Thursday, April 05, 2007

Hamba Tuhan yang menderita dan dimuliakan

Hamba Tuhan yang menderita dan dimuliakan
Renungan dari Yesaya 52:13-53:12

Kitab Yesaya dibagi menjadi 2 bagian yaitu Yesaya 1-39 dan 40-66. Yesaya 1-39 lebih banyak berisi mengenai penghukuman tetapi Yesaya 40-66 berisi berita penghiburan. Dibuka dengan Yesaya 40 dengan kalimat hiburkanlah, hiburkanlah. Di dalam Yesaya ini ada 4 servants songs. 4 Servant songs ini adalah nyanyian hamba. Hamba Tuhan ini unik dan akan melaksanakan misinya di dalam konteks penghiburan bagi umat berdosa dan yang kita hendak bahas adalah servants songs yang terakhir.


Hamba Tuhan yang akan kita bahas adalah hamba Tuhan yang menderita. Hamba Tuhan ini berbeda dengan Israel yang tidak setia. Hamba ini adalah hamba yang setia. Ternyata hamba Tuhan ini adalah hamba Tuhan yang menderita.
Tetapi hamba ini adalah hamba yang akan berhasil ( act wisely ). Di dalam istilah Ibrani, hamba ini akan berhasil dan dihadiahi karena memiliki pengertian dan melakukan kehendak Allah. Permulaan dari servant songs ini adalah positif bahwa hamba Tuhan akan berhasil dan juga akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan ( will be raised, and lifted up and highly exalted ) . Di dalam bahasa Ibraninya adalah merupakan peristiwa peninggian hamba tersebut yaitu : kebangkitan, kenaikan dan pemuliaan. Dibangkitkan berarti bangkit dari mati. Ini Hamba Tuhan yang bangkit akan naik dan dimuliakan. Hamba Tuhan ini adalah figur yang dimuliakan.
Tetapi sebelum peristiwa pemuliaan ini ada tragedy bahwa hamba Tuhan ini mengalami penderitaan yang sangat berat. Dikatakan banyak orang akan tertegun melihat dia, begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi dan tampaknya bukan seperti anak manusia. Penderitaan dari hamba Tuhan ini membuatnya tidak dikenali sebagai manusia. Penderitaan macam apa yang begitu berat sampai tidak dikenali sebagai manusia ?
Hamba ini akan mebuat tercengang banyak bangsa. Raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia. Ini adalah tanda kagum. Karena apa yang tidak diceritakan kepada mereka yaitu yang akan kita lihat di dalam Yes 53 akan mereka lihat dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. Mereka memahami hikmat Allah melalui hamba Tuhan yang akan membenarkan banyak orang ini.
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar ? Jawabannya sedikit pasti ! Kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan ? Pertanyaan retorik ini mengharapkan jawaban negatif. Walaupun banyak bangsa akan percaya, kebanyakan tidak. Kami disini adalah referensi kepada orang pilihan Israel.
Sebagai taruk hamba Tuhan tumbuh dihadapan Tuhan. Taruk keluar dari tanaman atau akar dari tumbuhan utama. Yesaya mengatakan bahwa hamba Tuhan ini akan keluar dari tunas Isai. Isai adalah bapanya Daud. Metafora ini mengindikasikan bahwa hamba akan keluar dari Israel dan akan lahir dari kerendahan hati.
Sebagai tunas dari tanah kering. Ini berarti tidak menjanjikan. Dia juga tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak sehingga kita menginginkannya. Di dalam pengertian manusia, hamba ini bukan figur yang mengesankan. Dia hanyalah seorang manusia biasa yang tidak mengesankan bahkan datang dengan kerendahan. Dia bukan seorang yang high profile tetapi low profile.
Hamba Tuhan ini dihina dan dihindari orang. Hamba Tuhan ditolak oleh manusia. Dia seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan. Hamba Tuhan mengalami kesakitan dan penderitaan dari manusia. Dia sangat dihina sehingga orang menutup mukanya. Dia dibenci banyak orang. Padahal dia berbuat baik. Menyembuhkan orang banyak. Mengajarkan mengenai kasih. Tetapi dibenci orang. Bagaimana rasanya kalau dibenci banyak orang ?
Tetapi Alkitab mengatakan bahwa sesungguhnya hamba Tuhan ini menanggung kelemahan kita dan kesengsaraan kita. Hamba Tuhan menderita dihukum untuk dosa kita dan menghilangkan konsekuensi dosa dari kita.
Orang mengira hamba Tuhan ini dikutuk Tuhan dan kena tulah. Karena ada tertulis terkutuklah orang yang tergantung di kayu salib. Dikayu salib adalah ditolak oleh Allah dan manusia. Dikayu salib berarti dikutuk. Namun Hamba Tuhan mati untuk dosa orang lain bukan karena dosanya. Hamba Tuhan ini ditikam oleh karena pemberontakan kita umat manusia kepada Allah. Dia yang kena penghukuman karena kita. Dia diremukkan oleh karena kesalahan kita. Dia menderita karena dosa orang pilihan.
Untuk siapakah Dia mati ? Untuk kita yang seperti domba sesat yang mengambil jalannya sendiri. Kita semua seperti domba yang mengambil jalan sendiri. Domba itu punya kebiasaan tidak bisa menentukan arah. Ini melukiskan umat manusia yang sesat. Tetapi Yahweh sudah menimpakan kepadanya kesalahan dan kejahatan kita semua.
Hamba Tuhan ini dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, seperti induk domba yang kelu didepan orang-orang yang menggunting mulutnya, ia tidak membuka mulutnya. Ada beberapa pelajaran disini. Hamba Tuhan tidak membuka mulut dan Dia berdiam ketika menderita. Dia menahan sakit. Hamba Tuhan juga adalah domba Allah yang dikorbankan untuk pengampunan dosa. Dia taat dan taat dengan berdiam diri menanggun penderitaan. Ketaatan pasif menderita dan menerima penderitaan dan ketaatan aktif menjalankan hukum Allah.
Dengan penghukuman maka hamba Tuhan ini mati. Dia terputus dari negeri orang-orang hidup dan Alkitab mencatat karena pemberontakan umat Tuhan yaitu kita maka hamba Tuhan ini menderita kena tulah.
Walaupun hamba Tuhan ini baik dan orang yang saleh tetapi dia mati dan disangka seorang kriminal. Dia bahkan mati diantara para penjahat. Padahal Dia tidak salah dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
Yahweh berkehendak untuk meremukkan hamba Tuhan ini dengan kesakitan dan Yahweh menjadikan Dia kotban penebus salah. Korban penebus salah adalah untuk membuat pengembalian untuk kerusakan yang dilakukan melawan Tuhan.
Tetapi hamba Tuhan ini akan melihat keturunannya umurnya akan lanjut. Berarti Hamba Tuhan ini akan hidup kembali. Mengapa kalau Dia sudah mati bisa melihat ? Berarti Dia hidup. Hamba Tuhan ini tidak punya keturunan jasmani. Tetapi keturunannya ini adalah keturunanya secara rohani yang dilahirkan dari kematian hamba Tuhan ini. Dan hamba Tuhan ini melaksakan kehendak Yahweh.
Sesudah penderitaan jiwanya maka hamba Tuhan ini akan melihat terang hidup. Dia akan bangkit dan hamba Tuhan ini akan puas. Dan hamba Tuhan ini sebagai orang benar akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya. Kita orang berdosa adalah orang yang bersalah dihadapan Allah. Kita tidak melaksanakan hukum Allah. Kita seharusnya dihukum Allah. Tetapi hamba Tuhan ini mati bagi kita dan oleh karena hamba Tuhan ini benar maka Dia membenarkan kita. Kita tidak lagi berdosa dihadapan Allah melainkan benar dihadapan Allah. Semua ini karena karya hamba Tuhan ini. Hamba Tuhan ini memikul kejahatan kita dan membenarkan kita.
Sesudah itu Yahweh akan memberikan hamba Tuhan ini orang-orang besar sebagai rampasan dan hamba Tuhan ini akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Sebagai seorang Raja besar, Yahweh membagi hasil kemenangan dari hambaNya. Hamba Tuhan ini akan menang dan dikontraskan dengan kerendahan hatinya di dalam kematian.
Semua rampasan ini diberikan sebagai ganti karena hamba Tuhan ini telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung diantara pemberontak-pemberontak.
Satu hal yang indah bahwa hamba Tuhan ini menanggung dosa orang banyak dan berdosa untuk para pemberontak-pemberontak. Di kayu salib, Hamba Tuhan ini pernah berdoa “Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.
Hamba Tuhan ini adalah Yesus Kristus. Hamba Tuhan ini adalah hamba Tuhan yang menderita. Penderitaan Dia terbesar dilukiskan di dalam kalimat “Allahku Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku ?” ( Lihat Maz 22 )
Mari kita renungkan kalimat ini
Kristus bergumul dengan masalah ditinggalkan oleh Allah Bapa. Perasaan kesendirian muncul di dalam diri-Nya. Tidak ada yang menemaninya, termasuk Allah Bapa. Bapa pun sampai meninggalkan-Nya sendirian di kayu salib. Singkatnya, sangat-sangat kesepian. Timbul satu perasaan kesendirian yang tiada taranya. Biasakah engkau turut merasakannya ? Bagaimana tidak, sepanjang hidup-Nya Yesus menjalankan tugas agung dan mulia? Dia mengajarkan kebenaran dan keadilan. Dia mempraktekkan kebenaran dan keadilan. Tak sekalipun dalam hidup-Nya Dia berbuat yg tak benar dan tak adil. Kini, apa hasilnya? Air susu dibalas air tuba! Yesus harus mati begitu tragis, yakni dengan penyaliban. Tidak adakah cara kematian lain yang lebih wajar dan manusiawi? Dia harus mati dengan terhitung sebagai seorang penjahat besar padahal tak satu kesalahan kecil pun yang pernah diperbuat-Nya. Mengapa Allah Bapa sendiri tidak peduli pada-Nya? Mengapa Bapa meninggalkan-Nya seorang diri?
Jangan lupa pula bahwa seruan itu diteriakan-Nya dengan suara nyaring. Di satu pihak memang penyaliban itu sangat menyakitkan tubuh jasmani-Nya. Terpaku, kehausan, darah sedikit demi sedikit mengalir sebelum akhirnya habis. Akan tetapi, hati batiniah-Nyalah yang lebih sakit, ditinggalkan seorang diri bahkan juga termasuk oleh Allah Bapa. Betapa memilukan hati! Kesendirian yang tiada tara!

Kristus ditinggalkan satu demi satu
Setelah memulai karya-Nya mengajar berkeliling, banyak orang mulai mengikuti-Nya. Kelemahlembutan-Nya menyegarkan jiwa banyak orang yang sedang merana. Penyembuhan penyakit, pengusiran setan, mujizat demi mujizat membuat khalayak ramai berbondong-bondong mengikuti-Nya. Namun, perlahan-lahan satu per satu mulai meninggalkan-Nya.
Manakala Dia mengingatkan banyak orang akan segala resiko mengikuti-Nya maka orang-orang mulai mengundurkan diri. Di taman Getsemani, Dia bergumul seorang diri. Pada saat keringat-Nya mengalir seperti darah, Petrus, Yakobus dan Yohanes, tiga orang yang menemani di Getsemani, tidur terlelap. Justru di saat-saat hati-Nya amat sedih, seperti mau mati rasanya, ketiga murid-Nya tidak mampu berjaga-jaga. Yesus dibiarkan bergumul sendirian.
Sepanjang pelayanan sekitar tiga setengah tahun, Dia disertai dua belas orang murid. Kedua belas orang murid itu selalu mengiringi-Nya ke mana pun Dia pergi. Akan tetapi, salah seorang di antara murid-Nya itu akhirnya mengkhianati-Nya. Yudas begitu tega menjual Yesus dengan harga dua ratus keping uang perak. Seorang guru dikhianati oleh muridnya sendiri. Betapa pedih hati-Nya!
Salah seorang murid-Nya pernah bersumpah setia untuk berbela-Nya sampai mati. Sumpah itu dibuktikan oleh sang murid, yakni Petrus, dengan memotong telinga Malkhus, seorang perwira yang menangkap-Nya. Namun, tidak lama berselang, sang murid menyangkal dan mengutuk bahwa dia tidak pernah mengenal Yesus. Tidak tanggung-tanggung, penyangkalan itu sampai dilontarkan tiga kali. Baru tatkala ayam berkokok, Petrus menyadari dan menyesal atas kepengecutannya. Pil pahit berupa penyangkalan dari Simon Petrus harus ditelan-Nya. Bagaimana mungkin hati-Nya tidak hancur?
Sewaktu memasuki Yerusalem dengan menunggangi keledai, Dia disambut meriah. Banyak orang menghamparkan pakaian mereka di jalan dan melambai-lambaikan daun. Salam kebesaran dipersembahkan pada-Nya: Hosana bagi anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Sambutan hangat itu begitu membesarkan hati-Nya. Akan tetapi, hampir dapat dipastikan, sebagian orang itu kemudian berbalik menentang-Nya. Kali ini mereka mengganti sambutan kehormatan itu dengan sumpah serapah. Maka terdengarlah teriakan penghinaan: Salibkan Dia! Salibkan Dia! Salibkan Dia! Awalnya Dia diterima tapi akhirnya ditolak. Kembali Yesus ditinggalkan seorang diri.
Satu demi satu meninggalkan Yesus. Kesendirian-Nya mencapai titik kulminasi pada saat Dia berseru: «Eli, Eli, lama sabakhtani?” Allah Bapa di Surga pun meninggalkan-Nya. Dan jangan lupa, seruan itu diucapkan dengan suara nyaring. Betapa sepi kesendirian-Nya kala itu! Kesendirian yang tiada tara. Kesendirian itu sudah tak tertahankan. Di kayu salib, menjelang kematian-Nya, Yesus merasakan sunyi…, sepi…, sendiri ….
Hamba Tuhan Yesus Kristus ini mengalami perendahan dan diremukkan tetapi setelah itu diangkat dan menang. Setelah mengalami penderitaan maka hamba TUhan ini dimuliakan. Ini seperti di dalam Filipi 2:6-11
Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama seperti manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati bahkan sampai mati dikayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada dibawah bumi, dan segala lidah mengaku “Yesus Kristus adlaah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah, Bapa !.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou, 5 April 2007






Read More ....

