I live in God's creation












Pages

Friday, November 30, 2007

Tidak perlu sembuh tetapi yang terpenting menjadi berkat

Tidak perlu sembuh tetapi yang terpenting menjadi berkat
Kesaksian Jeffrey Lim

Setelah bergumul sekian lama dengan penderitaan Depresi akhirnya oleh anugerah Tuhan, Dia membukakan saya satu pengertian. Ini satu pengertian yang indah sekali bagi hidup saya. Saya bersyukur dan bersukacita karena hal ini.
Dulu saya selalu berpikir saya harus sembuh. Dulu saya berpikir bahwa saya harus sembuh supaya sukacita. Dulu saya berpikir bahwa kebahagiaan saya digantungkan kepada kesembuhan saya. Dan saya juga menganggap bahwa makna hidup saya ada di dalam kesembuhan saya. Saya merasakan kalau saya banyak melakukan performance maka hidup saya lebih bermakna. Andaikata saya menjadi sehat… Andaikata saya banyak melakukan banyak hal… Andaikata saya kuat… Andaikata saya bermental baja… Ini semua andaikata dan andaikata yang saya inginkan supaya hidup saya lebih menjadi berkat.
Tetapi sampai satu titik dimana saya disadarkan oleh Tuhan. Tuhan menyatakan bahwa yang terpenting di dalam hidup saya yaitu :
1. Nama Tuhan dimuliakan
2. Kerajaaan Allah diperluas
3. Kehendak Allah terjadi

Ini semua sesuai dengan prinsip doa Bapa Kami. Saya pribadi beriman bahwa yang terpenting di dalam hidup saya sekarang adalah bagaimana saya menjadi berkat di dalam seluruh keberadaan hidup saya.
Ini ada beberapa pengertian dan perpektif :
1. Saya bukan puas dengan keadaan sekarang tetapi ingin menuntut hidup lebih jadi berkat. Sekarang saja hidup saya sudah bermakna karena Anugerah Tuhan maka saya ingin supaya hidup saya lebih menjadi berkat dan bermakna
2. Tetapi disatu sisi lain saya puas oleh anugerah Tuhan. Saya bersyukur oleh anugerah Tuhan. Namun kepuasan saya menambah saya makin haus untuk menjadi berkat. Saya adalah orang yang berbahagia dan dikasihi Tuhan
Adapun ketika merenung-renung mengenai penyakit saya terbuka pikirannya dengan satu hal. Biasanya orang modern memandang bahwa yang baik adalah yang kaya bukan miskin, yang cantik bukan jelek, yang tampan bukan jelek, yang pintar bukan bodoh, yang sempurna bukan cacat, yang sehat bukan sakit, yang IQ tinggi bukan yang bodoh, yang kuat fisik bukan yang lemah. Tetapi pertanyaannya apakah betul penilaian modern seperti itu bahwa yang berada dijalur sebelah kanan adalah yang baik dan yang disebelah kiri adalah yang buruk ? Saya berpikir tidak demikian.
Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita berespon terhadap Tuhan. Manusia adalah apa yang dia respon kepada Tuhan.
Akhirnya di tengah pergumulan batin ini saya beriman bahwa jangan doakan saya supaya saya sembuh. Tetapi doakan supaya saya menjadi berkat dan nama Tuhan dimuliakan. Saya sendiri merasakan bahwa yang terpenting adalah supaya nama Tuhan dimuliakan dan bukan sembuh itu sendiri. Buat apa saya sembuh kalau saya menjadi sombong ? Buat apa saya sembuh kalau saya tidak menjadi bergantung kepada Tuhan ?
Dan kalau Paulus berkata bahwa dia boleh bermegah di dalam kelemahan maka saya juga bermegah di dalam kelemahan saya. Mengapa demikian ?
1. Kelemahan saya adalah mahkota. Ini tanda bahwa saya pernah mengalami penganiayaan mental dan ini adalah kemuliaan bagi saya. Karena ada sisi dimana saya dianiaya secara mental karena mengikut Tuhan
2. Kelemahan saya menyatakan anugerah dan kuasa Tuhan.
3. Kelemahan saya membuat saya bergantung kepada anugerah Tuhan
4. Kelemahan saya membuat saya menyadari bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Tuhan.
Akhirnya saya tutup kesaksian saya pada kali ini. Saya mau bersyukur buat begitu banyak orang yang sudah mendoakan saya. Saya bersyukur buat mamah, Chang Muse yang setia mendoakan. Juga bersyukur buat Pak Tong yang dengan kasih merangkul saya. Bersyukur buat Pak Nico yang melatih saya. Bersyukur buat Institut Reformed yang mendidik saya. Bersyukur buat saudara-saudari seiman yang boleh mendoakan saya. Saya bersyukur dan berterima kasih.

Soli Deo Gloria
Jeffrey Lim
30 November 2007


Read More ....

Thursday, November 22, 2007

Doaku

Doaku
Jeffrey Lim

Tuhan ajarkanlah saya
Untuk berdoa bagi sesama kami
Untuk memperhatikan sesama
Dan untuk mengasihi

Tuhan, aku mau bertekad hati
Untuk menjadi saluran berkatMu
Aku berdoa dengan hati yang murni
Demi kemuliaan namaMu

Jeffrey Lim
Jakarta,
22 November 2007

Read More ....

Thursday, November 15, 2007

Iman, Pengharapan, dan Perjuangan menghadapi Depresi Rohani


Teman-teman, tolong doakan pembuatan buku dengan judul
"Iman, Pengharapan, dan Perjuangan menghadapi Depresi Rohani" By Jeffrey Lim

Kiranya buku refleksi teologis ini boleh menjadi berkat bagi kemuliaanNya...... Soli Deo Glorias





Read More ....

