw ) kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." ( Kej 3:16 ). Ini berarti laki-laki akan berkuasa terhadap wanita tidak dengan kasih seperti semula tetapi dengan kekuasaan dan wanita juga akan menguasai laki-laki. Berahi di dalam bagian ini kalau kita mau eksegese sebenarnya berarti menguasai. Kata berahi( teshookaw ) ini dipakai di dalam kalimat
"Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda ( teshookaw ) engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." ( Kej 4:7 ). Berahi ini sebenarnya bukan keinginan seksual tetapi keinginan untuk menguasai. Untuk lebih jelas silahkan eksegesis dengan lebih detail.
Karena dosa maka laki-laki dan perempuan akan saling menguasai. Karena dosa maka ada konflik di dalam rumah tangga. Karena dosa maka adanya permusuhan antara manusia dengan manusia. Adanya ketidak percayaan, adanya ketidaksetiaan dan adanya penyelewengan. Semua ini karena manusia sudah berdosa kepada Allah sumber hidup.
Bagaimana supaya manusia kembali kepada tatanan yang benar ? Bagaimana supaya problema keluarga diatasi ? Bagaimana problema gender diatasi ? Kita bukan sekedar menjawab problema tetapi yang penting adalah kembali kepada Tuhan dan apa yang Tuhan nyatakan di dalam FirmanNya.
Tuhan mengatakan bahwa rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera. Apa yang Tuhan nyatakan dalam FirmanNya adalah rancangan yang mendatangkan kebaikan bagi kita umatNya.
B. Rencana Allah di dalam Alkitab mengenai laki-laki dan perempuan
Alkitab mengajarkan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia diciptakan menurut gambar Allah Tritunggal. Untuk mengerti lebih jelas mengenai manusia, kita harus mengenal Allah. Calvin mengatakan bahwa ketika kita mengenal Allah maka kita mengenal diri dan ketika kita mengenal diri maka kita mengenal Allah. Jadi untuk mengenal diri kita harus mengenal Allah Tritunggal.
Allah Tritunggal adalah Allah yang esa tetapi mempunyai 3 pribadi. Ada kesatuan tetapi ada keragaman. Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. KetigaNya esa. Di dalam Allah Tritunggal terdapat beberapa prinsip yaitu :
a. Ordo
Adanya ordo ( urutan kekepalaan ) yaitu Allah Bapa kemudian Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Allah Bapa mengepalai Allah Anak. Allah Bapa dan Allah Anak mengepalai Allah Roh Kudus.
b. Kesetaraan
Baik Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus adalah setara dan sama tinggi. Tetapi ada ordonya.
c. Kasih dan pelayanan
Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah kasih. ( 1 Yohanes 4:8 ) Berarti Allah Tritunggal adalah kasih. Kasih merupakan atribut Allah yang sangat penting. Pemazmur sering berkata "Kasih setiaNya untuk selama-lamanya". Kasih Allah adalah kekal adanya. Sebelum Dia menciptakan bumi beserta isinya yang juga termasuk manusia, Dia adalah kasih adanya. Siapakah yang Dia kasihi sebelum ada manusia yang Ia kasihi ?
Allah mengasihi diriNya sendiri. Allah Tritunggal saling mengasihi satu sama lain. Allah Bapa mengasihi Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Allah Anak mengasihi Allah Bapa dan Allah Roh Kudus. Allah Roh Kudus mengasihi Allah Bapa dan Allah Anak. Ketiga pribadi Allah saling mengasihi satu sama lain. Di dalam tiga pribadi ada kesatuan. Dan di dalam tiga pribadi ada satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Hubungan Allah Tritunggal merupakan hubungan yang harmonis. Benar-benar harmonis. Hubungan Allah Tritunggal yang harmonis ini dimana ada keragaman namun ada kesatuan yang harmonis merupakan dasar hidup kita sebagai orang Kristen.
Alkitab juga mengajarkan bahwa ada saling menghargai, saling melayani, saling mengasihi dan saling menganggap yang lain lebih utama di dalam ketiga pribadi Allah Tritunggal. Allah Tritunggal tidak mementingkan pribadiNya sendiri terlepas dari pribadi yang lain namun saling memperhatikan. Perhatikanlahlah Allah Bapa mengasihi dan memuliakan Allah Anak. Di atas gunung Allah Bapa berkata "Inilah Anak yang kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia" ( Matius 17:5 ). Yesus Kristus berkata "BapaKulah yang memuliakan Aku" ( Yohanes 8:54 ). Allah Anak juga memuliakan Allah Bapa. Yesus Kristus berkata :"Bapa, muliakanlah namaMu" (Yohanes 12:28 ). Yesus Kristus mengajarkan doa Bapa kami yang berisi "Bapa kami yang ada di dalam surga, dikuduskanlah namaMu" ( Matius 6:9). Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah Bapa dan Allah Anak saling memuliakan :"Jikalah Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diriNya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.( Yohanes 13:32 ). Yesus Kristus berkata "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah AnakMu supaya AnakMu mempermuliakan Engkau." ( Yohanes 17:1 ) . Alkitab mengajarkan Allah Bapa dan Allah Anak saling mempermuliakan satu sama lain. Yesus juga menganggap Allah Bapa lebih besar walaupun Dia setara dengan Bapa: "Aku pergi kepada BapaKu sebab Bapa lebih besar dari pada Aku" ( Yohanes 14:29 )
Allah Anak juga memuliakan dan menganggap Allah Roh Kudus lebih besar dari diriNya. Yesus Kristus berkata "Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak." ( Matius 12:32 ). Demikian juga Allah Roh Kudus memuliakan Allah Anak. Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus mengajar dan mengingatkan orang percaya kepada Kristus : "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." ( Yohanes 14:26 ). Alkitab mengajarkan mengenai Roh Kudus :"Tetapi apabila Ia datang yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku ( Kristus ), sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada Ku" ( Yohanes 16:14 )
Lalu apa kaitan antara Allah Tritunggal dengan keluarga, laki-laki dan perempuan ?
i. Allah Tritunggal menjadi pola di mana relasi manusia diatur. Karena Allah adalah Allah yang berelasi maka manusia adalah manusia yang berelasi. Karena Allah tidak seorang diri maka manusia tidak seorang diri. Karena adanya ordo di dalam diri Allah maka didalam hidup manusia adanya ordo :
a. Laki-laki dan perempuan
b. Orang tua dan anak
c. Tuan dan hamba
ii. Karena adanya kesetaraan di dalam Allah Tritunggal maka adanya kesetaraan di dalam hidup manusia. Semua manusia adalah setara. Laki-laki dan perempuan adalah setara. Karena Allah Tritunggal adalah saling melayani maka manusia harus saling melayani.
Kembali kepada apa yang Alkitab katakan mengenai laki-laki dan perempuan.
Allah menciptakan manusia menurut pola Tritunggal. Adanya kesatuan tetapi adanya keragaman. Hubungan Allah Tritunggal yang terintim itu dilukiskan di dalam hubungan suami dan istri di dalam relasi perjanjian yaitu pernikahan. Dua menjadi satu dimana di dalam Allah Tritunggal adalah esa tetapi mempunyai tiga pribadi.
Kemudian Alkitab mengajarkan bahwa relasi laki-laki dan perempuan itu dilukiskan di dalam analogi relasi Allah dengan umatNya dan relasi antara Kristus dengan gerejaNya.
Relasi antara Allah dan umatNya dilukiskan di dalam nuansa perjanjian ( covenant ). Apa itu covenant ? Covenant adalah perjanjian antara 2 pihak dimana di dalam relasi adanya komitmen dan adanya satu kesetiaan. Relasi antara kita dengan Tuhan adalah relasi perjanjian. Ini digambarkan dengan nuansa pernikahan. Allah sebagai suami dan umatNya sebagai istrinya. Relasi antara Kristus dengan jemaat juga dilambangkan dengan hubungan suami istri. Ini adalah dalam nuansa perjanjian. Karena itu Alkitab mengajarkan
"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
(Efesus 5:22-25)
Di dalam relasi ini kita bisa belajar beberapa hal yaitu :
a. Ordo
b. Ketaatan
c. Kesetiaan
d. Kasih
e. Pelayanan
f. Pengorbanan
Di dalam relasi ini adalah eksklusif tanpa pihak ketiga, karena itu pernikahan yang Allah inginkan adalah monogami.
To be continued :)
Jeffrey Lim
8 Oktober 2007
Institut Reformed
Menggumuli apa yang Alkitab katakan mengenai laki-laki dan perempuan dan menanggapi tanggapan atas artikel "let man be man and let woman be woman"
Soli Deo Gloria


Read More ....

Sunday, October 07, 2007

Let man be man, Let woman be woman

Let man be man, Let woman be woman
Gender problem as spiritual issue
Jeffrey Lim

Allah menciptakan manusia laki dan wanita sebagai gambar dan rupaNya. Mereka adalah setara namun ada ordonya. Ini adalah hal indah yang Allah ciptakan. Allah sudah menetapkan bahwa laki-laki adalah kepala wanita. Tetapi bukan berarti laki-laki menguasai wanita. Tetapi laki-laki harus menjadi kepala yang mengepalai wanita tetapi dengan kasih dan wanita harus tunduk kepada laki-laki. Ini adalah ordo yang sudah Tuhan tetapkan di dalam dunia ini. Ini adalah satu keindahan yang Tuhan tetapkan di dalam dunia ini. Ibarat Kristus sebagai kepala jemaat, Suami adalah kepala istri. Tetapi seperti Kristus mengasihi jemaat maka suami harus mengasihi istri dan juga seperti jemaat tunduk kepada Kristus. Semua ini akan menciptakan harmoni dan keteraturan di dalam kehidupan kekristenan.