Ibadah di dalam PL dan PB

Ibadah di dalam Perjanjian Lama dan Baru
Jeffrey Lim

“Sebab itu marilah kita oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban ucapan syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan namaNya” ( Ibrani 13:15 )

Mengapa ibadah di PL berbeda dengan ibadah di PB ? Mengapa ada perubahan sistem ibadah ? Di dalam ibadah PL, adanya korban, adanya imam, adanya tirai, adanya bait Allah dan adanya ruang maha kudus. Kemudian ibadah mereka adalah dengan mempersembahkan korban melalui para imam sebagai pengantara Allah dan manusia. Di dalam ibadah PL adanya darah domba yang dicurahkan. Masih banyak peraturan di dalam Ibadah PL tetapi Mengapa semua ini sudah tidak ada lagi ?

Kalau kita melihat ibadah di perjanjian baru, Ibadah di perjanjian baru adalah kita memuji Tuhan di dalam rumah Tuhan dan mendengarkan Firman Tuhan. Pusat dari ibadah adalah Firman dan pujian. Mengapa tidak ada korban, tidak ada imam, tidak ada domba ?
Jawabannya karena ibadah di dalam PL adalah bayang-bayang dan ibadah di dalam PB sudah menemukan realitasnya. Di dalam PL domba itu adalah korban yang darahnya harus dicurahkan untuk pengampunan dosa umat. Domba ini melambangkan Yesus Kristus yang darahNya dicurahkan di kayu salib untuk mengampuni dosa manusia. Kemudian imam yang mempersembahkan adalah pengantara antara Allah dan manusia. Ini adalah bayang-bayang yang menemui realitasnya di dalam Kristus sebagai imam besar agung yang masuk ke dalam ruang maha kudus di surga untuk mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban. Ketika Yesus mati di kayu salib maka tirai bait Allah terbelah menjadi dua yang menandakan bahwa tidak ada pemisahan antara Allah dan manusia sebab Kristus sudah mati bagi dosa manusia sehingga manusia dapat berdamai dengan Dia.
Ibadah PL demikian serius dan ada tirai pemisah antara Allah dengan manusia, tetapi didalam PB, tirai itu sudah tidak ada dan karena itu ada persekutuan antara Allah dan manusia melalui darah Yesus. Maka umat pun bersyukur dan memuji Tuhan. Sekarang korban yang ada di dalam PB hanyalah korban ucapan syukur kepada Allah yaitu ucapan bibir yang memuliakan namaNya.
Puji Tuhan bahwa bayang-bayang di PL sudah menemukan realitasnya di PB. Kita sekarang bersyukur boleh beribadah kepada Tuhan dengan hati nurani yang sudah disucikan oleh darah Yesus. Marilah kita datang ke hadiratNya dan membawakan pujian dan ucapan syukur.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou, 26 Maret 2007
Sehabis menyelesaikan kitab Ibrani

Read More ....

Bekerja dan Beristirahat

Bekerja dan beristirahat.
Jeffrey Lim

Eksposisi Kejadian 1:31-2:1-3

“Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya” ( Kej 2:2-3 )

Di dalam Kej 1:26-31, dibahas bahwa Tuhan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Dan kemudian di dalam ayat 31 dikatakan Allah melihat semuanya itu sungguh amat baik. Semuanya itu sangat baik. Dengan diciptakannya alam semesta dan terakhir manusia, Allah melihat semuanya sangat baik. Maka Allah puas dan Dia menikmati hasil ciptaanNya. Seperti seorang pelukis yang selesai melukis sebuah lukisan yang sangat baik, Dia puas dan memandangi lukisan itu. Seperti seorang pemahat yang selesai memahat sebuah pahatan yang sangat indah, Dia puas memandangi pahatan itu. Inilah yang terjadi pada hari ketujuh ketika Allah berhenti pada pekerjaanNya dan Dia menikmati hasil pekerjaanNya.

Karena Allah berhenti pada hari yang ketujuh maka hari ketujuh dikuduskan sebagai hari Sabat.
Di dalam Keluaran 20:8 dikatakan bahwa “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat : enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”
Jadi apa dasar hari Sabat ?
Jadi dasar dari hari Sabat adalah Allah sendiri berhenti dari pekerjaanNya maka kita yang adalah gambar dan rupaNya harus berhenti di dalam pekerjaan kita pada Sabat.. Kita harus mengikuti perintah Tuhan. Kita harus menaati mandat penciptaan ini. Ini adalah perintah Tuhan yang universal. Yang berlaku buat semua manusia di bumi ini.
Pada bagian yang lalu di dalam Kej 1:26-31, sudah dikatakan bahwa manusia adalah mahluk yang bekerja dan sosio cultural. Pada bagian itu sudah dibahas makna dari pekerjaan dan mengapa manusia harus bekerja. Maka pada bagian ini kita mengerti apa makna dari istirahat dan mengapa manusia harus istirahat. Jadi ada keseimbangan.
Mengapa manusia harus istirahat ?
Marilah kita merenungkan pertanyaan ini. Kalau kita selidiki bahwa mesin saja perlu istirahat. Mesin, computer, robot, alat-alat elektronik yang jalan tidak pernah berhenti akan panas dan cepat rusak. Benda-benda yang terbuat dari materi yang kuat saja memerlukan istirahat apalagi manusia yang adalah tulang dan daging yang terbatas dan lemah, tentunya memerlukan istirahat. Dan Tuhan tahu akan hal itu maka Ia menetapkan hari untuk beristirahat. Tuhan menetapkan Sabat.
Ada beberapa alasan mengapa Dia menetapkan hal ini :
1. Pertama sudah dibahas bahwa Tuhan Allah bekerja selama 6 hari dan pada hari yang ketujuh Dia berhenti dan menikmati pekerjaanNya. Maka kita juga harus menyerupaiNya. Alasannya kita bekerja dan menikmati hasil pekerjaan kita.
Bila kita membaca kitab Pengkotbah, didalam konteks hidup yang berdosa dan sia-sia, Pengkotbah mengajarkan satu pengajaran bijaksana : “Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah kalau orang makan dan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah dibawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya” ( Pengkotbah 5:17 ).
Pengajaran disini mengajarkan yaitu kita harus menikmati hidup ini dan hasil jerih payah kita yang dilakukan di bawah matahari. Menikmati hidup itu boleh atau tidak ? Boleh bahkan Alkitab menyuruh kita menikmati hidup. Kekristenan bukan agama yang mengekang orang untuk tidak sukacita dan menikmati hasil pekerjaannya. Tetapi sebaliknya untuk menikmati segala hasil pekerjaannya karena itu adalah anugerah dan karunia dari Tuhan.
Dari kitab Pengkotbah di bagian lain yaitu di dalam Pengkotbah 4:4-8 ada beberapa tipe macam orang di dalam bekerja. Pertama adalah yang iri hati terhadap orang lain di dalam pekerjaannya. Dikatakan ini sia-sia. Kedua adalah orang yang malas. Ini dikatakan merusakkan dirinya sendiri. Ketiga adalah yang bekerja tak henti-hentinya. Akhirnya dia pun tidak menikmatinya. Dan keempat dikatakan “Segenggam ketenangan lebih baik daripada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin” ( Peng 4:6 ). Yang keempat adalah orang yang bekerja dan menikmati hasil pekerjaannya dalam ketenangan.
Jadi sikap yang benar adalah yang keempat yaitu bekerja dan bisa menikmati di dalam ketenangan. Jadi di dalam bekerja : jangan iri, jangan malas, jangan workalholic tetapi bekerja dan menikmati pekerjaan kita. Ini adalah anugerah Tuhan.

2. Alasan kedua mengapa ada Sabat adalah : untuk pemulihan vitalitas manusia dan juga hewan dan juga alam semesta.
Sudah dibahas bahwa mesin saja perlu istirahat maka manusia juga perlu istirahat. Di dalam dunia yang makin workalholic ini, banyak manusia yang terus bekerja bahkan pada hari Sabat.
Ini menunjukkan beberapa hal yaitu : manusia tidak puas, manusia menuntut dirinya, manusia haus akan kekayaan, manusia terikat dengan materi, dan terutuama manusia tidak percaya kepada Firman Tuhan. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus berhenti dari bekerja pada hari Sabat. Dan manusia tidak taat. Mungkin ada orang yang kuatir kalau beristirahat pada hari Sabat tidak bisa cukup kehidupannya. Tetapi orang ini kurang percaya pada Firman. Sebab Yesus mengatakan “Jangan kamu kuatir akan apa yang kamu makan, dan apa yang kamu pakai” “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kehendakNya maka semuanya akan diberikan kepadamu”. Jangan kuatir sebab bila kita bekerja dan hidup menurut apa yang Tuhan inginkan, janji Tuhan, Dia akan mencukupi.
Di dalam dunia modern yang workalholic ini banyak manusia yang kecapean secara fisik, mental dan spiritual. Mengapa ? Karena mereka tidak taat pada perintah hari Sabat ini. Banyak manusia yang benar-benar kelelahan fisik mental dan akibatnya adalah gangguan psikologis. Mereka ingin tenang tetapi terus tidak bisa tenang karena terus memikirkan pekerjaan dan hidup. Bahkan di jaman yang penuh ketegangan ini ajaran gerakan jaman baru seakan-akan memberikan jalan keluar bagi ketenangan jiwa manusia. Ajaran Yoga, kebatinan, meditasi seakan-akan memberikan harapan di mana manusia bisa beristirahat dan relaksasi dengan meditasi. Seakan-akan menyatu dengan alam dan mengurangi beban tekanan mental.
Hal ini sebenarnya membuktikan bahwa manusia perlu beristirahat dan dipulihkan fisik mental dan rohani mereka. Sebenarnya Tuhan Allah sudah menyediakan untuk beristirahat yaitu hari Sabat.
Hari ini bukan hari yang merugikan dimana manusia tidak boleh bekerja. Tetapi justru adalah hari anugerah dimana manusia boleh berhenti di dalam pekerjaannya dan menikmati berkat Tuhan.


3. Hari Sabat juga adalah hari yang Tuhan tetapkan supaya para hamba bisa beristirahat dan juga para hewan. Ini adalah hari anugerah.
Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung untuk memerintah satu sama lain dan menguasai satu sama lain. Para hamba yang bekerjapun sering mengalami pemerasan pekerjaan. Tetapi Tuhan Allah mengadakan Sabat karena anugerahNya supaya mereka boleh beristirahat.
Demikian juga dengan hewan. Dan juga dengan tumbuhan. Ini adalah alam semesta. Mengapa alam semesta perlu sabat ? Karena manusia mengekploitasi alam semesta terus menerus dan maka pohon-pohon pada gundul dsb, dan banjir dsb. Nah di dalam Kitab Imamat ada tahun Sabat yaitu enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat bagi Tuhan. Ladangmu janganlah kautaburi dam kebun anggurmu janganlah kau rantingi. ( Im 25:4-5 ).
Salah satu alasan mengapa Israel dibuang ke Babilonia adalah karena mereka tidak menaati Sabat dan terus mengekploitasi alam. Maka Tuhan membuang mereka ke babilonia supaya tanah boleh beristirahat.