Thursday, November 08, 2007

Teologi Anugerah dan Depresi

Teologi Anugerah dan Depresi

“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.” ( Yoh 1:14 )

Di dalam Kristus, manusia berdosa berpindah status menjadi orang kudus dan orang benar. Manusia berdosa juga berpindah status dari murka Allah kepada kasih karunia Allah. Setelah dibenarkan di dalam Kristus, orang berdosa dibenarkan di hadapan Allah dan menjadi anak Allah. Hidup orang percaya sekarang berada dalam kasih karunia di dalam Kristus. Hidupnya sekarang adalah hidup yang baru. Baru yaitu mempunyai status baru sebagai orang kudus, orang benar, anak Allah. Baru juga berarti hidupnya ada arah dan tujuan baru yaitu meninggalkan dosa dan berpaling kepada Allah. Baru juga berarti sekarang orang percaya mempunyai natur baru yang kudus yang membenci dosa.
Sebagai manusia baru, orang percaya seperti bayi rohani yang perlu bertumbuh. Di dalam dunia yang penuh dengan racun dosa ini orang percaya perlu bertumbuh. Memang secara status dan natur orang percaya sudah kudus dan bersih di hadapan Allah. Orang percaya sudah hidup dalam kasih karunia Tuhan dan sudah tidak berada dalam kutuk Taurat. Tetapi bukan berarti hidup suci sudah tercapai sempurna karena orang percaya perlu mengalami transformasi. Dosa memang sudah dikalahkan. Sengatnya sudah tidak ada. Tetapi kebiasaan berdosa yang sudah tertanam di dalam hati pikiran orang percaya perlu diubahkan. Ini namanya proses pengudusan yang dilakukan oleh Allah Roh Kudus. Pengudusan secara status dan natur sudah terjadi ( already ) tetapi belum sempurna ( not yet ) . Pengudusan secara transformasi natur akan terjadi ( present ) dan pengudusan secara sempurna akan terjadi ketika bertemu dengan Tuhan.

Di dalam proses pengudusan ini, orang percaya juga berada dalam kasih karunia Tuhan dan untuk mengalami proses pengudusan maka Tuhan Allah beranugerah memberikan saluran anugerahNya kepada kita orang percaya. Sarana/Saluran anugerah ini adalah di dalam doa, sakramen, Firman, persekutuan orang kudus, dan diri Allah sendiri sebagai pemberi anugerah. Tuhan menguduskan kita melalui darah Kristus, Firman dan RohNya yang Kudus. Ini adalah sarana-sarana pengudusan dari Tuhan Allah
Dengan melakukan doa maka orang percaya bersekutu dengan Tuhan dan dimana ada persekutuan dengan Tuhan maka akan ada pengudusan. Dengan doa dalam nama Kristus maka orang percaya masuk ruang yang maha kudus dan boleh mendapatkan anugerah disana. Dengan doa maka orang percaya berkomunikasi dengan Tuhan. Bukankah hak istimewa bahwa kita boleh menghampiri Tuhan dan menerima anugerahNya. Tuhan juga menjawab doa-doa orang percaya yang sesuai dengan kehendakNya. Doa adalah nafas hidup orang percaya. Doa adalah bersekutu dengan pencipta. Doa adalah saluran anugerah. Di dalam doa ada kekuatan, ada penyertaan, ada kedamaian, ada kuasa Tuhan, ada perlindungan Tuhan, ada persekutuan dengan Tuhan, ada kuasa untuk mengalahkan pencobaan. Doa orang benar besar kuasanya.
Sakramen baptisan adalah melambangkan baptisan Roh Kudus dimana orang percaya masuk ke dalam gereja. Dengan melakukan sakramen perjamuan kudus, orang percaya mengingat anugerah keselamatan dalam Kristus dan saat ini orang percaya ada di dalam persekutuan mistik dengan Kristus. Seperti janji Kristus bahwa barangsiapa tetap tinggal diam di dalamNya maka pasti kita akan berbuah.
Kemudian Firman Tuhan juga merupakan saluran anugerah dimana melalui Firman Tuhan orang percaya mengenal Tuhan. Dengan menyimpan Firman Tuhan dalam hati maka orang percaya dicegah dari dosa. Dengan menjaga kelakuan sesuai dengan Firman maka kelakuan orang percaya menjadi bersih. Firman Tuhan itu mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang percaya di dalam kebenaran. Firman Tuhan juga mendisiplin, menyegarkan jiwa, memberi kekuatan, memberikan arah, memberikan petunjuk, memberi nasihat, mempersiapkan orang di dalam pelayanan.
Berbahagialah orang yang kesukaannya adalah merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam. ( Maz 1 ) FirmanMu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku ( Maz 119:105 ) Dengan apa seorang muda mempertahankan jalannya yang bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan FirmanMu ( Maz 119:9 ) Taurat Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa ( Maz 19 ) Peraturan Tuhan teguh, memberikan hikmat kepada yang tidak berpengalaman ( Maz 19 )
Saluran anugerah yang lain adalah juga persekutuan orang kudus. Di dalam persekutuan dalam Kristus ada kasih dan di dalam kasih inilah orang percaya boleh bertumbuh. Hanya melalui kasih saja orang percaya boleh bertumbuh untuk melaksanakan kebenaran Firman Tuhan. Di dalam persekutuan orang kudus terjadi saling mengasihi, saling mendoakan, saling mendukung, saling menegur, saling menasihati, saling berbagi beban, saling melayani. Persekutuan di dalam Tuhan di dalam kasih membuat hidup menjadi indah dan berarti. Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Di dalam tubuh Kristus, semua adalah satu. Alkitab mengajarkan “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan, kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan jangan tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi juga orang lain juga.” ( Filipi 2:1-4 )
Alkitab mengajarkan pengertian mengenai gereja sebagai tubuh Kristus. Tubuh Kristus berarti gereja adalah satu kesatuan organis di dalam Kristus dimana Kristus adalah kepalanya. Kesatuan organis di dalam gereja ini sangat penting !. Pada jaman sekarang yang individualistis ini manusia cenderung melihat dirinya sendiri sebagai satu pribadi yang individu. Diri pribadi saya adalah saya sendiri. Konseling yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah pribadi juga dilakukan secara individu. Namun satu hal yang perlu diperhatikan bahwa manusia diciptakan Tuhan adalah mahluk yang komunal. Tuhan menciptakan manusia sebagai mahluk sosial. Manusia tidak dapat hidup terpisah dari manusia lain. Namun karena dosa maka manusia menjadi terpisah dan terasing dengan sesamanya. Karena dosa maka manusia menjadi hidup sendiri-sendiri dan egois. Pengharapan bagi manusia dalam hubungan dengan sesamanya ada di dalam Kristus. Di dalam Kristus orang percaya menjadi satu di dalam tubuh Kristus.
Anugerah yang paling penting juga adalah Allah sendiri. Allah Bapa menjadi sumber segala berkat. Allah Anak menjadi perantara manusia dengan Allah. Anak Allah menjadi imam besar agung dimana orang percaya boleh datang kepada Allah dan mencari kasih karunia. Semua anugerah kasih karunia yang diterima oleh orang percaya berada di dalam Anak Allah Yesus Kristus. Oleh kepenuhan Kristus, orang percaya menerima kasih karunia demi kasih karunia. Karya keselamatan Kristus di kayu salib mendatangkan anugerah keselamatan yaitu penebusan. Anugerah penebusan ini menyelamatkan orang percaya kemudian terus mentransformasi hidup orang percaya sehingga orang percaya menjadi makin serupa dengan Kristus di dalam setiap aspek kehidupan. Semua pekerjaan keselamatan ini dikerjakan oleh pribadi Allah Roh Kudus yang melahir barukan orang percaya dan menyucikan orang percaya. Allah Roh Kudus tinggal di dalam diri orang percaya menjadi pengajar kebenaran, penasihat, konselor, penghibur yang memimpin orang percaya untuk hidup memuliakan Tuhan Allah.
Aplikasi pengajaran mengenai saluran anugerah terhadap orang yang depresi adalah : Penderita depresi harus hidup di dalam saluran anugerah untuk bertumbuh di dalam proses pengudusan. Paradigma kita adalah pertumbuhan dan pengudusan bukan sekedar pemulihan. Paradigma kita adalah sanctification. Paradigma kita adalah untuk diperbaharui karakternya untuk menjadi serupa dengan Kristus di dalam hati, pikiran, emosi, kemauan dan tingkah laku. Semua ini dapat terjadi bila orang percaya hidup di dalam anugerah Tuhan yang diberikan melalui sarana/saluran anugerah yaitu doa, Firman, persekutuan orang kudus, sakramen. Bila penderita Depresi mau bertumbuh, dia harus hidup di dalam saluran anugerah ini.