Salah satu permasalahan besar di dunia sekarang adalah permasalahan gender. Dan salah satu yang terberat adalah masalah feminisme. Mungkin kita merasa bahwa feminisme hanya satu fenomena sosial yang biasa terjadi di dalam dunia ini. Bahkan kepala Negara Inggris pun adalah seorang wanita. Sekarang juga kepala Negara amerika dicalonkan seorang wanita. Di bagian-bagian lain yang berskala kecil kita sudah melihat bahwa kekepalaan laki-laki mulai digantikan oleh wanita. Misalnya pemilihan ketua osis memilih wanita.
Apakah feminisme ini hanya fenomena sosial yang berubah saja ? Tetapi sesungguh ini adalah problema yang serius karena sudah melanggar ketetapan ordo yang Tuhan tetapkan di dalam dunia ini. Mengapa feminisme sangat serius dan perlu kita tanggapi di dalam isu kontemporer ini ? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus merenungkan satu hal bahwa pelanggaran terhadap hukum yang Tuhan tetapkan di dalam dunia ini akan berakibatkan fatal. Ini pandangan secara aprori.
Realita apa sebenarnya yang terjadi ketika wanita menjadi kepala ?
1. Sebenarnya terjadi pergeseran peran dimana seharusnya laki-laki menjadi kepala dan wanita menjadi anggota. Namun sekarang terbalik.
2. Terjadi perlawanan terhadap natur yang Tuhan ciptakan. Seharusnya laki-laki bersifat maskulin dan wanita bersifat feminin.
Bagaimana jika wanita menjadi kepala ?
1. Ini akan mencenderung mengakibatkan laki-laki menyingkir. Coba renungkan setiap sektor dimana wanita menjadi kepala. Seberapa banyak laki-laki yang mau dikepalainya ? Hanya tipe laki-laki yang “lemah” yang akan menjadi anggota. Akibat ini begitu serius. Karena akan menimbulkan kelompok wanita yang merajalela. Dan akibat dari ini menimbulkan ketidak seimbangan yang mengganggu seluruh kesehatan organisme bagian.
2. Akan menimbulkan budaya yang akan mewariskan kader kekepalaan oleh wanita.
3. Wanita cenderung menyelesaikan masalah secara emosional-detail namun bukan rasional-general. Ini sangat berbahaya sekali di dalam mengambil keputusan-keputusan yang bersifat signifikan bagi sesuatu kelompok.
4. Karena laki-laki sulit dikepalai oleh wanita maka akan terjadi benturan dan masalah tingkat kepercayaan menjadi kecil di antara kelompok.
5. Karena terjadi pergeseran peran dan natur antara dan laki-laki dan wanita dapat mengakibatkan wanita menjadi maskulin dan laki-laki menjadi feminin. Ini menimbulkan dampak terhadap spiritualitas dan dampak sosial budaya.
6. Wanita yang cenderung menjadi kepala dan dominan biasanya sulit mendapatkan jodoh dan membawa efek buruk bagi dirinya dan bagi sekitarnya. Akibatnya banyak wanita lain yang terbawa efek seperti ini di dalam kelompok yang kebanyakan adalah kelompok wanita.
Langkah riskan selanjutnya dari pergeseran gender adalah :
1. Laki-laki tidak menjadi laki-laki dan wanita tidak menjadi wanita.
2. Homoseksualitas dan lesbian semakin merebak
3. Problema sosial dan moral semakin rusak
4. Keluarga semakin berantakan
5. Gereja terancam
6. Kehidupan manusia terancam
Ini semua adalah bahaya dari feminisme.
Alkitab sendiri sudah membahas bahwa pergeseran gender ini serius. Bahkan Misalnya laki-laki yang mengenakan pakaian wanita harus dihukum mati. Koq sedemikian keji ? Bukankah dijaman sekarang banyak laki-laki yang seperti wanita dan wanita yang seperti laki-laki ?
Feminisme ini begitu serius. Dan sekarang kalau kita melihat bahwa di dalam gereja, paham ini sudah mulai masuk ke dalam gereja. Bukankah kita sudah melihat realita bahwa kepala kerohanian dijabat oleh wanita ? Bukankah kita melihat bahwa ada yang berfungsi sebagai kepala keluarga adalah wanita ?
Mungkin ada terdengar pemahaman yang biasa di jaman sekarang bahwa laki-laki itu lebih tidak berdaya dan juga lebih tidak rohani. Ini biasa dikumandangkan oleh wanita yang menganut feminisme. Dari mana pandangan ini berasal ?
Kalau kita selidiki bahwa sebelum jaman revolusi industri, laki-laki dan wanita itu sama-sama bekerja sama di dalam satu usaha untuk keluarga. Suami dan istri bersama-sama bekerja misalnya sebagai tukang roti, dll. Dan anak dibesarkan oleh ayah dan ibu. Pendidikan anak diajakan oleh ayah dan ibu. Karena itu unit pendidikan keluarga sangat lengkap dan menyeluruh. Anak mendapat figur ayah dan kasih sayang ibu.
Kemudian terjadilah revolusi industri dimana laki-laki pergi ke pabrik dan wanita menjadi ibu rumah tangga. Laki-laki pergi bekerja keluar rumah dan ibu bekerja di dalam rumah. Karena itu ibu menjadi “kepala” bagi anak-anaknya selama suami bekerja. Dan ini mengakibatkan pandangan bahwa laki-laki itu kebanyakan suka keluar rumah dan tidak setia sebaliknya wanita itu menjaga keharmonisan rumah tangga sebagai istri setia yang menunggu suami pulang. Ini adalah latar belakang budaya.
Tetapi sesungguhnya konsep bahwa wanita lebih rohani daripada laki-laki ini bukan konsep Biblical. Sejak semula Alkitab sudah menjelaskan bahwa figur Allah adalah maskulin. Bahkan Allah disebut Bapa bukan Ibu. Yesus sendiri adalah laki-laki dan Yesus bersifat maskulin. Bahkan kepala rohani di Alkitab adalah laki-laki semua. 99% adalah laki-laki semua kecuali Debora yang adalah hakim wanita. Tetapi Debora sendiri adalah satu jaman dimana kekacauan spiritual terjadi. Debora menjadi maskulin dan Barak menjadi feminine. Karena Alkitab mengajarkan bahwa kepala adalah laki-laki maka laki-laki tidak lebih kurang rohani dibandingkan dengan wanita. Karena itu dijaman sekarang yang penuh dengan hawa feminisme, spiritualitas maskulin harus dibangun dan ditegakkan.
Untuk membangun spiritualitas ini maka ada beberapa konsep yang harus kita pegang :
1. Laki-laki adalah kepala wanita
2. Kerohanian dikepalai oleh laki-laki
3. Keputusan di tangan laki-laki
4. Wanita harus mendukung laki-laki menjalan perannya
5. Laki-laki harus mengasihi wanita
6. Feminisme harus ditentang habis karena berbahaya.
Karena itu hai laki-laki jadilah laki-laki sejati
Dan hai wanita jadilah wanita sejati.

Jeffrey Lim,
Jakarta 27 September 2007
Setelah merenungkan kuliah mengenai kekepalaan laki-laki





Read More ....

Butuh telinga rohani di jaman sekarang

Butuh Telinga Rohani di jaman sekarang
Jeffrey Lim

”Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. “ (Amsal 2:1-6)

Pendahuluan :
Jaman sekarang adalah banyak budaya gambar. Tetapi lebih sedikit budaya kata-kata. Bahkan sekarang adalah dunia multimedia gabungan gambar dan kata. Namun gambar menjadi lebih dominan. TV, Internet, dunia hiburan menawarkan gambar. Semua itu ada efeknya terhadap hidup kita.
Apa pentingnya kata-kata bagi hidup kita dan mengapa kita harus mempertahankan tradisi kata-kata ? Untuk itu marilah kita renungkan Firman Tuhan. Sebelumnya
Mari kita parsing ayat di atas !

“Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku ( Word ) dan menyimpan perintahku ( Word ) di dalam hatim ( Heart ) , sehingga telingamu ( Ear ) memperhatikan hikmat ( Wisdom ) , dan engkau mencenderungkan hatimu ( Heart ) kepada kepandaian ( Understanding ), ya, jikalau engkau berseru ( Speak ) kepada pengertian ( Understanding ) , dan menujukan suaramu ( Speak ) kepada kepandaian ( Understanding ) , jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam ( Heart ) , maka engkau akan memperoleh pengertian ( Understanding ) tentang takut akan TUHAN ( Fear the LORD ) dan mendapat pengenalan akan Allah ( Understanding ). Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat ( Wisdom ), dari mulut-Nya ( Word ) datang pengetahuan dan kepandaian ( Understanding ).” (Amsal 2:1-6)

Alkitab mengajarkan bahwa orang benar hidup oleh iman. Iman adalah sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan Kristen. Iman adalah dasar hidup orang percaya. Dengan iman kita dibenarkan dengan iman kita disucikan. Dengan iman kita menerima anugerah Allah.
Yang mana lebih dahulu. Mengetahui lebih dulu baru beriman ? Atau beriman dulu baru mengetahui ?
Bagaimana kita bisa beriman kalau kita tidak mengetahui sesuatu ? Bukankah kalau kita beriman kita memerlukan adanya pengertian untuk menjadi dasar ?
Ini perdebatan yang tidak mudah.
Alkitab mengajarkan bahwa iman kita timbul dari pendengaran. Pendengaran akan Firman Kristus. Iman kita adalah berasal dari Firman Tuhan. Sebab Firman Tuhanlah yang memberikan kita bibit iman dan mempertumbuhkan iman kita. Jadi ada kaitan antara Faith and Word. Ada hubungan antara Faith and Logos. Tetapi ada juga hubungan antara Logos dan Hikmat. Dan ada juga hubungan antara Hikmat dan hati. Dan ada hubungan antara iman dan hikmat. Dan ada hubungan antara hati dan iman. Pengertian Firman Tuhan menghasilkan iman. Iman ini datangnya dari pendengaran Firman.
Relasi-relasi :
Faith and Logos
Logos and Wisdom
Wisdom and Heart
Heart and Understanding
Faith and Wisdom
Faith and Hearing
Wisdom and Hearing
Ini adalah relasi organik semua.
Iman timbul dari pendengaran akan Firman. Iman timbul dari Firman Tuhan.
Hikmat datangnya dari mulut Allah. Berarti hikmat datangnya dari Firman Tuhan. Hati yang mencari pengertian akan mendatangkan pengertian.
Hikmat juga datang dari takut akan Allah. Jadi sikap hati seseorang menerima Firman dan takut kepadaNya sangat penting untuk mendapatkan hikmat.
Untuk mendapatkan hikmat seseorang harus mendengar. Karena itu hikmat datang dari Firman Tuhan yang didengarkan. Hikmat juga berkaitan dengan iman dan kita mendapatkan hikmat dengan iman dan Firman.
Semua relasi ini ada kaitannya dengan iman datang dari pedengaran, pendengaran akan Firman Tuhan
Timbul satu pertanyaan ? Mengapa iman timbul dari pendengaran dan bukan dari penglihatan ? Mengapa iman timbul dari mendengar Firman dan bukan dari melihat ? Mengapa metaforanya adalah mendengar ?
Kalau kita pelajari bahwa budaya Ibrani adalah budaya yang mendengar. Sedangkan budaya Yunani adalah budaya melihat. Budaya Ibrani adalah Shema Israel. Dengarlah Israel. Tuhan itu Esa. Kasihlah Tuhan Allahmu dsb. Sedangkan budaya Yunani adalah budaya yang menyelidiki alam semesta dan melakukan penyelidikan empiris.
Dunia Barat dan kemajuannya sekarang diwarisi oleh budaya Ibrani dan budaya Yunani. Dari budaya Ibrani, orang mengenal iman dan dari budaya Yunani, orang mengenal pengetahuan. Ibrani menekankan iman dan Yunani menekankan rasio.
Kembali kepada pertanyaan sebelumnya. Mengapa iman timbul dari pendengaran dan bukan dari penglihatan. Mengapa pakai metafora telinga untuk menjelaskan semua ini ?
Perenungan hari ini akan berpusat pada satu hal yang dinamakan telinga rohani. Telinga rohani ini sangat penting bagi kehidupan orang percaya. Telinga rohani ini bisa menjadikan kita rohani dengan mendengarkan melaluinya. Telinga ini sangat penting bagi kita. Telinga rohani ini begitu penting supaya kita bisa bertumbuh.
Dari mana datangnya iman ? Dari pendengaran Firman dan telinga rohani harus mendengarnya.
Dari mana datangnya hikmat ? Dari pendengaran Firman dan telinga rohani harus mendengar suara hikmat yang berseru-seru.
Dari mana datangnya didikan ? Dari pendengaran Firman dan telinga rohani harus siap menerima teguran dan didikannya.
Dari mana kita mengenal Tuhan ? Dari Firman Tuhan dan telinga rohani harus mendengar suara Tuhan melalui FirmanNya.
Telinga rohani itu sangat penting bagi kehidupan rohani kita. Mengapa metaforanya memakai telinga ? Ada pepatah bahwa mata adalah jendela jiwa. Tetapi saya juga berpendapat bahwa telinga adalah jendela jiwa juga.
Metafora telinga itu mempunyai arti bagi kehidupan kita yang hendak kita renungkan.
Kita mempunyai 5 inderawi yaitu : mata, telinga, raba, kecap dan cium. Menurut salah satu buku mengenai keindahan ( aesthetic ), 2 inderawi yang paling penting adalah mata dan telinga. Mengapa ? Sebab dua indera ini menghasilkan perenungan yang melebihi sekedar mengerti secara inderawi. Bahkan Alkitab juga menggambarkan kedua hal ini yaitu :
Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. (Mat 13:14-15)
Nah tetapi diantara mata dan telinga, mengapa Alkitab menggunakan metafora telinga untuk menggambarkan bahwa iman datangnya dari pendengaran Firman ?
Satu hal yaitu bahwa beda mata dan telinga itu adalah mata bersifat aktif dan telinga bersifat pasif. Mata harus aktif untuk dapat melihat tetapi telinga selalu siap sedia dan secara pasif menerima setiap bunyi yang ada.
Ambil contoh bila kita sedang istirahat maka semua inderawi kita yang bersifat aktif akan melemah. Tetapi telinga kita yang bersifat pasif tetap siap untuk mendengar. Ini keunikan telinga. Telinga selalu bersikap pasif dan selalu siap here I am. Maka itu sebagai seorang murid kebenaran, kita harus selalu siap seperti telinga untuk mendengar suara Tuhan.
Satu pengertian juga yaitu bahwa telinga itu berkaitan dengan pendengaran dan iman berkaitan dengan Firman dan iman itu selalu harus diproses dengan lama. Proses telinga untuk beriman itu tidak cepat. Telinga itu membutuhkan proses untuk mengerti. Berbeda dengan mata yang dapat dengan sekilas menangkap semua dengan cepat, telinga berproses dengan lambat. Misalnya kita hendak mengerti konsep Allah Tritunggal maka mendengarkan kotbah harus lama dan tidak bisa cepat. Telinga itu harus melewati proses dan tidak mudah.
Demikian juga hidup kita diproses Tuhan itu bukan dengan instan dan cepat. Tetapi harus melewati proses waktu yang panjang. Proses waktu dan ujian itu akan menghasilkan karakter. Ini tidak mudah. Tetapi melewati pergumulan. Demikianlah supaya kita dapat menerima Firman Tuhan, mengerti kehendak Allah, mengenal kebenaran harus memerlukan kesabaran dan didikan seperti telinga harus diproses untuk mengerti satu pengertian.
Jaman sekarang ini adalah budaya gambar lebih dominan daripada budaya kata-kata. Jaman duulu budaya adalah budaya oral. Kemudian tulisan. Dan kemudian gambar atau pada akhirnya adalah multimedia. Oral, berkata-kata, kemudian tulisan dan percetakan, radio, dll. Kemudian TV, Internet, dll.
Tetapi seringkali gambar itu berbeda dengan kata. Ada pepatah bahwa 1 gambar berarti 1000 kata-kata. Sebaliknya 1 kata juga dapat mengandung 1000 gambar. Gambar itu menggunakan mata dan kata menggunakan telinga.
Salah satu keistimewaan gambar adalah cepat untuk ditangkap tetapi kadang maknanya menjadi tidak dalam. Sebab untuk masuk ke dalam perenungan yang lebih dalam diperlukan telinga rohani.
Salah satu kelemahan gambar adalah dia dapat mengaburkan makna. Gambar dapat mereduksi makna. Sebaliknya kata-kata itu lebih mengandung banyak makna. Karena itu di dalam budaya jaman sekarang yang banyak menggunakan gambar daripada kata-kata akan menghasilkan pemikiran yang tidak mendalam. Apalagi jaman sekarang yang semakin berdosa ini banyak menampilkan gambar-gambar simulasi yang akhirnya bisa merusak banyak hal.
Simulasi di realitas maya itu ada beberapa efek negatif :
Membuat orang bosan dengan dunia realitas
Membuat orang tidak berpikir dalam
Bersifat menggugah emosi dan pikiran tetapi bukan dengan kebenaran. Akhirnya akan membawa kepada kekosongan
Bersifat menghibur tetapi pada akhirnya membosankan
Secara tidak langsung banyak mendoktrinasi dan membentuk hidup manusia