4. Alasan ketiga mengapa ada hari Sabat adalah hari ini dikuduskan untuk memuliakan nama Tuhan. Hari ini dikhususkan untuk menyembah Tuhan dan mengakui bahwa Dia adalah pencipta, pemelihara hidup kita. Hari ini adalah hari ibadah.
Tuhan sendiri mengatakan bahwa hari Sabat adalah kudus dan manusia diundang untuk menikmati hari Kudus ini untuk bersekutu dengan Tuhan. Hari ini adalah hari yang penuh anugerah sebab manusia diundang untuk bergaul dengan Tuhan secara lebih khusus di hari khusus. Hari ini hari untuk memuji Tuhan, untuk beribadah, untuk memberikan persembahan kepada Tuhan Allah.
5. Hari Sabat adalah hari anugerah untuk kita bersekutu satu sama lain. Hari ini adalah hari dimana kita boleh saling bersekutu dengan sesama orang percaya. Dengan keluarga, dengan teman, dengan saudara seiman. Ini adalah hari anugerah dimana kita boleh menikmati satu perhentian dan menikmati persekutuan dengan sesama.
Maka di dalam hari Sabat ini, kita bisa menikmati, bertamasya dan juga bisa jalan-jalan bersama-sama dan menikmati kebersamaan. Hari ini bukan supaya manusia khusus di gereja, tetapi setelah pulang berbakti adalah bagi kita umat seiman untuk bersekutu dan menikmati kebersamaan dan sambil mengingat anugerah Tuhan.
6. Supaya manusia menikmati anugerah Tuhan. Menikmati pemeliharaanNya atas hidup. Menikmati berkatNya atas hidup. Menikmati segala pemberiannya. Hari ini adalah hari anugerah. Supaya manusia mengucap syukur atas segala pemberian Tuhan. Supaya manusia puas di dalam hidupnya dan bisa berkata Tuhan adalah gembalaku, aku tidak berkekurangan.
7. Belajar menggantungkan diri kepada Tuhan.
Dengan tidak bekerja pada hari Sabat sebenarnya kita juga sedang belajar pemeliharaan dari Tuhan Allah. Kita percaya bahwa Tuhan Allah memelihara hidup dan kecukupan hidup kita. Dalam hal ini kita belajar dari peristiwa bangsa Israel dimana mereka diberi makan manna oleh Tuhan Allah. Hal ini supaya bangsa Israel sadar bahwa hidup ini bukan dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Pada hari yang ketujuh mereka tidak mengambil manna karena pada hari yang keenam mereka sudah mengambil porsi untuk hari ketujuh. Dan mereka tetap cukup dan tidak berkurangan.
Mengapa kita harus menggantungkan diri kita kepada Tuhan ? Sebab kita tahu bahwa sebenarnya bahwa yang memberikan berkat adalah Tuhan Allah. Tuhan yang memberi kecukupan, Tuhan yang memberi kelimpahan, Tuhan yang memberikan kekayaan dan Tuhan yang memberikan juga kemiskinan. Tuhan yang berikan rejeki. Tangan Tuhanlah yang mengatur semuanya itu. Bahkan hidup kita bisa cukup adalah karena anugerah Tuhan semata-mata. Kita bisa berusaha karena anugerah Tuhan, kita bisa menikmati usaha adalah karena anugerah Tuhan, kita diberkati karena anugerah Tuhan. Dengan adanya Sabat maka manusia diajarkan untuk bergantung kepada Tuhan di dalam hidup sehari-hari.
Yesus sekali lagi berkata “Jangan kamu kuatir !”. “Burung udara dipelihara” “Bunga dipadang dihiasinya” “Kita lebih daripada mereka” “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kehendakNya” “Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan”

Kapankah hari Sabat itu dilaksanakan ? Mengapa hari sabat bagi orang Yahudi dilaksanakan pada hari Sabtu sedangkan bagi orang Kristen dilaksanakan pada hari minggu ?
Karena orang Yahudi mengikuti Sabat penciptaan sedangkan orang Kristen ada Sabat penebusan. Apa maksudnya ?
Ketika Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi dan pada hari ketujuh Dia berhenti dan kemudian Dia memerintahkan manusia untuk mengikutiNya maka ini adalah Sabat penciptaan. Di dalam Sabat ini kita mengakui Tuhan sebagai pencipta dan pemelihara hidup kita ini. Ini yang dicatat di dalam Keluaran 20:
Filosofi Sabat penciptaan. Tuhan Allah bekerja selama 6 hari dan pada hari yang ketujuh Dia berhenti maka kita sebagai gambar dan rupa Allah bekerja 6 hari dan berhenti pada hati yang ketujuh.
Tetapi ada Sabat penebusan yaitu ketika Yesus Kristus bangkit dari orang mati pada hari paskah. Pada hari itu juga para pengikutNya mengubah hari Sabat hari ketujuh menjadi hari pertama yaitu Hari Tuhan. The Lord’s Days. Mengapa orang Kristen merayakan sabat pada hari minggu ? Karena Tuhan Yesus bangkit pada hari minggu. Yaitu hari pertama.
Filosofi di dalam Sabat penebusan adalah kita pertama kali diselamatkan dan sudah beristirahat di dalam Kristus. Kita sudah berada di dalam Tuhan. Baru kemudian kita diutus untuk bekerja di dunia ini. Kita sudah rest di dalam Tuhan. Jiwa kita yang menggembara sudah kembali kepada pemelihara jiwa kita. Dan baru kita bekerja melaksanakan misinya. Hari Sabat penebusan ini meneruskan hari Sabat penciptaan ke dalam pandangan yang lebih luas. Ini menggenapi Sabat penciptaan.
Bolehkah kita bekerja di waktu hari minggu ? Bolehkah kita beraktivitas seperti hari biasa di hari minggu ?
Ini pertanyaan yang harus kita renungkan. Karena di dalam Alkitab, Sabat adalah hari kudus yang dikhususkan untuk Tuhan Allah. Ini yang menjadi banyak perdebatan bahkan di antara Yesus, murid-muridNya dan orang Farisi. Di dalam Alkitab dicatat Yesus menyembuhkan orang di hari Sabat. Murid-murid Yesus mengumpulkan gandum di hari Sabat. Yesus melakukan mujizat di hari Sabat. Jadi seakan-akan Yesus melanggar hari Sabat. Tetapi Yesus memberikan satu pengajaran bahwa hari Sabat itu untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Jadi keberadaan hari Sabat adalah untuk kepentingan manusia bukan manusia diperbudak olehnya.
Katekismus Westminster mengajarkan bahwa kita boleh bekerja di hari Sabat sebatas pekerjaan yang berkaitan dengan keperluan mendesak dan pekerjaan belas kasihan. Work of necessity and Work of mercy. Sekali lagi work of mercy and work of necessity. Yesus menyembuhkan di hari Sabat adalah work of mercy. Tuhan Yesus bukan menghendaki persembahan tetapi belas kasihan. Menolong orang di hari Sabat adalah satu perbuatan mulia. Dan murid-murid Kristus mengumpulkan gandum di hari Sabat adalah work of necessity. Mereka di dalam keperluan yang mendesak sampai Tuhan Yesus memberikan ilustrasi Daud memakan roti sajian untuk para imam ketika dia sedang dikejar-kejar. Ini adalah satu work of necessity. Jadi work of necessity dan work of mercy ini adalah bekerja yang boleh dilakukan oleh orang percaya. Tetapi diluar itu sebaiknya kita menghormati hari yang Sakral ini untuk tidak bekerja. Hari Sabat adalah hari yang dikhususkan untuk Tuhan Allah.
Kalau kita sudah membahas Sabat penciptaan yaitu melihat kepada penciptaan, dan ada juga Sabat penebusan yaitu melihat kepada peristiwa penebusan, maka ada Sabat Eskatologi atau Sabat Akhir jaman. Apa maksud Sabat akhir jaman ? Sabat akhir jaman adalah yang dituliskan di dalam kitab Ibrani 4.
Untuk mengerti ini marilah kita mengerti arti Sabat di dalam keseluruhan kerangka Alkitab. Pada hari ketujuh Allah beristirahat di dalam hari berkat, hari istirahat dan kebaikan. Adam dan Hawa berbagian di dalam hal itu yaitu di dalam Taman yang Allah tetapkan bagi mereka.
Taman ini adalah taman yang penuh dengan bermacam pohon untuk dimakan dan sungai yang mengalir yang semuanya memberikan berkat kepada seluruh dunia. Disini manusia berbagian di dalam berkat dari relasi yang baik dengan Allah. Manusia bergaul karib dengan Allah. Tetapi manusia kehilangan bagian di dalam peristirahatan Allah ini ketika mereka memberontak melawan Allah dan dibuang dari taman. Mereka kehilangan sabat Allah. Mereka kehilangan peristirahatan dengan Allah. Mereka diusir keluar dari pintu sebelah timur dan malaikat Allah menjaga dengan pedang yang menyala-nyala.
Allah kemudian merencanakan untuk menyelamatkan manusia terutama melalui Abraham. Keturunan Abraham, bangsa Israel akan sekali lagi berbagian di dalam Sabat Allah ketika mereka berada di tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan. Yosua memimpin mereka masuk ke dalam tanah perjanjian melalui pintu sebelah timur yang dijaga dengan Mailaikat Allah. Ingat peristiwa Eden ? Di Tanah Kanaan adalah Tanah peristirahatan dari musuh dan disini ada berkat yang penuh dengan susu dan madu. Ini mengingatkan kepada Eden lagi. Mereka tidak lagi mengembara tetapi mempunyai rumah dan bisa beristirahat
Bahkan pada jaman Solomo adalah sesuai dengan namanya Shalom atau Damai maka Israel berada di dalam kedamaian. Mereka beristirahat dari musuh-musuhnya dan berada di dalam keadaan makmur. Tetapi bagaimanapun juga mereka kembali dikeluarkan dari tanah perjanjian karena pemberontakan mereka. Mereka kembali tidak menikmati peristirahatan Allah.
Ada tipologi mengenai Yosua dan Yesus. Tipologi adalah tipe. Jika Yosua sudah membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan untuk menikmati peristirahatan, ini melambangkan Yesus Kristus yang akan membawa kita umat pilihannya masuk ke dalam Yerusalem baru. Yosua membawa bangsa Israel masuk tanah kanaan. Yosua adalah artinya Yehovah menyelamatkan. Yesus yang adalah Yosua ( nama asli Yesus di dalam Ibrani ). Dia berperang dengan kuasa kegelapan di kayu salib dan membawa umatnya masuk ke dalam perhentian sabat. Umat Allah boleh beristirahat di dalam Allah dari segala pergumulan. Ingat bahwa ketika diusir dari Taman Eden manusia keluar dari pintu Timur dan dijaga oleh malaikat Tuhan dengan pedang menyala-nyala. Kemudian pada waktu Yosua membawa bangsa Israel masuk tanah Kanaan dengan peperangan untuk mereka memasuki tanah perjanjian melalui sebelah Timur dan bertemu dengan Malaikat Panglima balatentara Allah yang berjaga di pintu Timur. Mereka akhir masuk kembali ke tempat peristirahatan. Ini juga menyimbolkan ketika Tuhan Yesus masuk ke dalam ruang yang Maha Kudus, Yesus melewati Tirai yang dijahit bergambar malaikat. Tirai itu akhirnya terbelah dua ketika kematiannya yaitu peperangan rohani besar melawan iblis. Karena itu maka jalan masuk ke Hadirat Allah kembali dibuka. Peristirahatan dengan Allah kembali melalui Yesus Kristus.
Tipologi lainnya adalah Solomo dan Yesus. Salomo adalah raja yang membawa bangsa Israel beristirahat dari musuh-musuh sesuai dengan namanya shalom atau damai. Yesus Kristus yang adalah prince of peace, Raja Damai, akan membawa kita beristirahat dari peperangan rohani dan masuk ke dalam Sabat Allah.
Sabat yang akan kita nikmati di surga adalah perhentian dan persekutuan dengan Allah selama-lamanya. Dan Sabat yang kita nikmati di hari minggu adalah bayang-bayang saat itu. Sabat yang kita adakan untuk beribadah adalah melambangkan Sabat di surga nanti. Disana kita akan memuji Tuhan untuk selama-lamanya.

Aplikasi Sabat terhadap kita
1. Marilah kita beribadah kepada Tuhan di hari Sabat ini
Di hari Minggu kita beribadah. Alkitab mengatakan bahwa janganlah kita menjauhkan dari pertemuan ibadah seperti yang dilakukan oleh beberapa orang. Tetapi marilah kita beribadah memuji dan mendengarkan Firman Tuhan. Jangan tidak beribadah.
2. Marilah kita beristiharat di hari Sabat ini. Ini adalah hari berkat dan anugerah.
Kita beristirahat dan bekerja hanya work of necessity dan work of mercy.
Setelah bersabat, Marilah kita bekerja bagi Tuhan
3. Setelah beristirahat di hari pertama, maka di hari kedua-ketujuh, kita diutus ke dunia ini untuk melakukan misi Tuhan. Kita menjalankan 2 mandat yaitu mandate Injil dan mandat budaya.
Di dalam menjalankan mandat budaya, Kembali kepada sikap hidup di dalam bekerja adalah pertama : jangan iri hati, jangan malas, jangan workalholic tetapi bekerja dan menikmati ketenangan dan hasil usaha.
Di dalam menjalankan mandat Injil, kita ingat amanat agung Tuhan kita untuk menjadikan semua bangsa murid Tuhan, dan mengajarkan mereka segala sesuatu yang Tuhan ajarkan.
4. Marilah kita menantikan Sabat di akhir jaman.
Ketika itu kita akan beristirahat bersama-sama dengan Allah selama-lamanya dan memuji Dia selama-lamanya
Seperti lagu Amazing Grace :
When we’ve been there, ten thousand years
Bright shining as the sun,
We’ve no less days, to sing God’s praise
Than when we’d first begin

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou
19 Maret 2007

Read More ....

Monday, March 26, 2007

Doa mengenai orang sakit di dalam Yakobus 5:12-20

Doa mengenai orang sakit di dalam Yakobus 5:12-20
Jeffrey Lim

Di dalam Yakobus 5:12-20 dikatakan bahwa jika seseorang berada dalam masalah, marilah dia berdoa. Tetapi bila seseorang sukacita, marilah dia memuji Tuhan. Dan bila ada masalah di dalam penyakit haruslah memanggil penatua dari gereja untuk berdoa untuknya dan mengurapi dengan minyak. Hasilnya adalah orang sakit itu akan disembuhkan dan dosanya akan diampuni ( ay 15 ). Dan kemudian setiap jemaat harus saling mengaku dosa ( ay 16 ).