GRACE ALONE

Every promise we can makeEvery prayer and step of faithEvery difference we can makeIs only by His grace.Every mountain we will climbEvery ray of hope we shineEvery blessing left behind Is only by His graceReff :
Grace alone Which God suppliesStrength unknown He will provideChrist in us, our cornerstoneWe will go forth in grace alone

Read More ....

Teologi Waktu dan Depresi

Teologi Waktu dan Depresi

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. “ (Pengkotbah 3:1-8)

Kitab Pengkotbah mengajarkan satu pengajaran yang sangat luar biasa mengenai waktu. Segala sesuatu ada masanya. Segala sesuatu ada waktunya. Inilah semua yang terjadi dibawah matahari.
Seringkali di dalam dunia modern, manusia mencoba membunuh waktu. Membunuh waktu artinya manusia ingin segala sesuatu berjalan instant dan tidak melalui proses. Manusia ingin cepat. Manusia ingin menikmati semuanya di dalam satu waktu. Manusia mengira kalau bisa cepat menikmati adalah semakin nikmat. Manusia mengira kalau cepat itu baik. Tetapi seringkali manusia membunuh waktu. Manusia tidak menghargai proses. Padahal keindahan itu terjadi di dalam proses.

Mari kita perhatikan alam semesta yang Tuhan ciptakan ini. Di dalam alam semesta ini semuanya berjalan melalui proses alam. Proses pembentukan minyak bumi berasal dari fosil selama ribuan tahun. Proses pembentukan mutiara di dalam kerang. Proses pertumbuhan pohon dari biji menjadi pohon besar. Proses panen di sawah setelah beberapa waktu. Proses pertumbuhan ayam dari telur sampai menjadi ayam dewasa. Proses penguraian sampah dan daur ulang di dalam alam semesta.
Proses alam semesta ada yang berlangsung dengan lama tetapi ada yang relatif lebih singkat. Namun diatas semuanya ini adalah bahwa semua proses yang terjadi tidak bisa melewati jalan pintas dan instan. Di jaman modern yang ingin serba cepat ini manusia ingin hasil yang cepat dengan cara yang cepat. Ini semua sebenarnya tidak sesuai dengan hukum alam. Bisakah seseorang ingin belajar dengan cepat tanpa melewati proses ? Alam mengajarkan bahwa seseorang harus lulus SD kemudian SMP kemudian SMU kemudian universitas. Semuanya proses ! Demikian juga pembentukan kepribadian juga tidak bisa berjalan satu hari. Perubahan karakter tidak bisa berubah satu hari. Semua ini perlu ketekunan, perubahan pikiran, kemauan, disiplin dan membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang akhirnya menjadi bagian dari hidup. Pendidikan tidak bisa instant ! Dalam hal ekonomi juga tidak bisa instant. Cara yang instant seperti berjudi hanya menghasilkan kemalangan belaka. Manusia yang ingin mendapatkan kekayaan harus berusaha keras dan terus berjuang. Semuanya proses berjuang dari kecil sampai besar. Demikian juga dalam hal olah raga. Seorang atlit tidak bisa hanya makan obat kuat maka menjadi atlit yang baik. Dia perlu berlatih dan melatih tubuhnya sehingga makin lama makin mahir.
Ada yang bisa dipelajari dari hukum alam mengenai proses ini ? Yaitu untuk mendapatkan hasil musti ada proses, ketekunan, kesabaran. Dalam semua ini berlaku hukum tabur dan tuai. Bila ingin maju di kemudian hari maka kita harus menabur hal yang baik dan terus setia menabur. Seiring dengan waktu maka semua kebaikan yang ditabur akan menghasilkan tuaian. Tidak ada jalan instant ! Kesetiaan, ketekunan, kesabaran, keteguhan, perjuangan, usaha semuanya menentukan masa depan kita.
Karena itu bagi penderita Depresi, semua proses pengudusan yang Tuhan kerjakan di dalam diri kita adalah satu proses jurney seumur hidup sampai kita mencapai hidup yang akan datang. Ini harus kita hargai. Mulailah merubah paradigma berpikir bahwa semua ini adalah satu proses yang panjang. Jangan berpikir instant. Tetapi mulai berpikir jangka panjang. Satu hal bahwa di dalam menghadapi proses ini kita tidak sendiri. Dan pencobaan kita juga tidak melebihi kekuatan kita. Anugerah Tuhan menyertai kita. Karena itu marilah berjuang di dalam proses pembentukan hati, pikiran, emosi dan tingkah laku.