Kembali kepada telinga rohani.
Sebagai orang percaya, kita perlu telinga rohani dijaman sekarang. Telinga rohani ini bersedia untuk mendengar dan dikoreksi. Telinga rohani ini bersedia untuk siap sedia mendengar suara Tuhan. Ini yang Tuhan kehendaki. Marilah belajar seperti Samuel yang siap mendengar suara Tuhan. Marilah dengar Tuhan Allah dan mengasihiNya.
Bagaimana supaya kita mempunyai hikmat ?
Bagaimana kita mempunyai iman ?
Bagaimana supaya kita dibentuk dan mempunyai karakter ?
Bagaimana supaya kita memperoleh pengertian dan kepandaian ?
Dengar-dengar dan dengar Firman !

Bagaimana mendengar Firman ? Bukannya seringkali kita membaca Firman dengan mata ?
Ketika kita membaca Firman Tuhan maka ada kita harus membaca dengan keseluruhan inderawi dan keberadaan kita. Hal ini demikian penting karena dijaman sekarang di jaman pasca modern ini banyak sekali godaan yang menawarkan kenikmatan bagi indera-indera kita dan bagi seluruh keberadaan kita. Karena itu, Di jaman sekarang ini kita harus belajar membaca Firman dengan seluruh keberadaan kita. Kenikmatan sejati hanya ada didalam Allah dan FirmanNya yaitu ketika manusia memuliakan Tuhan dan menikmatiNya. Ketika kita membaca Firman kita harus :
Hati kita terpaut kepada Firman dan mencari pengertian
Rasio kita merenungkan Firman Tuhan
Intuisi kita berkontemplatif
Mata kita membaca Firman
Emosi kita digerakkan untuk mengasihi Firman
Kehendak kita mau untuk belajar dan mengenal Tuhan
Telinga kita mendengar suara Tuhan
Lutut kita bersujud.
Tangan kita melipat.. .Untuk lebih jauh coba renungkan Mazmur 119
Ketika sedang membaca Firman maka Jangan hanya menggunakan mata saja. Tetapi gunakan telinga rohani. Renungkan di dalam pikiran kita dengan membaca Firman dan Firman itu berkata-kata buat jiwa kita. Bukan saja kita membaca Firman tetapi biarlah Firman itu membaca hidup kita.
Biarkan Firman itu berkata-kata dan menjadi cermin dan membaca hidup kita. Maka kita akan dibentuk terus oleh Firman Tuhan.
Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kemuliaan nama Tuhan

Jeffrey Lim
BandungRabu, 12 September 2007


Read More ....

Wednesday, August 15, 2007

Hidup di dalam Rencana Allah

Hidup di dalam Rencana Allah
Jeffrey Lim

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Ef 2:10)

Pada ayat ini dimulai dengan pernyataan kita ini buatan Allah, diciptakan di dalam Kristus Yesus. Ada beberapa pemikiran yang ingin kita bahas yaitu :

1.Natur dan identitas kita.
Buatan Allah adalah natur dan identitas kita sebagai manusia. Kita diciptakan oleh Allah. Dan kita adalah gambar dan rupa Allah. Pengertian siapakah manusia dan naturnya adalah membuat hidup kita mempunyai meaning. Sebab kita mengerti siapa kita dan bagaimana kita harus hidup. Kita mempunyai dignitas.

2.Kita adalah hasil ciptaan baru dari Kristus
Alkitab mengajarkan bahwa siapa yang di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Kita diciptakan dalam Kristus oleh pekerjaan Roh Kudus. Seperti Roh Kudus menciptakan alam semesta, demikian juga Roh Kudus menciptakan kita di dalam pekerjaan lahir baru. Roh Kudus adalah Roh Kehidupan dan dia memberikan kehidupan baru bagi orang percaya.

3.Hidup kita mempunyai tujuan dan destiny
Ada tujuan bahwa kita diciptakan di dalam Yesus Kristus yaitu untuk pekerjaan baik. Ini menandakan hidup manusia mempunyai tujuan hidup. Dan tujuan hidup itu suda Allah persiapkan sebelumnya. Karena itu tujuan hidup itu pasti maka tujuan itu pasti akan terjadi. Ini memberikan penghiburan bahwa Allah turut bekerja di dalam diri kita untuk menjalankan kehendakNya di dalam diri kita.

4.Allah menghendaki supaya kita hidup mengikuti tujuan hidup kita
Tujuan hidup manusia adalah memuliakan Allah dan menikmatiNya. Allah menginginkan supaya kita hidup di dalam kehendak Allah.

Aplikasi dari pengajaran ini :
Kita mempunyai dignitas hidup
Kita mempunyai arti hidup
Kita mempunyai tujuan hidup
Tujuan hidup kita pasti
Tujuan hidup kita pasti tercapai pada akhirnya
Kehendak Allah dapat diketahui dan Allah ingin supaya kita hidup di dalamnya

Jeffrey Lim
Senin, 13 Agustus 2007
Seri renungan harian.



Read More ....

Wednesday, August 08, 2007

Merenungkan Kematian

Merenungkan kematian
Jeffrey Lim

“Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran. Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria.” ( Pengkotbah 7:1-4)

Biasanya kita senang kepada hal-hal yang gembira dan tidak senang kepada hal-hal yang menyedihkan. Kita biasanya menganggap bahwa hal-hal yang gembira itu menyenangkan dan baik, sedangkan hal-hal yang menyedihkan adalah adalah hal yang tidak enak dan tidak baik. Ini kebanyakan paradigma manusia. Bahkan kematian bagi orang dunia pada umumnya adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Kematian adalah akhir hidup. Kematian adalah akhir dari eksistensi manusia. Kematian juga begitu mengerikan bagi banyak orang karena hal ini adalah sesuatu asing dan mengerikan. Manusia modern yang begitu membanggakan dirinya yang bisa menguasai alam semesta ini namun pada akhirnya akan menjadi debu dan debu kembali kepada alam. Akhirnya manusia ditaklukan oleh alam. Kematian adalah sesuatu yang mengenaskan.

Namun Pengkotbah mempunyai pandangan yang lain mengenai kematian. Pengkotbah mempunyai pandangan bahwa kematian adalah sesuatu yang positif. Bahkan di dalam pengajaran pasal 7 ini diajarkan pengertian-pengertian yang berkaitan dengan kematian. Dari sini kita bisa mengerti arti hidup lebih dalam. Marilah kita merenungkan ayat-ayat ini yang berkaitan dengan kematian dan arti hidup

Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal
Apa artinya sebuah nama ? Ini patut kita renungkan ! Ada beberapa orang yang berpandangan bahwa nama adalah sesuatu yang biasa aja. Nama bukan sesuatu yang penting. Yang penting adalah kenikmatan dunia. Yang penting adalah kekayaan. Namun Alkitab berbicara mengenai pentingnya sebuah nama. Bahkan nama itu lebih berharga daripada kekayaan dunia. Amsal mengatakan bahwa “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar”. (Amsal 22:1).
Di dalam akhir hidup seseorang, kita dapat mengetahui siapakah seseorang itu. Di akhir hidup seseorang, bila tidak ada yang mengunjungi dan semua mengutuk orang itu maka itu menandakan bahwa di dalam hidupnya orang itu tidak baik. Tetapi seorang yang banyak menabur berkat di akhir hidupnya banyak orang yang bersimpati.
Ini membuat kita harus merenung ! Ingin menjadi seperti orang macam apakah kita ? Apakah kita ingin menjadi seorang yang di dalam hidup menjadi berkat bagi sesama dan mempunyai nama yang harum pada akhir hidup kita ?
Ini juga membuat kita harus merenung ! Bagaimana saya harus hidup supaya hidup saya berarti bagi Tuhan dan bagi sesama. Apa yang harus saya tabur supaya menuai yang baik ?

Hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran

Ayat ini cukup aneh bagi pandangan dunia modern dan pandangan umum di dalam dunia dimana kita hidup. Pada umumnya manusia menyukai kelahiran daripada kematian. Kelahiran itu sesuatu yang menyenangkan dan melihat bayi kecil adalah sesuatu yang menyukakan. Kelahiran adalah sesuatu yang baik. Namun tidak demikian dengan kematian. Kematian adalah sesuatu yang menandakan hidup ini fana. Kematian adalah sesuatu yang menandakan bahwa hidup ini sementara. Kematian adalah sesuatu yang menandakan hidup ini terbatas. Maka pada umumnya orang tidak menyukai kematian. Namun Pengkotbah mengatakan bahwa hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran. Mengapa bisa begini ?
Rahasia besar ini hanya bisa dimengerti oleh orang yang percaya kepada Tuhan. Memang kita tahu bahwa kematian adalah satu akibat dari dosa. Kematian adalah sesuatu yang membawa kita kepada akhir di dalam hidup di dunia. Tetapi ini bukan berarti kematian itu sesuatu yang mengerikan. Ini bukan berarti kematian ini suatu yang asing. Bagi orang percaya kematian adalah sesuatu yang indah. Mengapa ?
Sebab : pertama, kita akan kembali kepada Tuhan yang mengasihi kita. Kita akan berjumpa dengan Dia. Kita akan bersekutu dengan sumber hidup dan sumber bahagia untuk selama-lamanya. Kedua, kita akan mengakhiri hidup yang penuh dengan air mata ini. Kita akan masuk ke dalam hidup yang kekal. Kita akan hidup selama-lamanya dengan Tuhan Allah.
Karena itu kematian adalah sesuatu yang bukan negatif sebaliknya positif. Bahkan Paulus mengatakan bahwa mati adalah keuntungan. “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” ( Fil 1:21). Pintu maut yang membawa manusia kepada neraka diubah Tuhan dengan karya Kristus menjadi pintu kepada hidup yang kekal. Jadi mati adalah keuntungan. Dan bagi orang percaya kematian adalah bukan hal yang menyedihkan tanpa harapan. Tetapi ada pengharapan hidup yang kekal di dalam kematian.

Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria

Ayat yang kita akan bahas terakhir ini seharusnya membuat kita merenung. Kalau kita mengerti bahwa kitab Pengkotbah adalah termasuk kitab hikmat bangsa Ibrani. Kitab ini mengajarkan bagaimana petuah-petuah untuk hidup berhikmat. Dan kita melihat bahwa ayat ini dikatakan bahwa orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria. Bukankah ini sesuatu yang aneh dan radikal ? Bagaimana orang yang berhikmat suka tempat rumah duka daripada menikmati hidup ? Bahkan Pengkotbah memberikan nasihat perbandingan bahwa lebih baik pergi ke rumah duka daripada ke rumah pesta.
Ibaratnya kita ambil contoh. Lebih baik pergi ke rumah duka daripada ke pesta pernikahan. Bukankah manusia pada umumnya lebih menyukai pesta pernikahan ? Bukankah disana lebih menyenagkan ? Mengapa lebih baik pergi ke rumah duka ?
Satu hal yaitu Pengkotbah ingin mengajak kita berpikir dan merenung bahwa ketika kita sedang berada di dalam keadaan suka biasanya kita tidak memikirkan arti hidup. Biasanya di dalam keadaan senang dan suka, kita cenderung melupakan makna hidup yang dalam.
Mari kita sedikit merenungkan satu realita di dalam hidup manusia. Sudah menjadi satu pandangan yang benar bahwa kadang orang yang sehat, makmur, apalagi kaya sekali lebih sukar memahami arti rohani dan arti bergantung kepada Tuhan dibandingkan dengan seseorang yang berada di dalam keadaan yang sakit, miskin dan melarat. Karena itu Tuhan Yesus juga mengajarkan pengajaran bahwa "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (Mat 5:3). Tetapi Yesus juga mengajarkan bahwa ada orang kaya yang sukar masuk kerajaan surga. Ini bukan mengajarkan bahwa kaya dan makmur adalah hal yang tidak rohani tetapi mengajarkan bahwa kekayaan seringkali melupakan orang dari Tuhan karena orang yang kaya itu berkuasa dan seringkali membuatnya tidak bergantung kepada Tuhan. Tetapi orang miskin yang tertindas dapat membuatnya lebih bergantung kepada Tuhan karena dia sadar bahwa dia bisa hidup adalah karena anugerah Tuhan.
Kembali kepada kitab Pengkotbah, disana kita diajak merenung bahwa rumah duka lebih baik daripada rumah pesta. Karena di dalam rumah pesta orang seringkali bersukaria dan melupakan Tuhan. Sebaliknya di dalam rumah duka, seseorang dapat menyadari beberapa hal :
1. Hidup ini sementara
2. Segala kekayaan hidup ini akhirnya habis
3. Yang tertinggal hanyalah nama
4. Hidup ini fana
5. Manusia itu lemah
6. Manusia itu terbatas
Semua hal ini membuat manusia menjadi merenung mengenai apa arti hidupnya ? Di rumah duka seseorang harusnya mulai memikirkan nilai-nilai kehidupan yang lebih mulia dan kekal daripada nilai-nilai yang sementara dan yang akan tersapu dengan waktu.
Marilah kita merenungkan bahwa realita kematian adalah realita yang membuat kita memikirkan apa arti hidup kita. Bagaimana kita hidup ? Bagaimana kita ingin kita mati ?

Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kemuliaan nama Tuhan

Jeffrey Lim
Jakarta, Institut Reformed
Refleksi ketika merenungkan kematian Mamah dari Ibu renata Lim
Rabu, 8 Agustus 2007





Read More ....

Wednesday, July 25, 2007

Ketidaktaatan dan ketidaktahuan akan Allah membuat menyeleweng

Ketidaktaatan dan ketidaktahuan akan Allah membuat menyeleweng
Jeffrey Lim

Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.
(Jdg 2:10)

Di dalam peristiwa di Hakim-hakim, bangsa Israel membuat kesalahan dengan tidak mendengarkan nasihat Tuhan untuk memusnahkan bangsa Kanaan. Benyamin tidak memusnahkan bangsa Yebus. Suku Manashe tidak menghalau penduduk Bet-Sean, Penduduk Taanakh, penduduk Dor, dll. Suku Efraim juga tidak menghalau orang Kanaan yang diam di Gezer. Suku Zebulon tidak menghalau penduduk Kitron dan Nahalol. Suku Asyer tidak menghalau penduduk Ako. Begitu juga dengan suku Naftali tidak menghalau suku Bet-Semes dan Bet-Anat. Singkat kata, orang Israel tidak mendengarkan suara Tuhan untuk membiarkan orang Kanaan hidup.

Akibat dari ketidaktaatan ini sebenarnya posisi mereka sudah mulai bergeser dihadapan Allah. Posisi kalau sudah bergeser dari poros akan berbahaya sekali. Kalau kita memiliki sebuah roda dan poros roda itu bergeser dari titik pusat yang seharusnya maka bila roda dijalankan makin lama makin berbahaya. Dan orang Israel sudah bergeser sedikit-demi sedikit poros mereka. Mereka mulai tidak taat kepada Tuhan.
Kemudian bila generasi yang bersama-sama dengan Yosua mulai tidak taat, dapat kita paham dan mengerti bahwa mengapa generasi di bawahnya menjadi tidak mengenal Tuhan. Firman Tuhan mengatakan supaya orang Israel mengajarkan Taurat Musa kepada anak-anak mereka. Taurat Musa harus terus diulang-ulang dan diajarkan kepada mereka. Dalam hal ini mereka lalai mengajarkan generasi berikutnya untuk takut akan Tuhan. Mereka lalai untuk mengajarkan Firman Tuhan kepada generasi bawah. Akibatnya adalah fatal. Generasi Israel sesudah Yosua tidak mengenal Tuhan ataupun perbuatan yang dilakukanNya. Karena itu tibalah jaman hakim-hakim dimana orang berbuat sesukanya sendiri menurut pandangannya sendiri. Tuhan juga menjadikan orang Kanaan menjadi jerat bagi mereka dan menguji mereka apakah mereka hidup sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak ?.
Dari renungan singkat ini kia bisa belajar beberapa hal :
Ketidak taatan kecil menjadi ketidak taatan besar. Poros bergeser lama-lama akan menghancurkan.
Kelalaian mengajar generasi berikutnya mengakibatkan pengetahuan akan Allah tidak dikenal. Iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan dan tanpa Firman Tuhan diajarkan orang tidak akan mengenal Tuhan dan mengasihiNya.
Masalah diijinkan Tuhan untuk menguji apakah kita taat atau tidak ?
Karena itu marilah kita belajar untuk terus taat dan terus mengajarkan Firman Tuhan kepada generasi dibawah kita. Jangan sampai kita jatuh ke dalam pencobaan.

Jeffrey Lim
Bandung, 25 Juli 2007
Renungan harian hasil refleksi Saat Teduh

Read More ....

Thursday, July 19, 2007

Kecukupan Alkitab dan buntunya psikologi

Kecukupan Alkitab dan buntu-nya psikologi oleh Jeffrey Lim



“Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.” (Yer 2:13)

Di dalam dunia sekarang, psikologi mencoba menjadi jawaban atas permasalahan manusia. Psikologi mencoba untuk menyelesaikan masalah manusia mengenai problema gangguan emosi pikiran dan kehidupan. Bila seseorang mengalami kehidupan yang terganggu maka orang itu dibawa ke psikolog atau psikiater. Penderita akan dikonseling dan diterapi dan kalau perlu makan obat. Para konselor akan memberikan psikoterapi untuk menyembuhkan pasien. Inilah paradigma yang terjadi di dalam kehidupan jaman sekarang. Psikologi menjadi juru selamat akan masalah manusia. Dan dalam hal ini sebenarnya terjadi beberapa hal yaitu :

1.Psikologi sudah menggantikan agama dan menjadi agama baru,
2.Psikolog dan psikiater menggantikan para imam dan menjadi imam modern
3.Psikologi menjadi dasar untuk menyembuhkan menggantikan Alkitab.
4.Obat sudah menggantikan iman dan perjuangan