Yakobus 5 ini sudah menjadi pasalnya menjadi isu mengenai penyembuhan. Beberapa gereja mengambil beberapa sikap mengenai hal itu dan menekankan bagian-bagian yang dituliskan.
Jika anda memanggil penatua dan berdoa buat anda dan ternyata anda yang tidak sembuh maka yang bermasalah anda, penatuanya atau minyaknya atau kesetiaan Tuhan ?
Kita seringkali salah mengerti teks dari Yakobus ini. Kita harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh di dalam konteks kitab Yakobus ini. Kitab Yakobus ini adalah kitab yang bukan terpisah tetapi satu kitab yang koheren dengan koneksi dari tema-tema. Karena itu kita harus melihat dari konteks seluruh kitab. Seringkali di pasal 5, kita sering mengambil di luar konteks dan membaca seperti sebuah instruksi singkat pada dirinya sendiri. Tetapi kita harus melihat kitab Yakobus bukan seperti itu melainkan seluruh surat menyatu bersama.
Surat Yakobus dimulai dan ditutup dengan doa yaitu sebuah respon yang tepat terhadap pencobaan. Kita sering melihat bahwa doa sering tidak efektif ketika kita mempunyai hari yang duniawi dan ada di dalam kebiasaan menggunakan lidah kita dengan salah seperti mengutuk bukan memuji.
Di dalam Yakobus 5:12, instruksi Yakobus melawan penggunaan dari lidah diteruskan. Jangan bersumpah.

Kembali kepada Yakobus 5:12-20, ada dua pandangan yang mengintepretasikan bagian ini yang sangat mempengaruhi.
Pandangan Pertama adalah sakramennya orang roma katolik yaitu sakramen pengurapan. Seseorang di atas ranjang yang menuju kepada kematian dikunjungi imam dan mengucapkan pengakuan. Imam mengurapi dia dengan minyak dan berdoa dengan kepercayaan bahwa orang tersebut akan diampuni, dia dan dosanya dan akan pergi ke surga.
Pandangan kedua adalah pandangan orang karismatik menggunakan bagian ini sebagai dasar dari pelayanan penyembuhan. Di dalam pelayanan penyembuhan, seseorang yang dianggap mempunyai karunia menyembuhkan meletakkan tangannya kepada orang sakit itu dan mempercayai seorang sakit akan disembuhkan secara fisik menurut janji dari ayat ini.
Kedua pandangan ini mempunyai masalah mendasar.
Pertama, untuk pembaca katolik, Yakobus mengatakan bahwa orang sakit akan menjadi baik. Tetapi di dalam sakramen pengurapan diasumsikan pribadi yang sakit tidak akan sembuh ( Di dalam sejarah, sakramen ini digunakan di dalam ucapara penyembuhan untuk orang sakit, tetapi pada abad pertengahan berkembang menjadi pelayanan untuk orang sakit yang hendak meninggal ). Juga di bagian ayat itu diperintahkan untuk mengaku dosa terhadap sesama, bukan kepada imam.
Kedua, untuk pembaca karismatik juga mempunyai beberapa masalah. Yakobus tidak berbicara mengenai pelayanan penyembuhan seperti yang dijelaskan di dalam Yak 5:14-16 tetapi lebih kelihatan sebagai pertemuan pribadi bukan kebaktian. Juga orang sakit ini harus memanggil penatua, pemimpin dan pengajar gereja, bukan seseorang dengan karunia penyembuhan.
Sebuah pertanyaan harus ditimbullkan mengenai relasi antara dosa dan penyembuhan di dalam pembacaan karismatik. Jika orang tersebut tidak sembuh, apakah itu berarti dia masih berdosa ?
Ayat ini sepertinya memperlihatkan kita sebuah janji yang luar biasa. Orang sakit akan dibuat sembuh. Dia akan dibangkitkan dan diampuni. Contoh dari Elia adalah sangat indah yang menunjukan kuasa besar di dalam doa. Elia berdoa dan kekeringan datang dan dia berdoa dan hujan datang. Kita harus berdoa dengan berharap jika kita mengambil ayat ini secara serius.
Pertanyannya : Mengapa sangat sedikit penyembuhan yang terjadi hari ini ? Mengapa ini tidak bekerja ? Mengapa sesungguhnya Yakobus sendiri mati ? Mengapa Timotius ada sakit di dalam tubuhnya dan Paulus menasihatkan dia untuk minum sedikit anggur ? Mengapa Elisa mati sakit ? Jika janji ini benar, mengapa orang Kristen banyak yang mati ?
Yakobus menjanjikan juga kita mengikuti petunjuk ini, doa adalah sungguh berkuasa dan kita akan disembuhkan. Apa yang sesungguhnya ayat ini katakan ?
Kita mempunyai beberapa respon pada poin ini :
(1). Kita bisa kehilangan kepercayaan di dalam kuasa doa dan kemudian mengubah janji ini – kamu tidak dapat sungguh-sungguh berdoa untuk penyembuhan, kamu dapat hanya berdoa untuk penerimaan sakit
(2). Kita dibawa kepada dunia fantasi dan mengklaim bahwa penyembuhan sudah terjadi walaupun sesungguhnya tidak. Banyak orang sudah melakukan ini dan membayar harganya. Masalah tidak diselesaikan hanya dengan menutup mata kita kepada realitas.
(3). Kita dapat menambah kualifikasi. Kamu harus berdoa dengan iman dan tanpa iman itu tidak bekerja.
Tetapi semua ini tidak sungguh-sungguh memuaskan. Coba apabila anda sendiri yang mengalami sakit maka anda lebih mengertinya. Jika bagian ini sungguh-sungguh menjanjikan penyembuhan, maka berlangsungnya penyakit dari orang Kristen menimbulkan maslaah di dalam kepercayaan kita kepada Alkitab.

Mari kita lihat bagian Yakobus dengan lebih dalam

Ada bagian yang aneh dan tidak biasa di dalam pengkalimatan !
Perhatian kalimat dosa !






Bandingkan kedua terjemahan Alkitab.

NIV :
V 15. And the prayer offered in faith will make the sick person well; the Lord will raise him up. If he has sinned, he will forgiven
V 16. Therefore confess your sins to each other and pray for each other so that you may be healed. The prayer of a righteousness man is powerful and effective

KJV:
V15. And the prayer of faith shall save the sick, and the Lord shall raise him up; and if he have committed sins, they shall be forgiven him
V 16. Confess [your] faults one to another, and pray one for another, that ye may be healed. The effectual fervent prayer of a righteousness man availeth much

Terjemahan KJV sesungguhnya merefleksikan Bahasa Yunani lebih dekat. APa yang teks itu sungguh-sungguh katakana adalah orang sakit akan diselamatkan ( shall save the sick ) bukan ( shall make the sick person well ).
Bagaimanapun juga kita menemukan kondisi aneh yaitu dimana orang sakit akan diselamatkan ( v 15 ) dan orang berdosa akan disembuhkan ( 16 ). Kenapa bukan sebaliknya ?
Marilah kita lihat bagian ini dengan relevansi Elia. Dengan doa Elia, kekeringan datang kepada Israel. Dan dengan doa dia lagi, hujan datang sebagai tanda Israel telah dipulihkan relasinya dengan Tuhan Allah. Pelayanan Elia adlaah tepat persis seperti yang pasal 19 dan 20 katakan – untuk membawa kembali bangsa yang berdosa, untuk menutupi dosa yang besar, karena itu untuk menyelamatkan orang. ( Bdk 1 Raj 17-2 Raj 2 )

Marilah kita berpikir lebih dalam !
Bagaimana kita menyelamatkan orang ? Yaitu membawa orang itu kepada Tuhan dan doa dapat membawa hal itu.
Apakah relasi sakit dan dosa ?

Ada beberapa bagian dari Alkitab
Yoh 9:1-3 -> Sakit bukan karena dosa tetapi supaya pekerjaan Allah dinyatakan
1 Kor 11:29-32 -> Sakit karena tidak bersikap benar dalam perjamuan kudus.

Walaupun kita semua sakit secara umum sebagai akibat dosa Adam, tetapi juga ada kasus dimana Allah mengirimkan sakit yang spesifik kepada jemaat untuk dosa anggota jemaat seperti 1 Kor 11.
Ini menolong kita membaca Yakobus 5:12-20 dengan terang yang lain. Jemaat berdosa dan di dalam konteks kitab Yakobus adalah mereka berdosa dengan menghakimi satu sama lain dan bersungut-sungut. Ini sangat alamiah bagi Yakobus untuk menanyakan apakah ada seseorang yang sakit ? Jika ada, mereka harus mengakui kepada penatua untuk berdosa karena sakit seperti itu adalah hasil dari dosa. Ini mengapa orang sakit diinstruksikan untuk memanggil penatua dan bukan DOKTER. Kita dapat mendapatkan penyembuhan melalui doa dan juka penghakiman Tuhan ada pada kita untuk karena dosa maka kita harus berdoa.
Kemudian ada pertanyaan : Bagaimana kita tahu sakit kita adalah hasil dari dosa dan bukan sakit biasa di dunia ? Ini sebuah pertanyaan baik. Orang yang saleh yang sakit akan bertanya terlebih dahulu apakah ini sebuah penghakiman bagi saya ? Sakit seharusnuya menjadi sebuah penyebab untuk menyelidiki hati nurani. Apakah kita berdosa ? Selidikilah hatimu ! Ketika anda menemukan dosa dan terutama dosa yang belum bertobat maka anda harus berdoa untuk pengampunan. Jika sakit adalah karena penghukuman karena dosa, Yakobus menjanjikan kita bahwa anda akan disembuhkan.
Apakah anda memperhatikan satu keanehan di dalam pasal 15 yaitu Yakobus berkata “If he has sinned” ?. Tentu semua orang berdosa. Tetapi Yakobus berbicara mengenai jika ada dosa tertentu yang menjadi penyebab kesakitan.
Tetapi sakit anda belum tentu hasil dosa tertentu. Di dalam kasus ini anda tidak akan disembuhkan. Tetapi apapun dosa di dalam hati nurani anda akan diampuni melalui pengakuan dan dosa. Anda mungkin masih tetap sakit, tetapi sudah menghadapi dosa yang lebih penting daripada sakit.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou 26 Maret 2007

Biblography
Interactive Bible Studies -> James by Philip D. Jensen & K.R Birkett
Publisher Matthias Media



Read More ....

Manusia sebagai mahluk yang sosio kultural dan mahluk yang bekerja

Manusia sebagai mahluk yang sosio kultural dan mahluk yang bekerja
Kej 1:26-30, Maz 8
Jeffrey Lim

Arti gambar dan rupa Allah itu begitu luas dan banyak. Didalam bagian ini dibahas satu aspek yaitu manusia sebagai mahluk yang bekerja dan berbudaya. Manusia sebagai working being and socio cultural being.
Tuhan Allah setelah menciptakan manusia, Dia memerintahkan manusia untuk beranak-cucu dan penuhi bumi dan taklukankah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

Alkitab menjelaskan arti gambar dan rupa Allah dengan menekankan tugas yang Allah berikan untuk kita jalani di dunia ini. Lima perintah yang diberikan yaitu : 1. Beranak cucu, 2. Bertambah banyak, 3. Penuhilah, 4. Taklukanlah, 5. Berkuasalah.
Dirangkumkan dengan kedua tugas yaitu 1. Beranak-cucu. Beranakcucu adalah untuk menghasilkan gambar Allah lain untuk memenuhi bumi. Dan 2. Menguasai bumi. Menguasai bumi adalah untuk menjalankan otoritas kita akan ciptaan alam semesta dan mengatur sumber-sumber alam semesta itu atas nama Allah. Sekali lagi tugasnya adalah : Beranak cucu dan menguasai bumi
Kedua tugas ini saling berkaitan. Mengapa ? Beranak cucu mencakup menguasai bumi. Tujuan dari beranakcucu adalah untuk menguasai bumi dan untuk Penguasaan bumi menuntut kita untuk beranak-cucu.
Ada hubungan antara beranakcucu dan menguasai bumi dengan gambar dan rupa Allah. Di budaya jaman Musa hidup, Timur Dekat Kuno banyak terdapat kerajaan-kerajaan. Raja-raja yang memimpin sangat berkuasa tetapi ukuran kerajaan mereka mengakibatkan problema politik. Bagaimana raja-raja ini dapat tetap mengawasi kerajaan mereka ? Untuk menyelesaikan masalah ini, mereka membuat sejumlah patung memberikan otoritas representatif sebagai gambar dan rupa mereka.
Alkitab menggambarkan tugas ganda manusia beranak cucu dan penuhi bumi dengan latar belakang ini. Allah memilih untuk menegakkan otoritasNya di atas bumi melalui cara-cara yang dapat dipahami oleh manusia. Seperti raja dulu memenuhi kerajaan mereka dengan patung, maka Allah memerintah gambar dan rupaNya untuk memenuhi bumi. Manusia sebagai representatif Allah menguasai bumi.
Menguasai bumi adalah perintah ini adalah mandat dari Tuhan. Dan Mandat dari Tuhan itu berotoritas. Mandat ini adalah mandat penciptaan. Dan mandat ini bersifat universal dan masih berlaku sampai sekarang ini. Mandat ini sering disebut mandat budaya.
Kita mungkin sering mendengar kata mandat budaya atau mandat penciptaan yang berbeda dengan mandat injil. Tetapi artinya apakah kita sungguh-sungguh menyadarinya dengan bahasa sehari-hari ? Tuhan memberikan kita manusia dua mandat yaitu mandat budaya dan mandat injil. Mandat injil adalah untuk menginjili umat manusia. Sedangkan apa itu mandat budaya ? Di dalam Bahasa sehari-hari yang sederhana adalah kita harus bekerja dan mengembangkan budaya. Karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, manusia adalah mahluk sosial, mahluk religius, mahluk berbudaya, mahluk berkomunitas, mahluk berpikir, mahluk kreatif, mahluk berpribadi. Manusia sebagai gambar Allah adalah yang mengakibatkan manusia berbudaya.
Lebih singkatnya kita sebagai manusia adalah harus bekerja dan mengembangkan dunia ini. Bukan saja untuk mencari uang untuk hidup tetapi untuk mengelola dunia ini. Ini adalah makna sesungguhnya dari ekonomi yaitu rumah tangga. Untuk mengelola alam semesta.
Manusia dipanggil untuk menguasai bumi. Apa arti menguasai bumi di jaman sekarang ? yaitu bukan sekedar ekstrim bercocok tanam dan bertani.
Pada masyarakat primitif penguasaan bumi adalah dengan mengolah bumi, bertani, berladang dan menjinakkan binatang. Berkembang pada jaman Daud dan Salomo, Israel mengembangkan sistem komunikasi yang lebih luas dan juga perdagangan internasional. Pada jaman Daniel menaklukan bumi dengan mempelajari berbagai-bagai hikmat bangsa Babel dan memerintah sebagai seorang politisi yang efektif.
Jaman sekarang bagaimana ?
Sedangkan pada jaman sekarang adalah panggilan sebagai : petani, bankir, ibu rumah tangga, dokter, pegawai, pengusaha, pedagang, sekretaris, guru dan buruh pabrik. Jadi menguasai bumi adalah berkembang dari jaman dulu sampai sekarang.
Tugas menguasai bumi merupakan suatu tugas yang istimewa. Ini adalah natur dari bekerja. Ini adalah perintah Tuhan. Dan bekerja ini adalah suci. Allah memerintahkan dan menugaskan umat manusia untuk menjalankan tugasnya supaya Allah boleh dihormati. Tuhan memberikan manusia otoritas sebagai raja dan memberikan wilayah untuk ditaklukan dan diperintah. Manusia diciptakan dalam gambar Allah yang berdaulat. Mazmur 8 mengatakan bahwa kita telah dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan serta dijadikan penguasa atas ciptaan Allah.