Belajar dari alam : Proses
Jeffrey Lim

Lihatlah alam ini !
Begitu tenang dan teratur.
Pandanglah alam ciptaan Tuhan ini !
Semuanya berjalan diatur Tuhan
Ada hikmat yang tersembunyi
Di dalam alam semesta ini
Hikmat berseru-seru
Marilah kita belajar !
Pelajaran dari alam yang penting
Adalah belajar untuk melewati proses
Perhatikanlah pohon beringin !
Dia bertumbuh dari kecil sampai besar
Pertumbuhannya lambat dan perlu waktu
Simaklah hasil panen di sawah !
Petani memerlukan waktu menabur
Dia harus sabar menunggu
Dan pada waktunya ia akan menuai
Perhatikanlah seekor ayam dewasa !
Dia berasal dari telur
Melewati penghangatan dari induknya sampai menetas
Lalu hidup sebagai anak ayam
Dilindungi ibunya sampai menjadi mandiri
Oh, betapa Tuhan menciptakan alam ini
Semuanya melewati proses alam
Dari pertumbuhan binatang-binatang
Dari tumbuh-tumbuhan
Sampai kepada manusia, gambar dan rupaNya
Hai kawan, Marilah kita manusia belajar
Untuk sabar melewati proses
Mengapa kita mau semuanya cepat ?
Mengapa kita mau cepat-cepat jadi orang ?
Mengapa kita mau cepat sukses ?
Mengapa kita mau semuanya instan ?
Karena kita tidak mau melewati proses
Proses itu lambat namun pasti
Stabil, mantap dan perlahan
Proses itu kadang membosankan
Proses itu melatih kesabaran
Dan proses itu membentuk karakter

Saya tutup bagian ini dengan satu lagu yang sangat indah yang melukiskan bahwa segala sesuatu ada waktunya dan akan indah pada waktunya.

ADA WAKTU DI HIDUPKU
( Herry Priyonggo )

Ada waktu di hidupku
Pencobaan berat menekan
Aku berseru mengapa ya Tuhan
Nyatakan kehendakMu

Jalan Tuhan bukan jalanmu
Jangan bimbang ataupun ragu
Nantikan Tuhan jadikan semua
Indah pada waktunya

Reff :

Pada Tuhan masa depanku
Pada Tuhan kusrahkan hidupku
Nantikan Tuhan berkarya
Indah pada waktunya


Read More ....

Teologi Sabat dan Depresi

Teologi Sabat dan Depresi

“Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya” ( Kej 2:2-3 )

Di dalam Kej 1:26-31, dibahas bahwa Tuhan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Dan kemudian di dalam ayat 31 dikatakan Allah melihat semuanya itu sungguh amat baik. Semuanya itu sangat baik. Dengan diciptakannya alam semesta dan terakhir manusia, Allah melihat semuanya sangat baik. Maka Allah puas dan Dia menikmati hasil ciptaanNya. Seperti seorang pelukis yang selesai melukis sebuah lukisan yang sangat baik, Dia puas dan memandangi lukisan itu. Seperti seorang pemahat yang selesai memahat sebuah pahatan yang sangat indah, Dia puas memandangi pahatan itu. Inilah yang terjadi pada hari ketujuh ketika Allah berhenti pada pekerjaanNya dan Dia menikmati hasil pekerjaanNya.

Karena Allah berhenti pada hari yang ketujuh maka hari ketujuh dikuduskan sebagai hari Sabat.
Di dalam Keluaran 20:8 dikatakan bahwa “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat : enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”
Jadi apa dasar hari Sabat ?
Jadi dasar dari hari Sabat adalah Allah sendiri berhenti dari pekerjaanNya maka kita yang adalah gambar dan rupaNya harus berhenti di dalam pekerjaan kita pada Sabat.. Kita harus mengikuti perintah Tuhan. Kita harus menaati mandat penciptaan ini. Ini adalah perintah Tuhan yang universal. Yang berlaku buat semua manusia di bumi ini.
Mengapa manusia harus istirahat ?
Marilah kita merenungkan pertanyaan ini. Kalau kita selidiki bahwa mesin saja perlu istirahat. Mesin, computer, robot, alat-alat elektronik yang jalan tidak pernah berhenti akan panas dan cepat rusak. Benda-benda yang terbuat dari materi yang kuat saja memerlukan istirahat apalagi manusia yang adalah tulang dan daging yang terbatas dan lemah, tentunya memerlukan istirahat. Dan Tuhan tahu akan hal itu maka Ia menetapkan hari untuk beristirahat. Tuhan menetapkan Sabat.
Ada beberapa alasan mengapa Dia menetapkan hal ini :
a. Pertama sudah dibahas bahwa Tuhan Allah bekerja selama 6 hari dan pada hari yang ketujuh Dia berhenti dan menikmati pekerjaanNya. Maka kita juga harus menyerupaiNya. Alasannya kita bekerja dan menikmati hasil pekerjaan kita.
Bila kita membaca kitab Pengkotbah, didalam konteks hidup yang berdosa dan sia-sia, Pengkotbah mengajarkan satu pengajaran bijaksana : “Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah kalau orang makan dan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah dibawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya” ( Pengkotbah 5:17 ).
Pengajaran disini mengajarkan yaitu kita harus menikmati hidup ini dan hasil jerih payah kita yang dilakukan di bawah matahari. Menikmati hidup itu boleh atau tidak ? Boleh bahkan Alkitab menyuruh kita menikmati hidup. Kekristenan bukan agama yang mengekang orang untuk tidak sukacita dan menikmati hasil pekerjaannya. Tetapi sebaliknya untuk menikmati segala hasil pekerjaannya karena itu adalah anugerah dan karunia dari Tuhan.
Dari kitab Pengkotbah di bagian lain yaitu di dalam Pengkotbah 4:4-8 ada beberapa tipe macam orang di dalam bekerja. Pertama adalah yang iri hati terhadap orang lain di dalam pekerjaannya. Dikatakan ini sia-sia. Kedua adalah orang yang malas. Ini dikatakan merusakkan dirinya sendiri. Ketiga adalah yang bekerja tak henti-hentinya. Akhirnya dia pun tidak menikmatinya. Dan keempat dikatakan “Segenggam ketenangan lebih baik daripada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin” ( Peng 4:6 ). Yang keempat adalah orang yang bekerja dan menikmati hasil pekerjaannya dalam ketenangan.
Jadi sikap yang benar adalah yang keempat yaitu bekerja dan bisa menikmati di dalam ketenangan. Jadi di dalam bekerja : jangan iri, jangan malas, jangan workalholic tetapi bekerja dan menikmati pekerjaan kita. Ini adalah anugerah Tuhan.