Manusia sudah meninggalkan sumber air yang hidup dan untuk menggali kolam bagi mereka sendiri yaitu kolam yang bocor. Dalam hal ini psikologi itu bagaikan kolam yang bocor yang tidak dapat menahan air. Manusia tidak lagi percaya bahwa Alkitab adalah sumber kebenaran yang dapat menyelesaikan masalah manusia. Mereka berpaling kepada sumber air yang bocor.
Kalau kita menyelidiki psikologi sebenarnya mereka sudah menggantikan pengertian dosa dengan kelemahan, pertobatan dan perubahan pikiran dengan terapi, dan semua istilah-istilah seperti obsesif, kompulsif mau mencoba menghilangkan nuansa dosa dan kebersalahan manusia dihadapan Allah. Psikologi menggantikan bersalah ( guilt ) dihadapan Allah dengan perasaan bersalah ( guilty feeling ). Manusia sebagai mahluk moral yang bertanggung jawab dihadapan Allah tidak ditekankan. Tetapi filsafat dibalik psikologi adalah sekular dan juga otonomi.
Karena psikologi tidak menyentuh masalah manusia yang paling dasar di dalam hidupnya maka psikologi tidak bisa menyembuhkan problema manusia secara mendasar. Psikologi hanyalah hasil pikiran manusia yang berdosa yang hendak menyembuhkan manusia berdosa dan hanya membawa manusia kepada penipuan diri yang berdosa.
Maka saya sebagai penderita gangguan emosi pikiran yang sembuh hendak bersaksi bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran. Alkitab Perjanjian Lama dan Baru adalah cukup adanya untuk menyembuhkan masalah kejiwaan manusia. Tidak dibutuhkan sumber lain di luar Alkitab untuk menyembuhkan masalah jiwa manusia.
Apakah yang dapat memulihkan dan menyegarkan jiwa manusia ?
“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. “ ( Mazmur 19:8-11 )
Taurat Tuhan sempurna. Sempurna artinya sempurna dan tidak perlu tambahan lain. Perjanjian Lama dan Baru sudah sempurna tanpa cacat dan tidak perlu tambahan lain. Menyegarkan jiwa artinya memulihkan jiwa dan mentransformasi jiwa.
Taurat Tuhan memberikan hikmat kepada orang yang bodoh. Taurat Tuhan mencerahkan pikiran kita dengan iluminasi dari Roh Kudus. Karena itu Daud berdoa “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. “ (Maz 119:18)
Taurat Tuhan itu tepat, benar, tidak bersalah dan murni adanya. Ini lebih berharga daripada setiap harta di dunia.
Mengapa Alkitab adalah satu-satunya kebenaran yang dapat menyembuhkan jiwa manusia ? Karena :
Alkitab adalah Wahyu Allah. Sebagai wahyu dari Allah maka Alkitab adalah satu-satunya standard kebenaran bagi umat manusia. Alkitab adalah mutlak dibutuhkan manusia untuk hidup berkenan di hadapan Allah. Alkitab adalah kebutuhan manusia. “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Mat 4:4)
Alkitab berkuasa
Alkitab itu menghidupkan. Dapat membuat yang tidak ada menjadi ada. Dapat membangkitkan. Allah berkata jadilah terang maka terang itu jadi. Firman Allah juga berkuasa untuk mengubah hidup manusia.
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2Tim 3:16-17)
Alkitab adalah penasihat
Kita tidak membutuhkan nasihat lain diluar Alkitab. Daud mengatakan
“Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.” (Maz 119:24)

Alkitab dapat mengubah hidup manusia. Alkitab dapat menyembuhkan hidup manusia. Namun untuk mengerti natur dari perubahan ini, kita harus mengerti mengenai natur dari kata-kata ( word ). Mari kita menyelidiki natur dari kata-kata.
Di dalam hidup manusia, kata-kata ini penting. Kata-kata membentuk hati pikiran manusia. Kata-kata ini membentuk konsep manusia. Kata-kata ini menjadi struktur di dalam hidup manusia. Kata-kata membentuk kebiasaan di dalam diri kita. Kata-kata menjadi makanan bagi jiwa manusia. Di dalam hal ini, konseling juga menggunakan kata-kata. Dengan kata-kata ini diharapkan adanya perubahan
Kekacauan di dalam diri manusia adalah karena ada kata-kata yang tidak benar di dalam hati dan pikiran. Kata-kata jahat ini membentuk struktur hati dan pikiran dan juga kebiasaan dan tingkah laku. Orang yang mengalami paranoid dan juga curiga dan juga pikiran yang tidak realita adalah karena adanya delusion yaitu kata-kata yang tidak benar Karena itu perlu adanya Firman Tuhan yang menggantikan
Di dalam dunia ini kita menghadapi peperangan rohani yaitu adanya peperangan kata-kata. Di dalam dunia ini adanya peperangan antara Tuhan dan iblis, Firman Tuhan dan penipuan iblis
Kata-kata yang tersusun itu menjadi satu benteng di dalam hati pikiran. Sesuatu yang dilakukan membentuk kebiasaan dan kebiasaan ini adalah satu benteng. Kalau sudah benteng ini sudah kokoh akan menjadi otomatis Misalnya benteng-benteng seksual, benteng-benteng ketakutan, benteng-benteng kekuatiran, benteng-benteng kebencian. Karena itu diperlukan Firman Allah untuk menghancurkan benteng-benteng
“Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” ( 2 Kor 10:4 )

Kesimpulan dari bagian ini adalah untuk menyembuhkan jiwa manusia, jangan mencari kepada psikologi atau filsafat atau mistis atau apapun di dalam luar Alkitab. Tetapi kembali kepada Firman Tuhan sebagai sumber air hidup dari Tuhan Allah.

Jeffrey Lim
19 Juli 2007
Bandung

Read More ....

Tuesday, June 19, 2007

Doktrin Keselamatan (II)

Doktrin Keselamatan – 2
Jeffrey Lim

V. Pembenaran

Bagaimana dan kapan kita mendapatkan benar secara hukum dihadapan Allah ?

Kita sudah membahas mengenai pemilihan, panggilan injil, regenerasi dan pertobatan.
Tetapi bagaimana dengan guilt dari dosa kita ?
Di dalam panggilan Injil mengundang kita percaya kepada Kristus untuk pengampunan dosa
Regenerasi memungkinkan kita untuk berespon terhadap undangan itu
Di dalam conversion kita berespon dengan percaya kepada Kristus untuk pengampunan dosa.
Sekarang di dalam pembenaran, Allah berespon kepada iman kita dan melakukan apa yang dijanjikan yaitu mendeklarasikan bahwa kita diampuni dari dosa.

Benar dihadapan Allah ?
Pengertian yang benar mengenai pembenaran adalah sangat krusial untuk keseluruhan iman Kristen.
Contoh Martin Luther.

Lihat Rom 8:30 -> Yang dipilih, dipanggil, dibenarkan

Paulus mengajarkan bahwa pembenaran datang melalui iman kita dan Allah berespon kepada iman kita. Lihat Rom 3:26. Allah membenarkan dia yang mempunyai iman di dalam Yesus. Manusia dibenarkan terlepas dari hukum ( Rom 3:28 )
Semenjak kita dibenarkan melalui iman, kita mempunyai damai dengan Allah melalui Kristus Yesus Tuhan ( Rom 5:1 )
Manusia dibenarkan bukan karena melakukan hukum taurat tetapi melalui iman di dalam Yesus Kristus ( Gal 2:16 )

Apa itu pembenaran “
Pembenaran adalah tindakan hukum dari Allah dimana Dia
Berpikir bahwa dosa-dosa diampuni dan kebenaran Kristus milik kita
Mendeklarasikan bahwa kita benar di mataNya

Pembenaran termasuk deklarasi hukum oleh Allah

Penggunaan kata pembenaran di dalam Alkitab mengindikasikan bahwa pembenaran adalah sebuah deklarasi hukum oleh Allah. Kata kerja membenarkan di dalam PB mempunyai arti yang luas tetapi yang yang paling umum adalah untuk mendeklarasikan benar.
Di dalam Roma 4:5 -> Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
Disini Paulus bukan berarti Allah membuat orang durhaka menjadi benar dengan mengubah mereka secara internal dan membuat mereka sempurna karena mereka akan mempunyai jasa atau pekerjaan mereka untuk bergantung. Tetapi Allah mendeklarasikan orang durhaka menjadi benar di mataNya bukan berdasarkan pekerjaan baik tetapi karena respon mereka dengan iman.

Ide pembenaran adalah deklarasi hukum ini dikontraskan dengan penghukuman. Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? ( Rom 8:33 )

Untuk menghakimi seseorang adalah untuk mendeklarasikan seseorang bersalah.kebalikannya adalah pembenaran yaitu untuk mendeklarasikan seseorang tidak bersalah. Tuduhan terhadap umat Allah, deklarasi kesalahan itu tidak bisa melawan deklarasi benar dari Allah.

Baca Ul 25:1 Apabila ada perselisihan di antara beberapa orang, lalu mereka pergi ke pengadilan, dan mereka diadili dengan dinyatakannya siapa yang benar dan siapa yang salah.
Pembenaran itu mendeklarasikan benar dan tidak bersalah. Penghakiman adalah mendeklarasikan salah.
Pembenaran itu bukan membuat seseorang menjadi baik secara internal atau baik di dalamnya.
Tindakan penghakiman orang berdosa tidak membuat orang itu menjadi jahat di dalam dirinnya. Ini hanya membuat orang itu bersalah

Allah mendeklarasikan kita benar di mataNya

Dengan deklarasi pembenaran secara hukum, Allah mendeklarasikan bahwa kita benar di mataNya
Ini ada 2 aspek
1. Dia mendeklarasikan bahwa kita tidak mempunyai penghukuman untuk dibayar atas dosa masa lalu, masa sekarang dan masa depan.
Tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Yesus Kristus
Baca Maz 32:1
Pembenaran ini melipui pengampunan dosa. Maz 103:12
Namun ini masih belum cukup sebab bila diampuni itu masih netral dan kita harus bergerak ke kebenaran positif dihadapan Allah, kebenaran dari sebuah hidup yang taat sempurna kepada dia.

Allah mendeklarasikan kita benar di pandanganNya
Dia menutupiku dengan jubah kebenaran ( Yes 61:10 )
Rom 3:21
Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."
Rom 4:6-8
“Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”Rom 4:3

Semua ini karena ketaatan satu manusia yaitu Yesus Kristus ( Rom 5:19 )

Allah dapat mendeklarasikan kita benar karena Dia memperhitungkan kebenaran Kristus bagi kita

Ini berarti Allah berpikir bahwa kebenaran Kristus adalah milik kita. Lihat Rom 4:3. Rom 4:6 diatas !
Di dalam hal ini kebenaran Kristus menjadi milik kita. Paulus mengatakan bahwa siapa yang menerima gift of righteousness ( Rom 5:17 )

Adam dan Kristus
Adam berdosa dan kesalahannya diperhitungkan kepada kita
Ketika Kristus menderita dan mati untuk dosa kita, dosa kita diperhitungkan kepada Kristus. Allah berpikir itu milik Kristus
Namun kebenaran Kristus diperhitungkan bagi kita dan Allah berpikir itu milik kita. Ini bukan kebenaran kita tetapi kebenaran Kristus yang diberikan secara Cuma-Cuma kepada kita.
Karena itu Kristus menjadi bijaksana kita, kebenaran kita, penyucian kita, dan penebusan kita. ( 1 Kor 1:30 )
Paulus mengatakan di dalam Fil 3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
Paulus sadar bahwa kebenaran kita dihadapan Allah bukan karena perbuatan dia tetapi karena kebenaran Allah yang datang melalui Yesus Kristus ( Rom 3:21-22 )

Pembenaran diberikan kepada kita seluruhnya oleh anugerah Allah bukan jasa kita

TIdak ada seorangpun yang benar dihadapan Allah ( Rom 1:18-3:20 )
Tidak ada seorangpun benar dengan melakukan hukum Taurat

Baca Ef 2:8-9
Anugerah ini dikontraskan dengan jasa.

Allah membenarkan kita melalui iman kita di dalam Kristus

Gal 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.”
Iman itu sarana untuk menerima. Iman bukan berarti iman kita berjasa. Tetapi adalah instrument untuk menerima pembenaran. Kita dibenarkan karena jasa Kristus.
Kita bukan dibenarkan oleh perbuatan.
Lalu bagaimana dengan kitab Yakobus ?

VI. Adopsi

Di dalam regenerasi Allah memberikan kehidupan rohani baru. Di dalam pembenaran Allah memberikan kita hak benar dihadapan Dia. Tetapi di dalam adopsi, Allah membuat kita keluarga Allah.