Kita baca Kej 2:15.
Bila kita membaca Kej 2:15, Tugas Adam adalah : mengusahakan dan memelihara taman. Jadi tugas ganda manusia adalah : untuk mengembangkan dan melindungi lingkungan yang telah diciptakan Allah.
Mari kita jabarkan.
Tugas pertama manusia : 1. Mengusahakan / mengolah taman ( membudidayakan ). Membudidayakan adalah asal kata dari budaya. Kebudayaan adalah hasil dari pembudidayaan. Kebudayaan maupun membudidayakan pada dasarnya mengacu kepada interaksi kita sebagai manusia dengan dunia. Interaksi manusia dengan dunia menghasilkan kebudayaan.
Di samping taman, manusia mengembangkan budaya di dalam hal lain. Kebudayaan tidak hanya merujuk kepada pengejaran intelektual dan estetis ( seperti di dalam high culture ). Kebudayaan mencakup seluruh sisi masyarakat manusiawi. Ia mencakup bukan hanya kesenian, musik dan dunia keilmuwan melainkan juga hal-hal seperti politik, agama, gereja, pendidikan, teknologi, media, pernikahan, kehidupan keluarga, periklanan, dan hiburan.
Menjadi mahluk berbudaya secara sederhana adalah menjadi manusia.
Perintah pertama untuk menaklukan bumi disebut mandat budaya ( mandat penciptaan ).
Kebudayaan di dalam Kej 2 : berkebun, bertani, hubungan perkawinan, asal mula bahasa ( pemberian nama kepada binatang-binatang ) dan bahkan puisi yang pertama ( dua bait pujian Adam kepada Hawa ). Kej 4:20-22 -> Yabal dan Yubal.
Umat manusia jelas sekali dikenali dalam pasal-pasal permulaan kitab kejadian sebagai mahluk berkebudayaan dan sekarang perkembangan historis mereka dicatat dengan jelas.

Tugas kedua manusia adalah : 2. Memelihara dan melindung bumi.
Ini berbeda dengan visi sekular untuk penaklukan dan mengekploitasi alam. Di dalam Alkitab, dunia bukan ( non human ) tidak dipandang sebagai suatu di luar sana. Kita berada dalam sebuah hubungan perjanjian dengan dunia, sebuah hubungan pengelolaan. Dalam hal ini kita harus mencintai alam semesta bukan sekedar menguasainya.

Apa aplikasi pengertian mandat budaya, bekerja dan berbudaya untuk kehidupan kita.

1. Menyadari bahwa pekerjaan adalah ibadah
Di dalam Kej 2 diceritakan bahwa Adam pertama kali diciptakan dan kemudian di tempatkan di dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Mengusahakan dan memelihara taman eden adalah sebuah pekerjaan. Dan di dalam bahasa Ibraninya Mengusahakan adalah abad dan memelihara adalah shamar. Kedua kata ini digunakan di dalam kitab Ulangan adalah berpegang dan beribadah. Jadi mengusahakan dan memelihara taman atau kita bilang bekerja adalah satu ibadah. Ini adalah konsep di dalam kekristenan bahwa bekerja adalah satu ibadah. Bekerja itu mulia. Konsep ini dikembangkan di dalam Perjanjian baru di dalam Roma 12:1 yaitu untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Allah, itulah ibadahmu yang sejati.

2. Menyadari semua pekerjaan halal itu suci adanya
Mengenai bahwa semua pekerjaan suci adanya, saya ingin kita merenungkan sesuatu yang pernah menjadi pergumulan saya yang ingin saya sharingkan dan semoga menjadi berkat. Saya ingin mencoba menjelaskan pergumulan ide dengan sesuatu yang sederhana yaitu pengalaman hidup sehari-hari.
Ingat bahwa ide mempunyai konsekuensi. Ide yang salah mengakibatkan aplikasi yang salah. Ide komunis mengakibatkan Negara hancur. Ide Darwinis mengakibatkan manusia jadi ateis. Ide dapat mengakibatkan orang jadi sempit. Ide mempunyai konsekuensi dan ide Firman Tuhan mengakibatkan kelimpahan hidup.
Saya dulu tidak sempat menganalisa pikiran saya dan saya di sekolah di sekolah Katolik. Saya tidak tahu ide apa yang pernah masuk di dalam hidup saya. Satu hal ini adalah belajar dari kesalahan saya. Yang jelas setelah saya besar saya mempunyai pandangan bahwa kehidupan pelayanan gerejawi adalah lebih suci daripada pekerjaan di dunia sekular. Bahkan di dalam ekstrimnya saya menganggap bahwa pekerjaan di dunia sekular, cari uang dan berdagang dan bekerja adalah kurang suci. Saya terbelenggu oleh ide seperti ini. Jadi pedagang tidak suci, yang suci adalah yang hamba Tuhan atau jadi guru atau pekerja sosial atau dokter. Tetapi yang cari uang itu saya dengar di dalam dunia itu banyak tipu-tipu. Sejak kelas 1 SMA, setiap hari pulang sekolah suka bantu kerja di toko mamah dan bawa mobil juga antar-antar mamah dalam pekerjaan dagang. Tetapi tetap punya pikiran bahwa pedagang kurang suci.
Ini mengakibatkan saya mempunyai pikiran yang selalu mau bekerja di gereja. Contohnya adalah 2 hal. Sewaktu di Australia, teman-teman biasanya sambil sekolah sambil bekerja sampingan. Tetapi saya tidak. Tetapi apakah saya bekerja. Saya bekerja dalam pengertian tidak bekerja di dunia sekular. Saya saat itu sebagai coordinator utama perpustakaan. Dan saya yang membuatkan program perpustakaan, memesan buku2 momentum dari Indonesia, menyumbangkan banyak buku dari indo, dan juga membuat website untuk perpustakaan dimana orang bisa lihat buku apa yang ada diperpustakaan dan bisa lihat rangkumannya di internet. Setiap minggu saya pasti promosikan review 1 buku di depan mimbar dan kadang buat ringkasannya dan dibagikan. Dan yang kemudian sampai menjual buku di gereja bekerja sama dengan toko buku Koorong dan menjualnya di gereja. Bila penjualan sampai AUD $10.000 maka setiap pembelian buku akan mendapat diskon 10%. Dan puji Tuhan pada jaman saya, penjualan sudah sampai AUD $6.000.
Kemudian setelah pulang dari Indonesia, saya sudah lulus dari Sarjana Ilmu Komputer dan ketika berpikir untuk bekerja, saya bekerja di gereja. Jadi gereja adalah rumah Bapaku dan tempat kerjaku. Lebih baik satu hari di pelataranmu daripada seribu hari di tempat lain. Saya masih anti bekerja di sekular. Beberapa kali selama hidup saya selalu bekerja dan hidup di gereja.
Pikiran seperti ini adalah dualisme yang mengakibatkan hidup menjadi sempit. Ide seperti ini adalah ide yang berasal dari Teologi Abad pertengahan yang dianut oleh orang Roma Katolik yang membagi antara imam dan orang awam. Imam adalah orang yang suci dan awam adalah orang biasa. Pekerjaan imam adalah suci tetapi pekerjaan awam adalah lebih kotor.
Tetapi puji Tuhan, saudara-saudari bahwa Luther mendobrak dan mengajarkan konsep yang luar biasa. Yaitu “Keimaman semua orang percaya”. Luther mengajarkan bahwa semua orang percaya adalah imam dan pekerjaan mereka adalah suci adanya. Di dalam pekerjaan mempersembahkan hasil pekerjaan sebagai ibadah kepada Tuhan. Para reformator dengan semangat mau kembali ke Firman Tuhan sudah menemukan kebenaran Firman Tuhan yang membebaskan.
Semua pekerjaan yang halal itu suci adanya dan mulia adanya.
Satu sumbangsih dari kekristenan juga adalah tidak memandang pekerjaan fisik lebih rendah daripada yang memakai pikiran. Menurut pandangan Alkitab, materi tidak lebih bernilai rendah. Tubuh tidak bernilai rendah. Bahkan tubuh adalah bait Roh Kudus. Bagi budaya Yunani dan Romawi, pekerjaan yang menggunakan fisik lebih rendah daripada yang menggunakan pikiran. Filsuf lebih tinggi. Karena itu budak-budak, kuli-kuli adalah hina adanya.
Tetapi di dalam Kristus tidak ada perbedaan status. Hamba dan tuan. Semua adalah gambar dan rupa Allah yang mulia. Karena itu kita harus menghormati pegawai kita.

3. Menyadari bahwa bekerja itu adalah suatu panggilan hidup .
Kejadian 1:28 mengajarkan bahwa mandat bagi setiap orang adalah untuk bekerja. Dan bekerja itu mempunyai makna dan arti bagi hidup manusia. Coba bayangkan saja kalau seseorang tidak bekerja apalagi laki-laki maka dia merasa tidak enak dan bisa kehilangan makna. Karena natur kita diciptakan untuk bekerja. Dan bekerja itu adalah mulia adanya.
Seperti kita sudah bahas bahwa Teologi Abad pertengahan membagi antara pekerjaan imam dan awam. Tetapi kita mengerti sesungguhnya pekerjaan adalah sama suci baik yang sekular maupun yang bersifat gerejawi. Baik yang awam maupun yang imam.
Dalam hal ini para reformator memberikan sumbangsih pengertian terhadap bekerja terhadap dunia ini. Sumbangsih mereka adalah salah satunya memandang pekerjaan sebagai panggilan. Bekerja baik di bidang sekular maupun rohani adalah panggilan. Calling of life. Ini sesuatu yang powerful dan meaningful.
Pekerjaan adalah panggilan. Pekerjaan adalah satu vocation. Satu calling of life. Panggilan hidup bagi orang percaya bukan saja hanya jadi panggilan hamba Tuhan secara full timer tetapi juga adalah pekerjaan sehari-hari. Panggilan untuk menjadi dokter, guru, pedagang, pekerja, restoran, bankir, pegawai, sekretaris, dll. Kehidupan pekerjaan adalah suci adanya.
Pekerjaan tidak adanya yang lebih suci atau lebih sekular. Semua baik adanya. Kecuali yang berhubungan dengan dosa seperti menjual obat, prostitusi, teroris, bajak laut, perampok. Ini pekerjaan jahat.
Tetapi semua pekerjaan yang halal adalah baik adanya dan suci adanya. Dan bekerja adalah panggilan hidup.
Bukan saja saudara semua harus menjadi hamba Tuhan untuk dapat panggilan hidup. Panggilan hidup bukan terbatas pada hal-hal gerejawi. Tetapi juga di luar. Saudara bisa menjadi pengusaha dan membantu gereja di dalam keuangan. Satu hal yang penting adalah memberikan persembahan dan perpuluhan. Orang Kristen wajib memberikan persembahan dan perpuluhan untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Kita sebagai orang Kristen juga harus berbagian di dalam persembahan dan perpuluhan untuk mendukung gereja dalam kerajaan Allah. Sudahkah anda memberikan persembahan dan perpuluhanmu ? Ini adalah kehendak Tuhan. Perpuluhan adalah uang Tuhan/
Namun yang Tuhan lebih kehendaki adalah keseluruhan dirimu. Persembahkanlah dirimu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Itu adalah ibadahmu yang sejati. Hidup kita seluruhnya adalah ibadah.
Apakah panggilan hidup di dalam dirimu ? Cari panggilan hidupmu !