b. Alasan kedua mengapa ada Sabat adalah : untuk pemulihan vitalitas manusia dan juga hewan dan juga alam semesta.
Sudah dibahas bahwa mesin saja perlu istirahat maka manusia juga perlu istirahat. Di dalam dunia yang makin workalholic ini, banyak manusia yang terus bekerja bahkan pada hari Sabat.
Ini menunjukkan beberapa hal yaitu : manusia tidak puas, manusia menuntut dirinya, manusia haus akan kekayaan, manusia terikat dengan materi, dan terutuama manusia tidak percaya kepada Firman Tuhan. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus berhenti dari bekerja pada hari Sabat. Dan manusia tidak taat. Mungkin ada orang yang kuatir kalau beristirahat pada hari Sabat tidak bisa cukup kehidupannya. Tetapi orang ini kurang percaya pada Firman. Sebab Yesus mengatakan “Jangan kamu kuatir akan apa yang kamu makan, dan apa yang kamu pakai” “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kehendakNya maka semuanya akan diberikan kepadamu”. Jangan kuatir sebab bila kita bekerja dan hidup menurut apa yang Tuhan inginkan, janji Tuhan, Dia akan mencukupi.
Di dalam dunia modern yang workalholic ini banyak manusia yang kecapean secara fisik, mental dan spiritual. Mengapa ? Karena mereka tidak taat pada perintah hari Sabat ini. Banyak manusia yang benar-benar kelelahan fisik mental dan akibatnya adalah gangguan psikologis. Mereka ingin tenang tetapi terus tidak bisa tenang karena terus memikirkan pekerjaan dan hidup. Bahkan di jaman yang penuh ketegangan ini ajaran gerakan jaman baru seakan-akan memberikan jalan keluar bagi ketenangan jiwa manusia. Ajaran Yoga, kebatinan, meditasi seakan-akan memberikan harapan di mana manusia bisa beristirahat dan relaksasi dengan meditasi. Seakan-akan menyatu dengan alam dan mengurangi beban tekanan mental.
Hal ini sebenarnya membuktikan bahwa manusia perlu beristirahat dan dipulihkan fisik mental dan rohani mereka. Sebenarnya Tuhan Allah sudah menyediakan untuk beristirahat yaitu hari Sabat.
Hari ini bukan hari yang merugikan dimana manusia tidak boleh bekerja. Tetapi justru adalah hari anugerah dimana manusia boleh berhenti di dalam pekerjaannya dan menikmati berkat Tuhan.

c. Hari Sabat juga adalah hari yang Tuhan tetapkan supaya para hamba bisa beristirahat dan juga para hewan. Ini adalah hari anugerah.
Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung untuk memerintah satu sama lain dan menguasai satu sama lain. Para hamba yang bekerjapun sering mengalami pemerasan pekerjaan. Tetapi Tuhan Allah mengadakan Sabat karena anugerahNya supaya mereka boleh beristirahat.
Demikian juga dengan hewan. Dan juga dengan tumbuhan. Ini adalah alam semesta. Mengapa alam semesta perlu sabat ? Karena manusia mengekploitasi alam semesta terus menerus dan maka pohon-pohon pada gundul dsb, dan banjir dsb. Nah di dalam Kitab Imamat ada tahun Sabat yaitu enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat bagi Tuhan. Ladangmu janganlah kautaburi dam kebun anggurmu janganlah kau rantingi. ( Im 25:4-5 ).
Salah satu alasan mengapa Israel dibuang ke Babilonia adalah karena mereka tidak menaati Sabat dan terus mengekploitasi alam. Maka Tuhan membuang mereka ke babilonia supaya tanah boleh beristirahat.

d. Alasan ketiga mengapa ada hari Sabat adalah hari ini dikuduskan untuk memuliakan nama Tuhan. Hari ini dikhususkan untuk menyembah Tuhan dan mengakui bahwa Dia adalah pencipta, pemelihara hidup kita. Hari ini adalah hari ibadah.
Tuhan sendiri mengatakan bahwa hari Sabat adalah kudus dan manusia diundang untuk menikmati hari Kudus ini untuk bersekutu dengan Tuhan. Hari ini adalah hari yang penuh anugerah sebab manusia diundang untuk bergaul dengan Tuhan secara lebih khusus di hari khusus. Hari ini hari untuk memuji Tuhan, untuk beribadah, untuk memberikan persembahan kepada Tuhan Allah.

e. Hari Sabat adalah hari anugerah untuk kita bersekutu satu sama lain. Hari ini adalah hari dimana kita boleh saling bersekutu dengan sesama orang percaya. Dengan keluarga, dengan teman, dengan saudara seiman. Ini adalah hari anugerah dimana kita boleh menikmati satu perhentian dan menikmati persekutuan dengan sesama.
Maka di dalam hari Sabat ini, kita bisa menikmati, bertamasya dan juga bisa jalan-jalan bersama-sama dan menikmati kebersamaan. Hari ini bukan supaya manusia khusus di gereja, tetapi setelah pulang berbakti adalah bagi kita umat seiman untuk bersekutu dan menikmati kebersamaan dan sambil mengingat anugerah Tuhan.