Adopsi adalah tindakan Allah dimana Dia membuat kita anggota keluargaNya

Baca Yoh 1:12
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya
Tetapi sebaliknya anak-anak yang tidak menjadi anak Allah adalah anak durhaka, orang yang patut dimurkai ( Ef 2:2-3 )

Di dalam PB dikatakan bahwa kita sekarang adalah anak Allah
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”
Rom 8:14-17

Hak istimewa dari adopsi

Mampu berbicara kepada Allah di surga dan berelasi denganNya sebagai Bapa
( Mat 6:9 ) Doa Bapa kami
Menyadari bahwa kita adalah bukan budak lagi tetapi anak
Relasi Allah sebagai Bapa adalah fondasi dari banyak berkat di dalam kehidupan orang percaya. Salah satu peran Allah yang paling intim adalah Dia adalah Bapa

Dia mengasihi kita dan Dia mengerti kita
Dia memelihara kita. Bapa surgawi memelihara.
Allah juga memberikan pemberianNya kepada kita. Bapa surgawi memberikan pemberian yang baik. ( Mat 7:11 )
Dia juga memberikan pemberian bukan saja di sekarang tetapi warisan di surga ( Gal 4:7 ), 1 Pet 1:3

Pengampunan dosa di dalam keluarga
Doa Bapa kami soal mengampuni adalah konteks keluarga. Kita tidak memerlukan pembenaran terus menerus sebab pembenaran sekali.

Hak istimewa dipimpin oleh Roh Kudus
Allah mendisiplinkan kita anakNya (Ibr 12:5-6 )
mempengaruhi bagaimana kita berelasi satu sama lain. Kita adalah satu keluarga Allah. Brother and sister in Christ -> Mempengaruhi doktrin gereja
Meniru Bapa di dalam kehidupan. Sempurna seperti bapa di surga. Mat 5:16

VII. Pengudusan ( Sanctification )

Pengudusan adalah pekerjaan progresif yang terjadi di dalam diri orang percaya.
Pengudusan adalah pekerjaan Allah dan manusia yang progresif yang membuat kita lebih dan lebih bebas daripada dosa dan menyerupai Kristus di dalam hidup kita

Perbedaan antara Pembenaran dan Pengudusan

Pembenaran Pengudusan
Berdiri secara hukum Pengudusan Internal
Sekali di dalam waktu Terus menerus selama hidup
Sepenuhnya pekerjaan Tuhan Kita bekerja sama
Sempurna di dalam hidup ini Tidak sempurna di dalam hidup ini
Sama pada setiap orang percaya Lebih tinggi pada beberapa orang percaya

Tahap-tahap pengudusan

Pengudusan mempunyai permulaan dengan kelahiran baru.

Perubahan moral terjadi di dalam hidup kita pada titik lahir baru. Paulus berkata mengenai penyucian lahir baru dan pembaharuan Roh Kudus ( Tit 3:5 ).
Sewaktu kita lahir baru kita tidak terus menerus berbuat dosa atau sebagai sebuah pola hidup karena kuasa hidup baru ada di dalam kita mencegah kita hidup dalam kehidupan yang berdosa ( 1 Yoh 3:19 )

Tahap permulaan pengudusan ini adalah mematahkan kuasa dan cinta akan dosa jadi orang percaya tidak lagi dikuasai atau didominasi oleh dosa atau tidak mencintai dosa.
Paulus mengatakan bahwa kamu harus menganggap dirimu mati terhadap dosa dan hidup kepada Allah di dalam Kristus Yesus …. Karena dosa tidak lagi berkuasa atas kamu ( Rom 6:11,14 ). Paulus mengatakan bahwa orang percaya sudah dibebaskan dari dosa ( Rom 6:18 ).
Mati terhadap dosa atau dibebaskan dari dosa adalah termasuk kuasa untuk mengalahkan tindakan dan pola dosa di dalam hidup kita.
Jangan dosa memerintah di dalam tubuh.
Dulu hamba dosa sekarang hamba kebenaran

Pengudusan meningkat di dalam hidup

From glory to glory ( 2 Kor 3:18 )
Kol 3:10 diperbaharui di dalam pengetahuan gambar khalikNya
Roma 12:1-2

Pengudusan selesai ketika kematian dan ketika Tuhan datang

Karena dosa masih tinggal di dalam hati walaupun kita orang percaya maka pengudusan kita juga tidak selesai di dalam hidup ini. Ketika kita mati dan bersama dengan Tuhan maka pengudusan terjadi secara sempurna karena kita dibebaskan dari dosa dan dibuat sempurna.
Pengudusan termasuk tubuh dan akan disempurnakan ketika kebangkitan tubuh.

Diagram pengudusan

Kesucian sempurna -> Glorifikasi
Mati

Bertumbuh dalam
Kesucian
Hidup orang percaya


Hamba dosa Pertobatan

Orang tidak percaya

Pengudusan tidak pernah selesai di dalam hidup ini

Sempurna seperti Bapa di surga sempurna ( Mat 5:48 )
We are saint who sin

Allah dan manusia bekerja sama di dalam proses pengudusan

Peran Allah
Allah Tritunggal adalah Allah yang menguduskan
Allah Bapa ( 1 Tes 5:23 ) mendisiplin ( Ibr 12:5-11 )
Allah Anak ( 1 Kor 1:30 ) sebagai teladan ( 1 Pet 2:21, 1 Yoh 2:6 )
Allah Roh Kudus ( 1 Pet 1:2, 2 Pet 2:13, Gal 5:22-23 )

Peran kita di dalam pengudusan
Selain pasif kita juga aktif di dalam pengudusan
Mematikan keinginan daging dan hidup bagi Kristus
Mengerjakan keselamatan dengan gentar
Menjauhkan dari kejahatan dan dosa -> hikmat

Pengudusan dengan means of grace -> Meditasi ( Maz 1:2 ), doa ( Ef 6:18, Fil 4:8 ), beribadah ( Ef 5:18-20 ), Bersaksi ( Mat 28:19-20 ), Bersekutu ( Ibr 10:24-25 ) dan pengendalian diri ( Gal 5:23 )

TRUST and OBEY

Pengudusan mempengaruhi seluruh pribadi

Intelek ( Rom 12:2, Kol 3:10 , Kol 1:10, 2 Kor 10:5 )
Emosi ( Gal 5:23, 1 Pet 2:11, 1 Yoh 2:15 )
Kehendak ( Fil 2:13 )
Roh ( 2 Kor 7:1, 1 Kor 7:34 )
Fisik ( 1 Tes 5:23 , Rom 6:24 )

Motivasi untuk ketaatan kepada Allah di dalam hidup orang Kristen
Mengasihi Tuhan

Indahnya dan bahagia dari pengudusan
Kerajaan Allah bukan soal makan dan minum tetapi soal kebenaran dan kedamaian dan sukacita di dalam Roh Kudus.

Semakin bertumbuh dalam Tuhan semakin bertumbuh di dalam joy and peace





Read More ....

Doktrin Keselamatan (I)

Doktrin Keselamatan
Jeffrey Lim

Kita semua sudah berdosa dan layak menerima penghukuman kekal dari Allah. Kristus mati bagi kita dan mendapatkan keselamatan bagi kita. Allah mengaplikasikan keselamatan untuk hidup kita.

Ada beberapa peristiwa yang terjadi di dalam keselamatan yang disebut juga ordo salutis atau order of salvation.
Election ( God’s choice of people to be saved )
The Gospel call ( proclaiming the message of the gospel )
Regeneration ( being born again )
Conversion ( Faith and repentance )
Justification ( Right legal standing )
Adoption ( Membership in God’s family )
Sanctification ( Right conduct of life )
Perseverance ( Remaining a Christian )
Death ( Going to be with the Lord )
Glorification ( Receiving a resurrection body )


2-6 dan bagian dari 7 terjadi ketika kita menjadi orang Kristen
7 dan 8 ada di dalam hidup ini.
9 ada di dalam akhir hidup.
10 terjadi ketika Kristus kembali

I.Election

Pemilihan adalah tindakan Allah sebelum ciptaan dimana Dia memilih beberapa orang untuk diselamatkan bukan berdasarkan jasa yang Dia lihat sebelumnya pada mereka tetapi hanya karena kedaulatan kesenangan Allah
A. Apakah PB mengajarkan predestinasi ?

Beberapa bagian di PB kelihatan menekankan Allah memilih orang yang akan diselamatkan. Contoh Lukas 13:48.
Baca juga Roma 8:28-30
Allah memilih Yakub bukan karena apa yang Yakub atau Esau lakukan tetapi karena keinginan Allah. Baca Rom 9:11-13

Fakta beberapa orang Israel diselamatkan tetapi yang lain tidak. Paulus mengatakan di dalam Rom 11:7 Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya.
Paulus mengajarkan adanya 2 group orang yaitu orang pilihan yang mendapatkan keselamatan dan orang bukan pilihan yang mengeraskan hati.

Di dalam kitab Efesus dikatakan bahwa Allah memilih sebelum dunia dijadikan ( Ef 1:4-6 )
Paulus menulis untuk orang peraya dan Dia secara spesifik berkata bahwa Allah memilih kita di dalam Kristus, ini merujuk kepada orang percaya secara umum. Ini sama dengan Ef 1:12.

Bandingkan 1 Tes 1:4-5, 2 Tes 2:13

Selain manusia ada dituliskan mengenai malaikat yang dipilih ( 1 Tim 5:21 )

Apa alasan Allah memilih kita ?
Paulus berkata mengenai alasan mengapa Allah menyelamatkan kita dan memanggil kita kepada diriNya sendiri adalah bukan karena pekerjaan kita tetapi karena tujuan Allah sendiri dan anugerah Allah yang tidak berjasa di dalam kekekalan. Lihat 2 Tim 1:9

Di dalam visi Yohanes di dalam wahyu ada orang yang namanya ditulis di buku kehidupan ( Why 13:7-8 ), ada yang namanya tidak dituliskan ( Why 17:8 )

B. Bagaimana PB menghadirkan pengajaran mengenai pemilihan ?

Sebagai penghiburan
Ketika Paulus meyakinkan orang Roma akan segala sesuatu yang Allah kerjakan untuk kebaikan mereka yang mengasihi Dia, yang dipanggil sesuai dengan tujuanNya ( Rom 8:28 ), Paulus memberikan pekerjaan Allah di dalam predestinasi sebagai alasan mengapa kita dapat diyakinkan kebenaran ini.

Sebagai alasan untuk memuji Allah
Baca Ef 1:5-6,12 , 1 Tes 1:2,4.

Sebagai dukungan untuk penginjilan
Baca 2 Tim 2:10

Pemilihan adalah tidak berkondisi

Yang tidak dipilih ?
Ketika kita mengerti pemilihan sebagai kedaulatan pemilihan Allah agar beberapa orang diselamatkan dan ada aspek dari pilihan ini yaitu keputusan Allah untuk melewati orang lain dan tidak menyelamatkan mereka. Ini adalah penolakan.

Penolakan -> keputusan Allah yang berdaulat sebelum ciptaan untuk melewati beberapa orang, di dalam kesedihan untuk tidak menyelamatkan mereka dan untuk menghukum mereka karena dosa mereka dan memanifestasikan keadilannya

Yudas mengajarkan beberapa orang yang tidak dipilih ….. di dalam Yudas 4
“Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah
kamu,yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah
orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk
melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan
Tuhan kita, Yesus Kristus.