4. Menemukan pemenuhan diri dan arti di dalam bekerja
Di dalam buku 8 habits dari Stephen Covey dikatakan bahwa yang penting di dalam pekerjaan adalah menemukan pemenuhan diri. Di jaman dulu, pekerja dianggap menjadi cost ( biaya ) dan pekerja dipandang sebagai sesuatu yang menghabiskan biaya. Karena itu pekerja itu sesuatu yang tidak begitu dianggap penting malahan menghabiskan biaya. Maka pekerja tidak menemukan pemenuhan dirinya.
Tetapi Stephen Covey mengganggap dijaman sekarang orang dianggap sebagai asset ( harta ) . Pekerja dianggap sebagai sesuatu yang berharga. Pekerja diharapkan menemukan pemenuhan dirinya bukan diekploitasi. Wah ini suatu pengajaran humanisme yang menganggap manusia itu berharga. Kita harus menghargai pegawai kita dan ingin supaya mereka berkembang. Kita juga ingin dihargai bos kita dan ingin menikmati pekerjaan kita.
Tetapi pengajaran menganggap pekerja sebagai orang yang berharga sebenarnya ada di dalam konsep Kriste. Bahkan kekristenan adalah humanisme yang sejati yang berpusat bukan kepada manusia tetapi kepada Allah. Karena manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan sebagai mahluk yang bekerja, maka manusia itu berharga. Di dalam bekerja itu orang menemukan pemenuhan dirinya.
Mengapa di dalam bekerja orang menemukan pemenuhan dirinya ? Karena ini sudah ditetapkan Allah di dalam mandat penciptaan. Coba saja kalau anda tidak bekerja, anda merasa diri anda ngak enak dan kehilangan makna. Tetapi di dalam bekerja manusia menemukan meaningnya. Karena manusia diciptakan untuk bekerja dan bekerja adalah mulia adanya.

5. Menyadari pekerjaan memiliki makna ke masa depan
Bekerja bukan saja bermakna sekarang tetapi juga masa depan. Penciptaan dalam Alkitab memiliki pandangan masa depan yang melekat pada dirinya ( built in ). Cara pandang Alkitab tidak hanya holistik tapi dinamis. Di dalam Kej 2 pada mulanya ada perbedaan dengan di dalam 2 pasal terakhir di dalam Alkitab di dalam langit dan bumi baru Di kitab Kejadian digambarkan taman ( primitif ). Di Wahyu digambarkan Kota yang sempurna. Perkembangan eskatologis dari taman ( Eden ) ke kota ( yang sempurna ) ini telah direncanakan oleh Allah. Mandat budaya merupakan bagian dari rencana Allah yang mula-mula bagi dunia.
Seorang teolog Reformed yang bernama Richard Mouw mengatakan bahwa apa yang kita kerjakan sekarang di dunia ini baik yang sekular akan bermakna kekal. Saya tambahkan bila berkaitan dengan kerajaan Allah. Masa hanya yang penginjilan yang bermakna kekal dan pekerjaan sekular tidak ada maknanya di kemudian hari. Richard Mouw mempunyai pandangan bahwa andaikata anda seorang orang bisnis, pembuat sistem, perancang, dll, semua itu akan ada kesinambungannya di masa depan. Sebab di masa depan adanya kota yang sempurna. Budaya akan terus berlanjut.
Memang masa depan itu menurut Calvin adalah dunia ini akan diperbaharui menjadi langit dan bumi baru. Tetapi ada kesinambungan antara dunia yang sekarang dengan dunia yang akan datang. Jadi pekerjaan yang sekarang ini ada maknanya di masa depan. Ini juga powerful dan mendorong supaya kita bekerja untuk memuliakan nama Tuhan.

Mari kita simpulkan
Karena itu bekerja itu ibadah dan bekerja itu mulia dan bekerja itu panggilan hidup, pertama marilah kita mengembangkan talenta kita di dalam bekerja
Bekerja dengan baik diilustrasikan dalam perumpamaan Yesus tentang talenta ( Mat 25:14-30 ). Di dalam perumpamaan Yesus ada kata “ekonomi” yaitu oikonomos. Kata ekonomi dalam PB untuk seorang penjaga rumah atau pelayan yakni seseorang yang dipercaya untuk mengawasi dan mengelola hak milik tuannya.
Kita adalah mengelola apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita diberikan ada yang dua talenta, ada yang lima talenta dan ada yang sepuluh talenta. Kita harus mengembangkan semuanya untuk Tuhan. Jangan mengubur talenta kita. Seringkali banyak potensi yang belum digali di dalam diri kita. Kembangkan seluruh talenta anda.
Sebagai student, belajar dengan baik.
Di dalam bekerja ada beberapa prinsip dari kitab Pengkotbah yang sangat bijaksana yaitu : Di dalam pekerjaan yang penting :
Jangan iri dengan orang lain -> ini sia-sia.
Jangan malas -> menghancurkan diri
Jangan workalholic -> Tidak tenang
Tetapi yang penting adalah bekerja dengan segenggam ketenangan dari pada dua genggam tetapi sia-sia dan menjaring angin. Artinya adalah bekerja dengan ketenangan dan menikmatinya.
Karena itu bekerja itu ibadah, bekerja itu mulia dan bekerja itu panggilan hidup, kedua Marilah kita bekerja untuk Tuhan kita dengan segenap hati. Marilah bekerja untuk Tuhan dimanapun bidang saudara..
Saya tutup dengan satu ayat : Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu adalah hambaNya” ( Kol 3:23-24 ).
Marilah kita bekerja dengan segenap hati -> karena kita sedang bekerja untuk Tuhan

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
1 Maret 2007, Guang Zhou




Read More ....

Wednesday, March 21, 2007

Perintisan Persekutuan Zhong Da

Perintisan Persekutuan Zhong Da - 13 Maret 2007
Puji Syukur kepada Tuhan bahwa pada tanggal 13 Maret 2007 dirintis persekutuan di Zhong Da yaitu di Zhong San University, Guang Zhou. Kita bersyukur bahwa di negara dimana Kekristenan dilarang, kita masih boleh bersekutu dan belajar Firman Tuhan. Persekutuan ini diadakan di ruang yang sederhana di dalam kamar dan dihadiri oleh 7 orang ( di foto kelihatannya 6 orang karena 1 orang yang foto - tapi foto orangnya berbeda-beda ada 7 ). Kita berharap Persekutuan ini boleh terus menjangkau anak-anak Indonesia disana... Doakan untuk persekutuan Zhong Da ini.











































Read More ....

Tuesday, March 20, 2007

Yesus mengubah budaya manusia

Yesus mengubah budaya manusia
Jeffrey Lim

Selain masalah rohani, Kristus juga memberikan pengharapan di dalam masalah jasmani. Selain kerohanian Yesus juga adalah pengharapan bagi kehidupan manusia yang banyak menyeleweng. Bagaimana seandainya Yesus tidak pernah lahir ke dunia ini ? Ini adalah pertanyaan yang serius ! Ada buku yang berjudul Bagaimana seandainya Yesus tidak pernah lahir ke dalam dunia ini ? Banyak hal tidak seperti sekarang. Dan kita sekarang tidak menyadari begitu besarnya peran Yesus di dalam kehidupan manusia. Kita tidak menyadari begitu besarnya pengaruh Yesus terhadap dunia dan sejarah dan kebudayaan manusia sampai sekarang.

Saya membaca buku yang sangat bagus yang dibuat oleh Prof Sosiologi yaitu judulnya “Under Influence” yang artinya adalah “Di bawah pengaruh”. Ini menjelaskan bagaimana Kristus dan ajaranNya merubah hidup masyarakat dari bidang kerohanian, sosial, kesehatan, pendidikan, hak asasi manusia, masalah sosial, musik, ilmu pengetahuan, dll. Buku ini bukan sembarang bicara tetapi ada bukti hasil dari ajaran Yesus Kristus disepanjang sejarah. Ajaran Yesus Kristus itu menyentuh setiap strata sosial dan masalah sosial. Kita melihat bagaimana Kerajaan Allah di bumi ini sudah terjadi walaupun belum digenapi sepenuhnya. Mari kita melihat pengharapan Yesus Kristus di dalam kehidupan manusia.
A. Masalah status sosial
Kemiskinan
Di jaman Yesus banyak problema sosial yang terjadi. Salah satunya adalah masalah kemiskinan. Yesus datang juga menjadi orang yang miskin. Dan Dia mengosongkan diriNya menjadi manusia bahkan lahirnya juga di palungan yang kotor. Serigala mempunyai liang, burung punya sangkar tetapi anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya. Yesus sendiri menjadi miskin supaya kita menjadi kaya di dalamnya. Supaya kita kaya di dalam kerohanian. Yesus juga mengajarkan supaya jangan kuatir apa yang akan kamu makan dan pakai. Yesus mengajarkan bahwa berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena mereka yang empunya kerajaan surga. Orang yang miskin mempunyai pengharapannya di dalam Yesus. Tuhanlah yang memelihara hidup mereka dan membuat mereka kaya rohani.
Masalah Gender
Di sepanjang sejarah manusia, wanita kurang begitu dipandang. Di China, wanita kerajaan diikat kakinya. Di jaman Yesus, budaya Romawi dan Yunani memandang rendah wanita. Budaya Yahudi pun demikian. Wanita dipandang menjadi sebagai gender yang lebih rendah. Tetapi ketika Yesus datang ke dalam dunia ini, Yesus hendak mengembalikan derajat wanita ke dalam fungsi yang ditetapkan di dalam Kitab Kejadian. Dia juga melayani perempuan samaria, Dia membela perempuan yang berzinah, Dia mengajar Maria dan Martha, Pengikut-pengikut Yesus juga beberapa adalah wanita. Yesus menganggap manusia setara dengan pria. Dia juga menekankan monogami dari Kitab Kejadian dan mengajarkan bahwa perceraian di jaman Musa adalah karena kebebalan hati mereka.
Karena sikap Yesus terhadap wanita maka Kekristenan mengajarkan monogami dan mengapa barat sampai sekarang terpengaruh oleh hal ini. Masalah di China yang diikat kakinya menjadi dilarang karena pengaruh Injil. Yesus adalah pengharapan bagi permasalahan gender. Kalau Kristus tidak ada maka wanita masih terus dijajah.
Tuan hamba
Pada jaman Yesus, terdapat status sosial tuan dan hamba. Tuan seringkali menindas hambanya. Dan hamba mau tidak mau harus menurut kepada tuannya. Hamba seringkali mengalami penindasan dan ketidakadilan. Tetapi Yesus sendiri sebagai Tuhan atau tuan memberikan teladan yang berbeda di dalam kepemimpinannya. Dia melayani hamba-hambaNya. Dia mencuci kaki murid-muridNya. Dia juga mengajarkan bahwa barangsiapa yang hendak menjadi besar harus menjadi pelayan dari semua. Dia bahkan menganggap hamba-hambaNya sebagai teman. Karena ajaran Kristus ini mempengaruhi hilangnya perbudakan di seluruh dunia. Sebab manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan harus dihargai. Yesus juga menghargai manusia. Yesus adalah pengharapan bagi masalah tuan dan hamba
Masalah perbudakan di dalam dunia ini juga menjadi hilang karena pengaruh kekritenan. Wilberforce memperjuangkan perbudakan dipengaruhi kekristenan. Bagaimana seandainya Kristus tidak ada ? Dunia ini banyak perbudakan !
Solusia penyelesaian masalah sosial : Semua satu di dalam Kristus
B. Sumbangan ( Charity )
Di dalam dunia ini banyak manusia yang malang. Banyak manusia yang menderita baik karena bencana alam ataupun karena penyakit. Satu hal yang luar biasa adalah Kekristenan adalah orang yang paling banyak memberikan charity ( sumbangan ) ketika terjadi kemalangan pada manusia. Misalnya ketika musibah bencana di Aceh, orang Islam dan orang Kristen mana yang memberikan sumbangan yang lebih ? Orang Kristen banyak diutus kesana untuk membantu korban disana dan memberikan sumbangan dan penginjilan.
Dicatat di dalam buku “Under Influence” bahwa Kekristenan itu adalah agama yang paling banyak memberikan sumbangan. Mengapa ? Karena doktrin Kekristenan yang mengajarkan belas kasihan. Pengajaran Kekristenan mengajarkan bila kita memberikan satu minum kepada seorang yang terkecil, kita melakukan untuk Tuhan. Jadi orang Kristen paling banyak memberikan sumbangan karena pengajaran belas kasihan dari Tuhan kita dan juga karena orang Kristen merasa dicukupi Tuhan. Orang Kristen juga dipanggil untuk membagi beban.
C.Musik
Akibat kehadiran Yesus di dalam sejarah manusia maka musik pun ditebus untuk Tuhan. Kekristenan adalah agama yang paling banyak menghasilkan musik. Bukan agama Yahudi ataupun Islam ataupun Budha. Pdt. Stephen Tong pernah bertemu dengan pemusik yang beragama Yahudi dan berbincang-bincang. Beliau mengatakan bahwa musik banyak dihasilkan oleh orang Kristen. Dan pemusik itu hebat itupun mengakuinya. Tetapi Pak Tong mengatakan alasannya mengapa musik yang indah banyak dihasilkan oleh orang percaya. Karena orang percaya mengalami apa yang dinamakan pengampunan. Maka untuk mengekpresikan sukacita dan memuji Tuhan, mereka membuat musik.
D.Bidang kehidupan yang lain
Masih banyak bidang kehidupan lain yang diubah oleh Yesus Kristus. Kita tidak sadar bahwa adanya universitas adalah pengaruh dari Kekritenan. Kita juga tidak sadar bahwa majunya ilmu pengetahuan adalah karena pengaruh kekristenan. Adanya rumah sakit adalah pengaruh kekristenan. Pendidikan untuk orang buta, dan orang cacat, perawatan rumah sakit jiwa yang manusiawi semuanya adalah pengaruh kekristenan. Mengapa ? Yesus memperhatikan masalah fisik. Tubuh adalah bait Allah. Yesus Kristus juga menyembuhkan penyakit fisik. Masih banyak bidang kehidupan lain yang diubah oleh Yesus Kristus.
Tetapi pengharapan yang terbesar bagi manusia adalah bukan di masalah sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi, musik, dll. Walaupun masalah sosial dan kehidupan dapat diperbaharui karena Kristus tetapi ada pengharapan yang lebih daripada sekeder masalah sosial dan kehidupan. Pengharapan terbesar bagi manusia adalah permasalahan mengenai hidup yaitu hidup yang kekal.
Yesus datang supaya manusia yang mata rohaninya buta oleh kegelapan menjadi diterangi oleh sinar surgawi. Yesus datang supaya manusia yang mati rohaninya, yang mati di dalam dosa, rohaninya menjadi bangkit dan hidup. Dia datang supaya kita memperoleh hidup bahkan hidup yang berkelimpahan. Yesus datang supaya manusia yang berdosa diperdamaikan dengan Allah. Dengan kematiannya di kayu salib maka dosa manusia diampuni. Dengan pengorbanannya maka orang percaya berdamai dengan Allah. Yesus adalah harapan manusia di dalam kerohanian karena Yesus adalah juruselamat mereka dari dosa. Puji Tuhan ! Umat manusia ada pengharapan karena ada Yesus Kristus.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou
20 Maret 2007