f. Supaya manusia menikmati anugerah Tuhan. Menikmati pemeliharaanNya atas hidup. Menikmati berkatNya atas hidup. Menikmati segala pemberiannya. Hari ini adalah hari anugerah. Supaya manusia mengucap syukur atas segala pemberian Tuhan. Supaya manusia puas di dalam hidupnya dan bisa berkata Tuhan adalah gembalaku, aku tidak berkekurangan.

g. Belajar menggantungkan diri kepada Tuhan.
Dengan tidak bekerja pada hari Sabat sebenarnya kita juga sedang belajar pemeliharaan dari Tuhan Allah. Kita percaya bahwa Tuhan Allah memelihara hidup dan kecukupan hidup kita. Dalam hal ini kita belajar dari peristiwa bangsa Israel dimana mereka diberi makan manna oleh Tuhan Allah. Hal ini supaya bangsa Israel sadar bahwa hidup ini bukan dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Pada hari yang ketujuh mereka tidak mengambil manna karena pada hari yang keenam mereka sudah mengambil porsi untuk hari ketujuh. Dan mereka tetap cukup dan tidak berkurangan.
Mengapa kita harus menggantungkan diri kita kepada Tuhan ? Sebab kita tahu bahwa sebenarnya bahwa yang memberikan berkat adalah Tuhan Allah. Tuhan yang memberi kecukupan, Tuhan yang memberi kelimpahan, Tuhan yang memberikan kekayaan dan Tuhan yang memberikan juga kemiskinan. Tuhan yang berikan rejeki. Tangan Tuhanlah yang mengatur semuanya itu. Bahkan hidup kita bisa cukup adalah karena anugerah Tuhan semata-mata. Kita bisa berusaha karena anugerah Tuhan, kita bisa menikmati usaha adalah karena anugerah Tuhan, kita diberkati karena anugerah Tuhan. Dengan adanya Sabat maka manusia diajarkan untuk bergantung kepada Tuhan di dalam hidup sehari-hari.
Yesus sekali lagi berkata “Jangan kamu kuatir !”. “Burung udara dipelihara” “Bunga dipadang dihiasinya” “Kita lebih daripada mereka” “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kehendakNya” “Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan”

Orang Yahudi mengikuti Sabat penciptaan sedangkan orang Kristen ada Sabat penebusan. Apa maksudnya ?
Ketika Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi dan pada hari ketujuh Dia berhenti dan kemudian Dia memerintahkan manusia untuk mengikutiNya maka ini adalah Sabat penciptaan. Di dalam Sabat ini kita mengakui Tuhan sebagai pencipta dan pemelihara hidup kita ini. Ini yang dicatat di dalam Keluaran 20:
Filosofi Sabat penciptaan. Tuhan Allah bekerja selama 6 hari dan pada hari yang ketujuh Dia berhenti maka kita sebagai gambar dan rupa Allah bekerja 6 hari dan berhenti pada hati yang ketujuh.
Tetapi ada Sabat penebusan yaitu ketika Yesus Kristus bangkit dari orang mati pada hari paskah. Pada hari itu juga para pengikutNya mengubah hari Sabat hari ketujuh menjadi hari pertama yaitu Hari Tuhan. The Lord’s Days. Mengapa orang Kristen merayakan sabat pada hari minggu ? Karena Tuhan Yesus bangkit pada hari minggu. Yaitu hari pertama.
Filosofi di dalam Sabat penebusan adalah kita pertama kali diselamatkan dan sudah beristirahat di dalam Kristus. Kita sudah berada di dalam Tuhan. Baru kemudian kita diutus untuk bekerja di dunia ini. Kita sudah rest di dalam Tuhan. Jiwa kita yang menggembara sudah kembali kepada pemelihara jiwa kita. Dan baru kita bekerja melaksanakan misinya. Hari Sabat penebusan ini meneruskan hari Sabat penciptaan ke dalam pandangan yang lebih luas. Ini menggenapi Sabat penciptaan.
Selain Sabat penciptaan dan penebusan, Ada Sabat Eskatologi atau Sabat Akhir jaman. Apa maksud Sabat akhir jaman ? Sabat akhir jaman adalah yang dituliskan di dalam kitab Ibrani 4.
Untuk mengerti ini marilah kita mengerti arti Sabat di dalam keseluruhan kerangka Alkitab. Pada hari ketujuh Allah beristirahat di dalam hari berkat, hari istirahat dan kebaikan. Adam dan Hawa berbagian di dalam hal itu yaitu di dalam Taman yang Allah tetapkan bagi mereka.
Taman ini adalah taman yang penuh dengan bermacam pohon untuk dimakan dan sungai yang mengalir yang semuanya memberikan berkat kepada seluruh dunia. Disini manusia berbagian di dalam berkat dari relasi yang baik dengan Allah. Manusia bergaul karib dengan Allah. Tetapi manusia kehilangan bagian di dalam peristirahatan Allah ini ketika mereka memberontak melawan Allah dan dibuang dari taman. Mereka kehilangan sabat Allah. Mereka kehilangan peristirahatan dengan Allah. Mereka diusir keluar dari pintu sebelah timur dan malaikat Allah menjaga dengan pedang yang menyala-nyala.
Allah kemudian merencanakan untuk menyelamatkan manusia terutama melalui Abraham. Keturunan Abraham, bangsa Israel akan sekali lagi berbagian di dalam Sabat Allah ketika mereka berada di tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan. Yosua memimpin mereka masuk ke dalam tanah perjanjian melalui pintu sebelah timur yang dijaga dengan Mailaikat Allah. Ingat peristiwa Eden ? Di Tanah Kanaan adalah Tanah peristirahatan dari musuh dan disini ada berkat yang penuh dengan susu dan madu. Ini mengingatkan kepada Eden lagi. Mereka tidak lagi mengembara tetapi mempunyai rumah dan bisa beristirahat
Bahkan pada jaman Solomo adalah sesuai dengan namanya Shalom atau Damai maka Israel berada di dalam kedamaian. Mereka beristirahat dari musuh-musuhnya dan berada di dalam keadaan makmur. Tetapi bagaimanapun juga mereka kembali dikeluarkan dari tanah perjanjian karena pemberontakan mereka. Mereka kembali tidak menikmati peristirahatan Allah.
Ada tipologi mengenai Yosua dan Yesus. Tipologi adalah tipe. Jika Yosua sudah membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan untuk menikmati peristirahatan, ini melambangkan Yesus Kristus yang akan membawa kita umat pilihannya masuk ke dalam Yerusalem baru. Yosua membawa bangsa Israel masuk tanah kanaan. Yosua adalah artinya Yehovah menyelamatkan. Yesus yang adalah Yosua ( nama asli Yesus di dalam Ibrani ). Dia berperang dengan kuasa kegelapan di kayu salib dan membawa umatnya masuk ke dalam perhentian sabat. Umat Allah boleh beristirahat di dalam Allah dari segala pergumulan. Ingat bahwa ketika diusir dari Taman Eden manusia keluar dari pintu Timur dan dijaga oleh malaikat Tuhan dengan pedang menyala-nyala. Kemudian pada waktu Yosua membawa bangsa Israel masuk tanah Kanaan dengan peperangan untuk mereka memasuki tanah perjanjian melalui sebelah Timur dan bertemu dengan Malaikat Panglima balatentara Allah yang berjaga di pintu Timur. Mereka akhir masuk kembali ke tempat peristirahatan. Ini juga menyimbolkan ketika Tuhan Yesus masuk ke dalam ruang yang Maha Kudus, Yesus melewati Tirai yang dijahit bergambar malaikat. Tirai itu akhirnya terbelah dua ketika kematiannya yaitu peperangan rohani besar melawan iblis. Karena itu maka jalan masuk ke Hadirat Allah kembali dibuka. Peristirahatan dengan Allah kembali melalui Yesus Kristus.
Tipologi lainnya adalah Solomo dan Yesus. Salomo adalah raja yang membawa bangsa Israel beristirahat dari musuh-musuh sesuai dengan namanya shalom atau damai. Yesus Kristus yang adalah prince of peace, Raja Damai, akan membawa kita beristirahat dari peperangan rohani dan masuk ke dalam Sabat Allah.
Sabat yang akan kita nikmati di surga adalah perhentian dan persekutuan dengan Allah selama-lamanya. Dan Sabat yang kita nikmati di hari minggu adalah bayang-bayang saat itu. Sabat yang kita adakan untuk beribadah adalah melambangkan Sabat di surga nanti. Disana kita akan memuji Tuhan untuk selama-lamanya.