Bdk Rom 11:7, 2 Pet 2:8
Aplikasi praktis dari Doktrin pemilihan
Menceritakan kepada orang Kristen bahwa dia menjadi orang Kristen karena Allah di dalam kekekalan sudah menentukan kasihNya kepada saya. Mengapa Dia memilih untuk mengasihi aku ? Bukan karena kebaikan di dalam saya tetapi karena Dia bermaksud untuk mengasihi saya. Tidak ada alasan lain.
Ini membuat kita rendah hati menyadari bahwa keselamatan kita adslaah karena anugerah Allah semata-mata. Jadi respon yang tepat dari kita adalah memberikan kepada Allah pujian yang kekal.

II. Panggilan Injil dan Panggilan Efektif

Roma 8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

DipanggilNya

Panggilan Efektif

Apa itu panggilan ?
Ketika Allah memanggil maka Dia memanggil umatNya :
Keluar dari kegelapan kepada terang ( 1 Pet 2:9 )
Kepada persekutuan dengan AnakNya ( 1 Kor 1:9 )
Kepada kerajaanNya dan kemuliaan ( 1 Tes 2:12 )
Milik Kristus ( Rom 1:6 )
Dipanggil menjadi orang kudus ( Rom 1:7, 1 Kor 1:2 )
Datang kepada wilayah damai ( 1 Kor 7:15 ), kebebasan ( Gal 5:23 ), pengharapan ( Ef 1:18; 4:4 ), kekudusan ( 1 Tes 4:7 ), kesabaran penderitaan ( 1 Pet 2:20 ) dan hidup yang kekal ( 1 Tim 6:12 )

Panggilan ini bukan hanya panggilan manusia di dalam penglihatannya tetapi adalah panggilan Raja alam semesta dan mempunyai kuasa.
Tindakan Allah yang penuh kuasa sering dipanggil dengan panggilan efektif.
Panggilan efektif dibedakan dengan panggilan umum dari undangan injil kepada semua orang dimana ada beberapa yang menolaknya.
Sesungguhnya panggilan Allah yang efektif datang bukan melalui kotbah manusia tetapi karena Paulus mengatakan “Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.”
2Tes 2:14

Ada yang mendengar panggilan umum dari pesan Injil dan tidak berespon. Tetapi di dalam beberapa kasus, panggilan Injil dibuat sangat efektif dengan pekerjaan dari Roh Kudus di dalam hati orang percaya dimana mereka berespon.

Panggilan efektif adalah tindakan Allah Bapa berkata melalui proklamsi Injil dimana Dia mengundang orang kepada diriNya dimana mereka berespon dengan iman yang menyelamatkan.

Orang diselamatkan dengan kuasa panggilan ini tidak terlepas dari keinginan mereka untuk berespon kepada Injil. Respon ini adalah sukarela dan sebuah respon dimana pribadi meletakkan kepercayaannya kepada Yesus.

Contoh panggilan Injil bekerja secara efektif adalah terlihat di dalam kunjungan Paulus pertama ke Filipi. ( Kis 16:14 )

Panggilan efektif adalah keseluruhan tindakan Allah dan panggilan Injil melalui perkataan manusia. Panggilan Injil ditujukan kepada semua orang bahkan kepada yang tidak menerimanya. Kadang-kadang dinamakan panggilan eksternal atau panggilan umum.
Sedangkan panggilan efektif adalah panggilan Allah yang membawa respon keinginan dari orang yang mendengarnya dan kadang dinamakan panggilan internal.
Panggilan Injil adalah umum dan seringkali ditolak, sedangkan panggilan efektif adalah tertentu, internal dan pasti efektif.

Elemen dari panggilan Injil

Penjelasan mengenai fakta keselamatan
Setiap orang datang kepada Kristus untuk keselamatan harus mempunyai pengertian dasar mengenai siapa Kristus dan bagaimana dia memenuhi kebutuhan kita untuk keselamatan.
Paling sedikit fakta :
Semua orang sudah berdosa ( Rom 3:28 )
Upah dosa ialah maut ( Rom 6:23 )
Kristus mati untuk membayar dosa kita ( Rom 5:8 )
Namun selain ini harus ada undangan untuk respon pribadi kepada individu yang akan bertobat dan percaya kepada Kristus

Undangan untuk berespon kepada Kristus secara pribadi di dalam pertobatan dan iman.
Ada undangan pribadi yang mencari respon pribadi dari yang mendengarnya.

Janji akan pengampunan dan hidup kekal

Pentingnya dari panggilan Injil

Kalau tidak ada panggilan Injil tidak ada yang diselamatkan ( Rom 10:14 )

III. Regenerasi
Apa artinya untuk lahir baru ?

Penjelasan : Regenerasi adalah tindakan Allah yang tersembunyi dimana Dia menamakan kehidupan rohani yang baru kepada kita. Ini sering dipanggil menjadi lahir baru ( Yoh 3:3-8 )

A. Regenerasi adalah secara total pekerjaan Allah

Pekerjaan regenasi adalah secara total pekerjaan Allah. Yoh 1:13.
Di dalam lahir baru, kita adalah pasif. Kita tidak memilih untuk lahir secara fisik dan juga kita tidak memilih untuk lahir secara rohani – ini sesuatu yang terjadi pada kita.
Pekerjaan Allah di dalam regenerasi diprediksikan di dalam nubuat Yehezkiel 36:26-27.
Yang mengerjakan lahir baru adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal yaitu Roh Kudus.

Apa hubungan antara panggilan efektif dan regenerasi ? Alkitab mengindikasikan bahwa regenerasi harus datang sebelum kita dapat berespon terhdap panggilan efektif dengan iman yang menyelamatkan.
Karena itu regenerasi datang sebelum hasil dari panggilan efektif ( iman )
Allah melahirbarukan kita pada saat Dia berbicara kepada kita di dalam panggilan efektif -> 1 Pet 1:23,25 & Yak 1:18
Ketika Injil datang kepada kita, Allah berbicara melalui hal itu untuk memanggil kita kepada dirinya ( panggilan efektif), dan memberikan kita kehidupan rohani yang baik sehingga kita mampu berespon di dalam iman.
Anugerah yang tidak dapat ditolak dihubungkan dengan hal ini

B. Natur mengenai lahir baru adalah misterius bagi kita

Kita tahu bahwa kita adalah mati secara rohani ( Ef 2:1 ) dan hidup kepada Allah dan kita sudah lahir baru ( Yoh 3:3,7 , Ef 2:5, Kol 2:13 ). Tetapi kita tidak mengerti bagaimana hal ini terjadi dan apa yang Allah lakukan secara tepat untuk memberikan kehidupan rohani kita yang baru. ( Yoh 3:8 )
Alkitab memandang bahwa lahir baru mempengaruhi kita secara keseluruhan pribadi.
Regenerasi adalah pekerjaan yang instant.
Ini terjadi secara sekali

C. Regenerasi terjadi sebelum iman yang menyelamatkan

Bdk Yoh 3:5.

D. Lahir baru yang sejati membawa hasil di dalam hidup
1. Orang yang lahir dari Allah tidak terus menerus berbuat dosa ( 1 Yoh 3:9 )
2. Yang lahir dari Allah akan mengasihi ( 1 Yoh 4:7 )
3. Yang lahir dari Allah mengalahkan dunia ( 1 Yoh 5:3-5 )
4. Yang lahir dari Allah dilindungi dari setan ( 1 Yoh 5:18 ) karena ada roh kudus yang lebih besar daripada roh di dalam dunia ( 1 Yoh 4:4 )
5. Ada buah-buah roh ( Gal 5:22-23 )

IV. Conversion ( Iman dan Pertobatan )
Apa pertobatan yang sejati ? Apa itu iman yang menyelamatkan ? Dapatkah orang menerima Kristus sebagai Juru selamat dan bukan sebagai Tuhan ?

Conversion adalah respon kita secara berkeinginan kepada panggilan injil dimana kita secara jujur bertobat dari dosa-dosa dan menempatkan percaya kita di dalam Kristus untuk keselamatan.

Kata conversion berarti “berbalik” – ini adalah pembalikan spiritual, berbalik dari dosa kepada Kristus. Berbalik dari dosa disebut pertobatan. Berbalik kepada Kristus disebut iman.

A. Iman sejati yang menyelamatkan termasuk pengetahuan, persetujuan dan kepercayaan

Pengetahuan saja tidak cukup.
Iman yang menyelamatkan lebih dari sekedar pengetahuan. Setan pun tahu fakta ini. ( Yak 2:19 )

Pengetahuan dan persetujuan tidak cukup
Nikodemus tahu Yesus dari Allah dan setuju tetapi bukan berarti dia mempunyai iman yang menyelamatkan
Iman ada aspek kepercayaan

Iman yang menyelamatkan adalah percaya kepada Yesus Kristus sebagai pribadi yang hidup untuk pengampunan dosa dan untuk hidup yang kekal dengan Allah

Iman seharusnya bertambah seperti pengetahuan kita bertambah
Iman timbul dari pendengaran akan Firman ( Rom 10:17 )

B. Iman dan pertobatan harus datang bersama-sama

Pertobatan adalah kesedihan yang dalam terhadap dosa dan menolaknya dan komitmen untuk meninggalkannya dan berjalan di dalam ketaatan kepada Kristus
Pertobatan meliputi pengertian rasio, persetujuan emosi mengenai pengajaran Alkitab mengenai dosa, dan kehendak untuk meninggalkannya.
Pertobatan yang sungguh-sungguh merubah hidup.
Perubahan hidup adalah buah pertobatan

Perasaan sedih untuk satu perbuatan tidak berarti pertobatan sejati kita tidak disertai dengan keputusan tulus untuk meninggalkan dosa.

Baca Yes 55:6-7
Kita menerima keselamatan dan bertobat dengan iman
Iman yang sejati disertai dengan pertobatan sejati.

C. Baik iman dan pertobatan terjadi terus menerus sepanjang hidup

Read More ....

Doktrin Roh Kudus

Doktrin Roh Kudus
Jeffrey Lim

Roh Kudus, Roh Allah, Roh Kebenaran, Roh Kristus, Roh Tuhan.
Pada bagian ini kita akan membahas pekerjaan dari Roh Kudus
Pekerjaan Roh Kudus adalah manifestasi dari kehadiran aktif dari Allah di dalam dunia terutama di dalam gereja.
Roh Kudus adalah anggota Tritunggal yang Alkitab sering hadirkan sebgai oknum yang melakukan pekerjaan Allah di dalam dunia. Ini benar di dalam seluruh Alkitab terutama di dalam jaman perjanjian Baru.