Read More ....

Monday, March 19, 2007

Darimana kita mendapatkan hikmat ?

Darimana kita mendapatkan hikmat ?
Jeffrey Lim

“Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian” ( Amsal 2:6 )

Banyak orang mau mencari hikmat. Banyak orang mengatakan dia seorang pecinta hikmat. Makanya ada istilah philosophy ( Philia = cinta, Sophia = bijaksana ). Hikmat ini sangat berharga. Nilainya lebih daripada permata. Hasilnya lebih daripada emas dan perak. Hikmat ini sesuatu yang bernilai dan susah didapatkan. Orang yang mendapatkannya adalah orang yang berbahagia ( Ams 3:12 ). Di manakah kita dapat mencari hikmat ?

Firman Tuhan mengatakan bahwa hikmat diperoleh dari mulut Tuhan. Berarti dari Firman Tuhan. Peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada yang tak berpengalaman ( Maz 19:8 ). Hikmat diperoleh dari Tuhan. Dia memberikan hikmat kepada orang yang memintanya dengan iman dan tidak bimbang ( Yak 1:5-6 ). Hikmat yang dari surga ini sifatnya adalah murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik ( Yak 3:17 ). Dan hasilnya adalah damai ( Yak 3:18 ).
Yesus Kristus adalah hikmat Allah yang tertinggi dan mengenalNya adalah mengenal hikmat. Injil adalah hikmat Allah yang kelihatannya seperti kebodohan bagi dunia tetapi hikmat Allah dinyatakan melaluinya. Bila anda ingin mencari hikmat, carilah di dalam Kristus dan FirmanNya ! Maka anda akan memperolehnya.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou, 19 Maret 2007
Seri renungan harian




Read More ....

Undangan Hikmat

Undangan hikmat
Jeffrey Lim

“Hikmat berseru-seru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya” ( Amsal 1:20 )
“Bukankah hikmat berseru-seru dan kepandaian memperdengarkan suaranya?.” ( Amsal 8:1 )

Hikmat dipersonifikasikan sebagai perempuan bijaksana yang memberikan tawaran ajaran bijaksana. Hikmat ini mengundang manusia untuk datang kepadaNya. Dia hendak memberikan ajaran bijaksana dan mengajarkan jalan petunjuk untuk hidup bijaksana. Jalan hikmat adalah jalan menuju kepada kehidupan dan takut akan Tuhan.
Sebalik dari hikmat adalah dipersonifikasikan sebagai perempuan jalang yang mengajak untuk melakukan kejahatan. Perempuan jalang ini adalah personifikasi dari penyembahan berhala dan hidup yang menjauh dari Tuhan.

Di dalam hidup kita sehari-hari, kita sering mendengar 2 suara ini. Suara hikmat dan suara jahat. Suara itu sama-sama mengundang. Undangan hikmat membawa kepada kebenaran, keadilan dan kejujuran. Sedangkan undangan jahat membawa kepada maut.
Di dalam Perjanjian Baru, hikmat Allah adalah Yesus Kristus. Suara Injil memanggil kita untuk datang kepadaNya dan memikul kuknya yang ringan. Tetapi suara si jahat mau memanggil kita untuk menikmati dunia ini beserta isinya.
Undangan manakah yang hendak kita ikuti ?
Tuhan mengenal jalan orang benar tetapi jalan orang fasik menuju kepada kebinasaan ( Maz 1:6 )

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Seri renungan harian
Guang Zhou, 19 Maret 2007

Read More ....

Manusia menurut gambar dan rupa Allah

Manusia menurut gambar dan rupa Allah
( Kotbah Eksposisi dari Kej 1:26-27 )

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. ( Kej 1:26-27 )

Di dalam Kej 1:1, kita sudah membahas mengenai asal mula alam semesta. Asal mula alam semesta bukan dari big bang ataupun alam semesta kekal tidak ada yang menciptakan. Alam semesta ini terus mengembang dan ini menunjukkan alam semesta pasti ada dalam posisi menciut sebelumnya dan pasti ada permulaannya. Alkitab mengatakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Asal mula alam semesta sangat penting bagi kita manusia sebab memberikan arti kepada sejarah alam semesta ini. Tetapi ada satu hal yang tidak kalah penting yaitu asal mula manusia. Asal mula manusia itu begitu penting.

Filsuf Yunani mengatakan bahwa “kenallah dirimu!”. Mengenal diri itu sesuatu yang penting. Karena dengan mengenal diri kita mengenal arti hidup, mengenal identitas, mengenal tujuan hidup dan mengenal realita. Ini benar-benar penting. Dan salah satu pertanyaan terpenting di dalam sejarah manusia adalah Apakah manusia ?.
Pandangan dunia orang dunia adalah naturalisme. Orang-orang sekuler yang menganut filsafat materialiasme naturalisme tidak mempercayai adanya Allah. Orang naturalisme berpandangan bahwa alam semesta ini hanyalah materi yang tanpa adanya dunia supranatural. Bagi mereka alam semesta ini adalah natural saja. Untuk mendukung teori mereka mengenai alam semesta yang natural ini memerlukan teori untuk menjelaskan asal usul alam semesta dan asal usul manusia. Ini diperlukan supaya menunjang teori naturalisme menjadi satu wawasan dunia yang komprehensif. Maka untuk menunjang teori naturalisme adalah teori Evolusi atau teori Darwin.
Orang-orang naturalisme, kita sebut demikian, bukan orang-orang science/ilmu pengetahuan. Boleh disebut scientism tapi bukan science… sebab ilmu pengetahuan yang sejati adalah milik Allah dan tidak bertentangan dengan Bible. Tetapi masalahnya orang-orang naturalisme mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang berilmu pengetahuan dan berbeda dengan orang-orang agama yang tidak berilmu pengetahuan.
Benarkah bahwa berdasarkan ilmu pengetahuan asal mula kehidupan adalah dari evolusi ? Saya pernah menonton discovery yaitu siaran mengenai ilmu pengetahuan. Di sana diceritakan bahwa asal-usul manusia adalah dari monyet yang berkembang. Ini adalah teori evolusi. Benarkah demikian ? Benarkah bahwa teori ini adalah ilmu pengetahuan ?
Ingat bahwa apa yang dinyatakan di dalam teori evolusi adalah di luar alam fisik. Teori evolusi adalah beyond physical realm. Ini diluar ilmu pengetahuan. Sebab ilmu pengetahuan hanya berupa hal-hal yang fisik. Tetapi ini adalah pertanyaan filsafat. Jadi naturalisme dengan teori evolusinya mengajarkan filsafat mengenai asal usul manusia dan bukan mengajarkan ilmu pengetahuan. Ini mengajarkan metafisika. Di luar alam fisik.
Teori Darwin ini sebenarnya benar-benar berbahaya. Saya mempunyai saudara yang sejak kecil ke gereja tetapi kemudian sekolah ke Australia dan diajarkan teori Darwin. Tetapi akhirnya dia menjadi tidak percaya Tuhan. Teori ini benar-benar berbahaya karena dapat membawa orang jauh dari Tuhan. Ini adalah teori ateis. Teori ini juga yang membuka ke arah relativisme moral bahkan kepada postmodern.
Bila manusia hanyalah sama dengan binatang. Lalu nilai-nilai bahwa manusia itu mahluk mulia menjadi hilang. Bila manusia sama seperti binatang maka nilai-nilai moral absolute menjadi hilang. Bila teori seleksi alam ( natural seleksi benar ) dan manusia adalah sama seperti binatang maka ada beberapa konsekuensi :
Tidak ada nilai absolute di dalam manusia karena manusia tidak ada nilai transendensi. Mengapa ? Sebab tidak ada standard. Manusia Survive dan menentukan nilai2nya sendiri
Perang antar etnis adalah seperti halnya hukum rimba. Pemusnahan satu suku terhadap yang lain tidak bisa dilarang. Sebab itu adalah seleksi alam. Yang lebih kuat akan menang.
Pemaksaan seksual di antara manusia tidak menjadi masalah karena binatang juga begitu. Bukankah manusia seperti binatang ?
Teori Darwin mengakibatkan hal-hal transenden menjadi hilang. Standard absolut menjadi hilang. Dan akibatnya adalah relativisme. Bahkan pendidikan dan etika pun menjadi pragmatis. Yang penting adalah yang bekerja. Sebab manusia adalah survive. Yang penting adalah yang bisa diterapkan. Tidak perlu nilai-nilai standard absolut.
Kesimpulannya adalah efek dari teori Darwin adalah sangat merusak sekali. Pepatah mengatakan bahwa ide mengakibatkan konsekuensi. Ide yang sudah jatuh ke dalam dosa mengakibatkan konsekuensi yang parah. Ide dualisme Decartes membuat parah. Ide Karl Marx mengenai komunis membuat parah. Dan Ide Darwinis mengenai evolusi juga membuat parah.
Benarkah manusia berasal dari binatang ? Benarkah binatang dan manusia itu setara ? Ada Beda manusia dengan binatang. Aristoteles seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa manusia adalah mahluk yang berrasio. Rasio inilah yang membedakan manusia dengan binatang. Manusia bisa menganalisa, bisa merancang, bisa berargumentasi, bisa bikin rumus, bisa menghitung, bisa menggambar, bisa banyak hal. Dan ini berbeda dengan binatang bahkan sampai binatang yang dikatakan dekat dengan manusia yaitu monyet. Beda manusia dengan monyet : Monyet diberi mesin ketik suruh ketik karya Shakeshapre tetapi yang jadinya adalah bukan hanya ketik tidak karuan tetapi mesin ketiknya bisa dibanting. Monyet diberi banyak makanan dan diambil satu-satu makanannya tetapi dia cuek. Sampai makanannya tinggal sedikit baru dia gelisah dan marah. Tetapi manusia hilang uangnya sedikit sudah sadar dan bisa hitungan. Monyet dikandang tetapi manusia tidak pernah dikandang oleh monyet. Ini adalah qualitafif difference.
Seorang Filsuf dari Timur ( China ) yaitu Mencius mengatakan bahwa manusia adalah mahluk yang berhati nurani. Ini yang membedakan manusia dengan binatang. Manusia bisa ada rasa belas kasihan. Compassion. Ketika melihat yang sakit ikut merasakan sakit. Ketika melihat yang menderita ikut sedih. Manusia yang tidak berhati nurani adalah lebih jahat dari binatang. Sebab manusia sudah jatuh ke dalam dosa.
Karena manusia dengan binatang itu berbeda maka teori evolusi itu salah.
Ada perbedaan antara yang benda hidup dan benda mati. Hewan dan tumbuhan. Hewan dan manusia. Ini semua berbeda kategori. Teori evolusi mengenai perubahan struktur adalah salah.
Apakah adanya perubahan ? Mikroevolusi benar. Mahluk hidup dalam taraf tertentu bisa berubah tetapi perubahan minor. Misalnya berubah warna. Tetapi makroevolusi itu salah. Ayam tetap ayam. Walaupun berubah warna tetap ayam. Nyamuk tetap nyamuk. Walaupun sayapnya berubah bentuk tetap nyamuk strukturnya. Kerbau tetap kerbau. Anjing tetap anjing. Walaupun kawin campur tetap anjing. Tidak pernah ada dari nyamuk menjadi kerbau. Dari kodok menjadi buaya. Tidak ada makroevolusi. Yang ada hanyalah mikroevolusi.
Tetapi bila kita menyelidiki bahwa hewan sudah diciptakan dengan struktur dan tatanan di dalam tubuh mereka. Ini adalah satu sistem. Satu sistem ini satu integrasi. Dan kalau ada penambahan organ maka mengganggu sistem secara keseluruhan dan ini tidak mungkin. Dengan adanya penemuan DNA maka jelaslah bahwa ini juga seharusnya menggagalkan teori evolusi. Mengapa ? Sebab dengan adanya teori DNA maka sebenarnya di dalam DNA setiap mahluk itu berbeda-beda dan adanya sistemnya sendiri-sendiri. DNA manusia berbeda dengan DNA monyet. DNA monyet berbeda dengan DNA kuda. Dsb. Dan perubahan bentuk DNA itu tidak mungkin.
Di dalam evolusi yang jelas adalah bahwa kalau benar adanya perubahan besar di dalam struktur maka adanya mutasi.
Kalau adanya mutasi. Mutasi itu membuat sesuatu makin buruk bukan semakin improve. Dan mutasi juga tidak mengubah bentuk menjadi bentuk yang lain. Ini teori dari film Kartun Kura-kura Ninja. Mutasi itu merusak satu bentuk menjadi bentuk yang sama yang ada cacatnya. Tetapi tidak merubah bentuk menjadi lebih sempurna. Bukan evolusi tapi deform.
Kemudian faktor kedua yang tidak mungkin dari teori evolusi adalah adanya mata rantai yang putus. Kalau bentuk manusia berevolusi dari kera, kenapa tidak ada fosil yang betul-betul secara nyata menggambarkan perubahan yang mulus dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Disini adanya kehilangan mata rantai. Mana bukti yang mengatakan adanya satu mata rantai yang berubah ke mata rantai yang lain ? Kalau betul ada bukti fosil itu, mana ?
Kalau bukan dari evolusi :Lalu dari manakah asal manusia ? Apa itu manusia ?
Alkitab mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Allah berkata, “mari kita mencipta manusia menurut gambar dan rupa kita.” Manusia diciptakan pada urutan yang terakhir dalam proses penciptaan. Bila dilihat dari urutan, yang terakhir biasanya yang paling kecil dan yang paling tidak penting. Tetapi dalam hal ini terbalik. Manusia sebagai ciptaan dalam urutan terakhir itu paling penting, karena manusia diciptakan dengan tujuan untuk menikmati segala sesuatu yang telah diciptakan sebelumnya. Disini kita melihat urutan itu memberikan interpretasi. Dalam perjanjian baru dalam kolose 1:4 segala sesuatu dicipta bagi manusia.
Di dalam Kej 1:26 dikatakan bahwa marilah Kita. Siapakah kita ? Mengapa ada kata plural/jamak yaitu Kita. Siapakah kita ini ? Apakah Allah dengan malaikat ? Bukan ! Sebab Allah berbeda dengan malaikat. Tidak mungkin menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita yaitu Allah dan malaikat. Allah pencipta sedangkan malaikat yang dicipta. Maka sebenarnya Kita disini adalah Allah Tritunggal. Di dalam Kitab Kejadian ini sudah ada hint mengenai Allah Tritunggal. Pertama di dalam kata Elohim yang jamak dan kata bara yang tunggal. Kemudian di dalam kata Kita pada waktu menciptakan manusia. Ini adalah Allah Tritunggal.
Alkitab mengajarkan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Apa maksudnya ? Manusia bukan binatang. Tetapi juga bukan malaikat. Bukan juga Allah. Kita sebagai manusia harus menemukan posisi kita yang tepat. Siapakah kita ?
Di dalam buku Design for dignity ditulis ada seseorang wanita membunuh dirinya. Polisi menemukan kertas berisi “Jangan tangisi aku. Aku bahkan tidak layak disebut sebagai seorang manusia”. Tetapi ada di hotel yang sama para penganut gerakan jaman baru berkata “Aku adalah allah.... Aku adalah allah”. Manusia yang ditempat yang sama dan waktu yang sama mempunyai pandangan diri yang radikal berbeda. Ini ironi terbesar dari eksistensi manusia. Siapakah manusia itu ?
Gambar dan rupa Allah. Apa artinya gambar dan rupa Allah ? Ini mengatakan bahwa manusia ini ada mirip dengan Allah. Manusia ini segambar dengan penciptaNya. Artinya :
1. Allah adalah sumber hidup manusia
Manusia mempunyai satu induk atau satu asal dari Allah. Kita dicipta seperti Dia. Ini berarti kalau kita tidak beres karena kita tidak ingat lagi bagaimana seharusnya kita seperti Dia. Manusia tidak hanya berpusat pada diri sendiri, tetapi harus kembali kepada Allah, harus menyelesaikan segala kesulitan disana.
2. Memuliakan Allah adalah tujuan hidup manusia
Manusia seperti Allah mengajarkan kepada kita bahwa hidup manusia mempunyai tujuan. Ini menandakan manusia mempunyai makna hidup. Hidup kita ini bermakna. Manusia seperti Allah, berarti kita harus memperbaiki hidup kita sehingga seperti Allah pencipta kita. Allah adalah Alfa dan Omega, juga titik awal dan titik akhir kita. Sehingga dari permulaan kita berasal dari Dia dan berlangsung proses hidup untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita harus memuliakan Allah, sebagai Pendorong, Penentu, dan Penghakim terhadap tindak tanduk yang kita lakukan. Seharusnya Allah menjadi tujuan, karena kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
Westminster Shorter Cathechism mengatakan bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmatiNya.
3. Manusia harus meneladani Allah sendiri
Berarti kita seharusnya melihat dengan jelas dan meneladani Allah sendiri.
Yesus yang pernah mengunjungi sejarah menjadi standar hidup kita manusia. Kita meneladani Dia.(matius 11;28-29). Kita dipanggil untuk menyerupai Kristus di dalam moral kita.
Allah itu suci, kita harus suci. Allah itu baik, kita harus baik. Allah itu kasih, kita harus mengasihi. Allah itu adil, kita harus adil. Allah itu mulia, hidup kita harus mulia. Allah itu sabar, kita harus sabar. Allah itu bijaksana, kita harus bijaksana. Allah itu penuh belas kasihan, kita harus penuh belas kasihan. Allah itu pengampun, maka kita juga harus pengampun. Sifat moral Allah harus kita tiru.
Mengapa mempelajari mengenai Allah itu sangat penting ? Karena pengenalan diri Allah adalah sumber dan dasar dari etika. Ketika kita mengenal Allah maka kita dipanggil untuk meneladaniNya. Allah adalah dasar etika.
4. Manusia seperti Allah tetapi bukan Allah
Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah berarti manusia seperti Allah, tetapi manusia bukan Allah. NOT GOD.