Aplikasi Sabat terhadap penderita Depresi
Marilah beribadah kepada Tuhan di hari Sabat ini
Di hari Minggu kita beribadah. Alkitab mengatakan bahwa janganlah kita menjauhkan dari pertemuan ibadah seperti yang dilakukan oleh beberapa orang. Tetapi marilah kita beribadah memuji dan mendengarkan Firman Tuhan. Jangan tidak beribadah. Di dalam hari Sabat ini, penderita Depresi harus beribadah kepada Tuhan dan menikmati anugerahNya.
ii. Marilah beristiharat di hari Sabat ini. Ini adalah hari berkat dan anugerah.
Di hari sabat ini penderita Depresi dapat menemukan perhentian. Istirahat akan memulihkan vitalitas kita di hari-hari lain. Sabat merupakan perhentian bukan berarti tidak boleh bekerja sama sekali tetapi hanya bekerja sesuatu yang merupakan pekerjaan belas kasihan ( work of mercy) dan pekerjaan yang mendesak ( work of necessity )
iii. Berhenti dan beristirahat di dalam Tuhan
Lebih jauh dari sekedar hari Minggu, Sabat secara rohani tidak terbatas pada hari minggu tetapi ketika jiwa orang percaya sudah beristirahat di dalam Tuhan Yesus.
iv. Setelah bersabat, Marilah bekerja bagi Tuhan
Setelah beristirahat di hari pertama, maka di hari kedua-ketujuh, kita diutus ke dunia ini untuk melakukan misi Tuhan. Kita menjalankan 2 mandat yaitu mandat Injil dan mandat budaya.
Di dalam menjalankan mandat budaya, Kembali kepada sikap hidup di dalam bekerja adalah pertama : jangan iri hati, jangan malas, jangan workalholic tetapi bekerja dan menikmati ketenangan dan hasil usaha.
Di dalam menjalankan mandat Injil, kita ingat amanat agung Tuhan kita untuk menjadikan semua bangsa murid Tuhan, dan mengajarkan mereka segala sesuatu yang Tuhan ajarkan.
Marilah menantikan Sabat di akhir jaman.
Ketika itu kita akan beristirahat bersama-sama dengan Allah selama-lamanya dan memuji Dia selama-lamanya
Seperti lagu Amazing Grace :

When we’ve been there, ten thousand years
Bright shining as the sun,
We’ve no less days, to sing God’s praise
Than when we’d first begin



Read More ....

Teologi Penderitaan dan Depresi

Teologi Penderitaan dan Depresi

“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah” ( 2 Korintus 1:3-5 )

Realita hidup mengajarkan bahwa hidup ini menderita. Orang Budhis mengatakan bahwa hidup ini penderitaan. Lahir menderita. Tua menderita. Sakit menderita dan mati menderita. Kenyataan memang berbicara bahwa hidup ini pahit. Hidup ini penuh dengan jerih lelah. Hidup ini penuh dengan peluh. Hidup ini penuh dengan kekerasan. Hidup manusia banyak mencucurkan air mata. Hidup ini adalah satu tragedi.
Siapa manusia yang dapat berkata hidup tidak menderita ? Siapa dapat berkata bahwa hidup ini tidak penuh dengan kepahitan ? Siapa diantara manusia yang dapat menyangkalnya ? Perhatikanlah kehidupan kita ini ! Bacalah koran dan berita di TV ! Lihatlah dengan mata ! Bukalah mata lebar-lebar ! Dengarlah dengan telinga ! Kondisi jiwa manusia modern mengalami kekuatiran, stress, depresi, kecemasan dan ketakutan. Jiwa manusia menjadi tidak tenang dan damai. Banyak kehidupan rumah tangga yang rusak. banyak anak-anak yang hidup tidak beres. Terjadi peperangan di dunia ini. Kemiskinan dimana-mana. Moral semakin merosot. Hidup menjadi tertekan. Angka bunuh diri meningkat. Orang yang mengalami depresi menjadi lebih banyak. Tingkat perceraian semakin tinggi. Kekosongan hidup semakin besar dalam hidup manusia. Kemiskinan merajalela dimana-mana. Penyakitpun banyak merongrong hidup manusia. Serangan kanker ada dimana-mana. Di dalam makanan kitapun sudah tidak aman. Inilah realita hidup ! Bila seseorang dapat menyangkal realita penderitaan hidup ini tetapi cobalah dia menyelidiki kedalaman hatinya ! Bila dia jujur maka dia harus mengakui bahwa dirinya sendiri menderita. Hati nurani walaupun sudah tercemar tetapi tidak dapat mengelabui bahwa ada realita penderitaan. Mau tidak mau kita harus mengakui bahwa Hidup ini tragedi. Hidup ini menderita.