Dari sejak permulaan penciptaan, Roh Kudus menyelesaikan dan menopang apa yang Allah Bapa sudah rancang dan Allah Anak sudah mulai. Di dalam Kej 1:2 “Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air”
Pada saat Pentakosta, Roh Kudus memberikan kuasa kepada gereja ( Kis 1:8, 2:4, 17-18 ).
Paulus membicarakan Roh Kudus sebagai karunia sulung ( Rom 8:23 )
Dan sebagai jaminan ( 2 Kor 1:22, 5:5 ) Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

Di dalam PL, kehadiran Roh Kudus membawa berkat besar dari Allah. Yesaya memprediksikan ketika Roh Kudus membawa kebangunan :
Sebab purimu sudah ditinggalkan dan keramaian kotamu sudah berubah menjadi kesepian. Bukit dan Menara sudah menjadi tanah rata untuk selama-lamanya, menjadi tempat kegirangan bagi keledai hutan dan tempat makan rumput bagi kawanan binatang. Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman. (Yes 32:14-18 )
Allah menubuatkan melalui Yesaya kepada Yakub “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.
Yes 44:3”
Dengan kontras, kepergian Roh Kudus menghilangkan berkat dari Allah kepada umat
“Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka. “ ( Yes 63:10 )

Beberapa nubuat di PL memprediksikan ketika Allah akan membuat perjanjian Baru dengan umatNya ( Yeh 36:26-27; 37:14; 39:29; Yoel 2:28-29 )
Bagaimana Roh Kudus memberikan berkat Allah ?
A. Roh Kudus memberikan kekuatan
1. Roh Kudus memberikan hidup
Di dalam alam, peran dari Roh Kudus adalah memberikan hidup kepada ciptaan baik yang dibawah tanah, atau di langit atau dilaut. ( Maz 104:30 ). Sebaliknya jika Allah : “Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya,
maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu. ( Ayb 34:14-15 )
Roh Kudus adalah memberikan hidup dan menopang hidup.
Paralel dengan ini peran dari Roh Kudus adalah memberikan kita hidup baru di dalam kelahiran baru. Yesus mengatakan kepada Nikodemus “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali” ( Yoh 3:6-7 )
Yoh 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Konsisten dengan fungsi memberikan hidup dari Roh Kudus adalah kenyataan bahwa Roh Kudus adalah yang melahirkan Yesus di dalam rahim Maria ( Matius 1:18,20; Lukas 1:35 ).
Pada hari ketika Kristus kembali, Roh Kudus akan menyelesaikan pekerjaan memberikan hidup dengan memberikan kebangkitan hidup baru kepada tubuh kita yang akan binasa.
Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. ( Roma 8:11 )

2. Roh Kudus memberikan kekuatan untuk pelayanan
a. Di dalam PL, Roh Kudus secara sering memberikan kemampuan kepada orang-orang untuk pelayanan. RK memberikan kekuatan kepada Yosua dengan kemampuan kepemimpinan dan bijaksana ( Ul 27:18, Ul 34:9 ) dan memberikan kekuatan hakim-hakim untuk membebaskan Israel dari penindas ( Hak 3:10, 6:34, 11:29, 13:25, 14:6, 19, 15:14 ). RK datang kepada Saul untuk membangkitkan dia untuk berperang melawan musuh Israel ( 1 Sam 11:6 ) dan ketika Daud diurapi sebagai raja, RK turun ke atasnya ( 1 Sam 16:13 ) untuk memperlengkapi Daud memenuhi tugas raja yang Allah sudah memanggil dia.
Roh Kudus memenuhi Bezaleel bin Uri bin Hur,”dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.” Kel 31:3-5
Dan kemampuan untuk mengajar kemampuan ini kepada orang lain ( Kel 35:34 )

Roh Kudus mengurapi Mesias dengan kepenuhan kuasa.
Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; (Yes 11:2 )
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Yes 42:1
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
Yes 61:1

b. Di dalam PB
Pekerjaan dari Roh Kudus di dalam PB terlihat paling pertama dan paling penuh di dalam pengurapan dan penguatan Yesus sebagai Mesias. Roh Kudus turun kepada Yesus pada saat baptisanNya ( Mat 3:16, Mrk 1:11, Luk 3:22, Yoh 1:32 ).
Yesus memasuki ke pencobaan di padang gurun dengan penuh dengan Roh Kudus ( Luk 4:1 ) dan setelah pencobaannya dan diawal pelayananNya, Yesus kembali di dalam kuasa Roh Kudus ke Galilea ( Luk 4:14 )
Di dalam Lukas ketika Yesus datang berkotbah di sinagoge, Dia mendeklarasikan menggenapi nubuat Yesaya ( Luk 4:18-19 )
Kuasa dari Roh Kudus di dalam kehidupan Yesus terlihat dengan mujizat dimana Dia mengusir setan dengan firman dan menyembuhkan mereka yang datang kepadaNya ( Luk 4:36, 40-41 )
Roh Kudus senang tinggal di dalam Yesus dan memberikan kekuatan kepadaNya karena Dia menikmati kemurnian moral dari kehidupan Yesus. Di dalam konteks pelayananNya dan berkat Bapa kepada pelayanan Yesus, Yesus mengatakan “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Yoh 3:34-35
Yesus mempunyai urapan Roh Kudus tanap batas dan urapan ini tetap tinggal di dalam Dia ( Yoh 1:32, Kis 10:38 )

Roh Kudus juga menguatkan murid-murid Yesus untuk melakukan pelayanan. Yesus berjanji kepada mereka.
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kis 1:8
Aspek lain dari memberikan kekuatan kepada orang Kristen untuk pelayanan, aktivitas Roh Kudus adalah memberikan karunia rohani untuk mempersiapkan orang percaya untuk pelayanan.
Baca 1 Kor 12:11
Karunia rohani adalah manifestasi dari Roh Kudus ( 1 Kor 12:7 )
Ketika karunia rohani aktif, ini adalah indikasi kehadiran Allah Roh Kudus di dalam gereja.
Di dalam doa orang percaya, kita menemukan bahwa Roh Kudus memperkuat doa dan membuatnya efektif.
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Rom 8:26
Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Ef 2:18
B. Roh Kudus menyucikan
Roh Kudus dipanggil Roh KUDUS jadi salah satu peran dia yang utama adalah menyucikan kita dari dosa dan untuk menguduskan kita atau membuat kita lebih suci di dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika seseorang menjadi orang percaya, Roh Kudus melakukan pembersihan di dalam mereka, membuat keputusan mematahkan pola dosa yang ada di dalam hidup mereka.
Paulus mengatakan kepada jemaat Korintus “Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita. “ 1 Kor 6:11
Roh Kudus juga membuat kita bertumbuh di dalam kesucian hidup. Dia membawa buah-buah Roh di dalam diri kita. Semua ini ada di dalam Gal 5:22-23, semua kualitas yang merefleksikan karakter Allah. Ketika kita secara terus menerus diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan, kita harus mengingatkan bahwa ini datang dari Tuhan yang adalah Roh ( 2 Kor 3:18 ).
Penyucian datang dengan kuasa Roh Kudus ( 2 Tes 2:13, 1 Pet 1:2, Rom 8:4, 15-16 ). Dengan Roh maka kita mampu untuk mematikan perbuatan tubuh dan bertumbuh di dalam kesucian pribadi ( Rom 8:13, 7:6, Fil 1:19 )

C. Roh Kudus menyatakan
1. Wahyu kepada nabi dan rasul
Roh Kudus menyatakan Firman kepada nabi PL dan rasul PB sehingga Firman ini dapat menjadi Alkitab. Keseluruhan Firman Tuhan PL adalah karena manusia berbicara dari Allah ( Roh Kudus ) ( 2 Pet 1:21 ).
Rasul PB dan yang menulis PB dipimpin ke dalam seluruh kebenaran oleh Roh Kudus ( Yoh 16:13 ). Roh Kudus juga berkata kepada rasul apa yang Dia dengar dari Bapa dan Anak dan mengatakan hal-hal yang akan datang ( Yoh 16:3, Ef 3:5 )
2.Memberikan bukti kehadiran Allah
Roh Kudus meninggikan Yesus ( Yoh 16:14 ) dan menyaksikan Dia ( Yoh 15:26 , Kis 5:31, 1 Yoh 2:3, 1 Yoh 4:2 ). Alkitab juga berbicara pekerjaan Roh Kudus dan membuat pekerjaanNya dikenal. Alkitab itu sendiri dibicarakan dan diinspirasikan oleh Roh Kudus.

3. Roh Kudus memimpin dan mengarahkan umat Allah
DI dalam PB, Yesus dibawa Roh menuju ke padang gurun untuk dicobai ( Mat 4:1 dan Luk 4:1, Mark 1:12 )
Di dalam konteks lain, Roh Kudus memberikan perintah langsung untuk memimpin orang dan berkata kepada Filipus di dalam Kis 8:29 atau kepada Petrus untuk pergi ke rumah Kornelius dengan 3 orang ( Kis 10:19-20; Kis 11:12 ) atau mengarahkan orang Kristen di dalam Antiokhia untuk berpisah dengan Paulus dan Barnabas untuk pekerjaan Allah ( Kis 13:2 ).

Roh Kudus memimpin hari demi hari ( Rom 8:14, Gal 5:18 ) dan orang percaya harus berjalan menurut Roh ( Rom 8:4, Gal 5:16 ).
Baca Gal 5:16-26
4. Roh Kudus menyediakan karakter dan atmosfir yang seperti Allah ketika Dia memanifestasikan kehadiranNya
Karena Roh Kudus adalah sungguh-sungguh Allah dan berbagian di dalam seluruh atribut Allah, maka pengaruhNya akan membawa karakter atau atmosfir yang seperti Allah untuk situasi dimana Dia aktif. Karena Dia adalah Roh Kudus, Dia menyakinkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman ( Yoh 16:8-11 ). Karena Allah adalah kasih maka Roh Kudus mencurahkan kasih Allah kepada hati kita ( Rom 5:5; 15:30; Kol 1:8 ) dan sering kehadiran Roh Kudus dimanifestasikan didalam kasih.
Karena Allah adalah Allah sumber damai sejahtera, Roh Kudus membawa damai kepada situasi-situasi.
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Rom 14:17
Roh Kudus juga menanamkan atmosfir damai sejahtera ( Kis 13:52, 1 Tes 1:6 ). Kualitas seperti Allah yang dihasilkan oleh Roh Kudus ada di dalam buah-buah Roh dalam Gal 5:22-23.

Elemen dari atmosfir lain yang Roh Kudus dapat tanamkan adalah kebenaran ( Yoh 14:17; 15:26 ), kebijaksanaan ( Ul 34:9; Yes 11:12 ). Penghiburan ( Kis 9:31 ), Kebebasan ( 2 Kor 3:17 ), kebenaran ( Rom 14:17 ), Pengharapan ( Rom 15:13, Gal 5:5 ), kesadaran akan sebagai anak atau adopsi ( Rom 8:15-16; Gal 4:5-6 ) bahkan kemuliaan ( 2 Kor 3:8 ). Roh Kudus juga membawa persatuan ( Ef 4:3 ) dan kuasa ( Kis 1:18; 1 Kor 2:4 ).

5. Roh Kudus memberikan jaminan.
Roh Kudus bersaksi dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah ( Rom 8:16 ) dan memberikan bukti pekerjaan Allah di dalam kita “Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.”
1 Yoh 3:24
Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 1 Yoh 4:13

6. Roh Kudus mengajar dan mengiluminasikan
Aspek lain dari Roh Kudus adalah menyatakan pengajaran hal-hal tertentu kepada umat Allah dan mengiluminasikan mereka supaya mereka mengerti hal-hal tertentu.
Yesus berjanji bahwa Roh Kudus akan mengajarkan kamu segala sesautu dan akan mengingatkan apa yang pernah Ia katakan ( Yoh 14:26 ). Dan juga Roh Kudus akan memimpin orang kedalam seluruh kebenaran ( Yoh 16:13 ).
Ketika di dalam bahaya penganiayaan, Roh Kudus akan mengajarkan kepada mereka apa yang harus dikatakan ( Luk 12:12, Mat 10:20, Mark 13:11 )

Pekerjaan iluminasi dari Roh Kudus dinyatakan ketika Dia memampukan kita untuk mengerti. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. 1 Kor 2:12

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 1 Kor 2:14

Kita harus berdoa supaya Roh Kudus memberikan iluminasi sehingga membuat kita mengerti secara benar ketika kita belajar Alkitab atau situasi di dalam hidup kita.
Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.
Mzm 119:18
dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, Ef 1:17-19

Read More ....
Powered By Blogger

LIMPINGEN BLOG