2 Arti gambar dan rupa Allah juga adalah :
Gambar dan rupa Allah yang hina dan gambar dan rupa Allah yang mulia.
GAMBAR Allah Gambar ALLAH
Kerendahan hati Kemuliaan


Ciptaan yang Hina
Gambar dan rupa Allah tidak sama dengan Allah. Hanya gambar. Representasi dari Allah. Kehinaan kita lebih nyata ketika membentuk Adam bukan dnegan emas atau perak, berlian atau batu rubi tetapi dengan debu tanah. Ia adalah sosok dari tanah liat.
Ini menandakan semua orang rapuh dan hina bila dibandingkan dengan Allah.
Sebelum mengenal dosa, manusia hanya sosok dari tanah liat.

Sebutan yang Mulia
Kita hanyalah gambar tetapi gambar ALLAH.
Allah memutuskan untuk menjadikan manusia sebagai ciptaan yang mempunyai nilai dan kemuliaan yang tidak ada bandingnya. Nilai diri kita tidak terletak pada keadaan eksternal kita. Pada kekayaan, talenta, kecakapan, karir, pekerjaan, kemapanan, kesehatan, dll. Allah, Sang Pencipta mengatakan bahwa kita adalah gambar dan rupaNya – gambar dan rupa yang Agung, dengan harkat yang ditetapkan secara ilahi.
Kita berharga karena mempresentasikan tahta Kerajaan Allah di bumi. Kaya miskin, terpelajar atau tidak, menarik atau tidak – Anda adalah gambar Allah.

Pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari manusia sebagai gambar dan rupa Allah ?

1. Kita berharga dan hidup kita bermakna. Nilai diri kita berasal dari dalam diri kita yaitu sebagai gambar dan rupa Allah. Ini bukan dari luar.
Saudara-saudari, di dalam dunia yang sudah jatuh dalam dosa ini, kita manusia mengerti nilai mereka yang tidak benar. Kita cenderung menilai dari pada yang terlihat seperti:
- Fisik : Tinggi, pendek, gemuk, kurus, cantik, jelek
- Pekerjaan : Supir, Pembantu, Pegawai negeri, Pegawai kantor, pelajar.
- Status sosial : Kaya, miskin
Tetapi siapakah kita itu tidak tergantung kepada fisik kita atau pekerjaan kita atau status sosial kita. Semua itu yang diluar. Semua itu predikat. Ingat tidak di dalam pelajaran bahasa Indonesia dibedakan antara
Subjek Predikat
Nah seringkali manusia menilai dirinya, sesamanya melalui predikat dan bukan subjeknya. Tetapi yang lebih penting adalah subjeknya. Jadi siapakah saya ?
Siapa saya itu tidak ditentukan apa yang saya lakukan. Tetapi siapa saya yang menentukan apa yang saya lakukan. Kita itu bernilai
Saudara-saudari di dalam dunia ini, kebanyakan manusia mencari nilai diri kita dari dunia. Di televisi dan iklan-iklan ditawarkan banyak gaya hidup dan identitas. Misalnya gaya berpakaian tertentu menentukan siapa saya. Gaya rambut juga menentukan siapa saya. Accessories juga menentukan siapa saya. Merek Hand Phone saya, mobil saya, anting-anting saya. Penampilan fisik juga menenukan siapa saya. Orang yang gemuk merasa minder dan ingin terus diet, orang yang kurang menarik terus dandan dan ingin lebih cantik supaya lebih berarti dan bernilai.
Sesungguhnya banyak manusia kehilangan nilai diri. Banyak remaja kehilangan identitas dan hidupnya kosong. Mungkin kita pernah mendengar seorang artis yang kaya, cantik, banyak digemari orang, terkenal namun ternyata mati bunuh diri. Mengapa begitu ?
Saudara-saudari, dulu saya menggemari serial silat “Pendekar Pemanah Rajawali” dengan jagoannya “Kwee ceng”. Di dalam film itu, pemeran sebagai istrinya Kwee Ceng yang bernama Oey Yong adalah seorang wanita muda yang cantik jelita, lincah dan menarik hati. Nama aslinya Ung Mei Ling. Sekilas orang dunia memandang bahwa bila seseorang cantik, lincah, menarik, kaya , terkenal maka hidupnya sukacita dan berarti. Tetapi saya mendengar kabar buruk bahwa artis ini bunuh diri karena pacarnya suka sama orang lain. Mengapa dia bunuh diri ? Sebab rasa arti diri itu bukan dari talenta, kepintaran, kecantikan/rupa. Rasa nilai diri ini adalah masalah identitas diri
Hidup kita ini bernilai karena itu kita tidak boleh sampai bunuh diri. Nilai diri kita adalah karena kita adalah gambar dan rupa Allah.

Hidup manusia berharga, hidup manusia mulia
Karena manusia gambar dan rupa Allah, kita tidak boleh menghina manusia. Kita tidak boleh menghina seseorang sebab dengan demikian kita menghina Tuhan Allah. Saya dulu mempunyai seorang teman yang dari kecil sudah “unik”. Dia bertangan pendek, berkaki pendek, gemuk, dan bentuk tubuhnya unik. Tetapi dari kecil sudah jago piano. Di masa kecil, Teman-teman suka mentertawai dia karena memang dia orang yang jenius tetapi sulit bersosialiasi dan unik. Saya pernah ikut berbagian di dalam mentertawai dia. Tetapi ternyata dia besarnya jadi orang yang sukses dan hebat sekali di dalam piano. Bahkan ketika besar masih bersahabat dengan saya. Bila mengingat waktu masa kecil, saya sedih karena saya pernah mentertawakan dia. Tetapi sekarang saya sering menceritakan mengenai kehebatan dia.

3. Kita juga tidak boleh menghina diri. Kita tidak boleh minder. Dalam hal ini saya juga termasuk seorang yang minder. Tetapi saya tahu bahwa saya adalah mahluk yang mulia karena saya gambar dan rupa Allah.

4. Pengajaran gambar dan rupa Allah mempengaruhi budaya manusia
Saudara-saudari, sebenarnya pengajaran Kekristenan mengenai gambar dan rupa Allah ini sungguh-sungguh dasyat. Ini mengubah banyak budaya di dalam masyarakat.
Karena manusia adalah gambar Allah, maka manusia itu berharga dan manusia harus dilindungi dan manusia harus dijunjung tinggi. Ini mengakibatkan adanya hak asasi, hukum, penghapusan perbudakan, peninggian derajat wanita, pendidikan, rumah sakit, dll.

Penutup,

Karena itu, kenalilah diri saudara, tidak terlalu tinggi, dan juga tidak terlalu rendah. Jangan mengangkat diri sebagai Allah, tetapi jangan juga menganggap diri sebagai binatang. Kita adalah manusia sebagai gambar dan rupa Allah.



Read More ....
Powered By Blogger

LIMPINGEN BLOG