Di dalam hidup yang menderita ini bagaimana orang Kristen memandang penderitaan ? Bagaimana perpektif orang Kristen terhadap penderitaan ?
Orang-orang modern menganggap penderitaan ini dengan kacamata penyelesaian. Orang modern yang rasionalis selalu memandang dunia ini dengan kacamata Subjek-Objek dimana diri sebagai subjek dan yang diluar diri sebagai objek. Pikiran ini berasal dari Rene Decartes. Filsafat rasionalisme Descartes terkenal dengan kata “I think therefore I am”. Artinya adalah karena saya berpikir maka saya ada. Apa implikasi pikiran rasionalisme ini ? Yang menjadi pusat keberadaan adalah saya. Saya yang besar I menjadi subjek untuk mengetahui segala sesuatu. Dan segala sesuatu di luar saya adalah objek.
Di dalam menghadapi masalah, orang modern menganggap masalah itu sebagai objek diluar diri saya. Objek masalah ini dianalisa, dicari penyebabnya, diteliti, dipahami, dimengerti naturnya dan dicari solusinya. Inilah cara orang modern mencari penyelesaian terhadap penderitaan. Ambil contoh ada penderitaan karena penyakit maka dicari penyebab penyakitnya dan dicari dan diselidiki obatnya di laboratorium. Ada penyakit SARS, dicari obatnya. Ada penyakit AIDS dicari obatnya. Contoh lain adanya penderitaan karena perang maka dicari penyebab perang dan dicari solusinya secara rasional. Contoh lain adalah adanya masalah di perusahaan maka dicari sumber masalahnya secara rasional dan diselesaikan masalahnya. Adanya krisis ekonomi dicari penyebabnya secara rasional dan diselesaikan masalahnya.
Orang modern mempunyai filsafat hidup problem-solving ( menyelesaikan masalah ). Manusia dianggap sebagai penyelesai masalah ( problem solver ) dan orang modern mempunyai anggapan bahwa manusia mampu ( capable ) untuk menyelesaikan masalah kehidupan ( dalam hal ini penderitaan ). Orang-orang modern mempunyai pandangan optimis terhadap kehidupan dan kepada kemampuan manusia untuk menghadapi hidup. Terutama orang modern optimis terhadap rasio manusia sebagai sumber kebenaran dan penyelesaian masalah. Tetapi ternyata orang-orang modern menemukan buntu di dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Ternyata masalah yang satu dihilangkan ada masalah lain. Masalah satu diselesaikan ada masalah lain datang. Setelah penyakit satu disembuhkan ada realita penderitaan yang lain. Setelah perang selesai masih ada penderitaan lain. Realitanya penderitaan tidak pernah hilang. Bahkan ketika menyelesaikan satu masalah ternyata mungkin juga menimbulkan masalah lain. Teknologi, Ilmu pengetahuan, ekonomi, hukum, etika, filsafat, agama tidak bisa menghilangkan realita penderitaan. Jadi realita mengatakan bahwa hidup itu memang menderita. Dengan cara problem solving ternyata tidak bisa menghilangkan penderitaan. Penderitaan itu exist ( ada ).
Orang-orang postmodern mempunyai pandangan lain terhadap penderitaan. Bagi mereka penderitaan ini sesuatu bagian di dalam hidup. Bagi mereka penderitaan itu bukan sesuatu Objek di luar yang bisa diselesaikan seperti pandangan orang modern. Bagi mereka penderitaan ini adalah alur atau alur dari hidup manusia. Penderitaan ini bagian dari hidup manusia. Penderitaan ini ada secara subjektif di dalam setiap pribadi. Yah inilah hidup ! Hidup yang dimana ketika kita menghidupinya, kita menghidupinya di dalam penderitaan. Jadi penderitaan adalah bagian hidup dan ada di dalam hidup yang tidak terpisahkan. Ketika banyak terjadi masalah, kekacauan di dalam hidup, perang, konflik, permusuhan, sakit penyakit maka inilah hidup manusia. Inilah realita. Maka orang-orang postmodern mempunyai pandangan yang pesimis terhadap kehidupan ini. Mereka sadar bahwa hidup ini menderita. Hidup ini berada di alur atau alur penderitaan. Alur hidup adalah menderita. Arah dan alur hidup ini ditentukan oleh alur penderitaan. Kita mengenal bahwa di dalam cerita narasi ada alur, karakter dan latar belakang. Hidup manusia juga seperti sebuah cerita narasi dimana ada alurnya. Alurnya ini adalah penderitaan. Benarkah pandangan orang postmodern bahwa hidup ini diatur oleh penderitaan. Benarkah pandangan mereka bahwa hidup ini diarahkan oleh penderitaan ?
Sebenarnya bila alur penderitaan menjadi alur hidup maka penderitaan ini mempunyai kuasa seperti Tuhan yang mengarahkan hidup. Musa berdoa di dalam Mazmur 90 yaitu supaya Tuhan membuatnya bersukacita seimbang dengan hari-hari Tuhan menindasnya. Sebab bila hidup hanya diatur oleh penderitaan maka penderitaan ini menjadi Tuhan.
Sekarang bagaimana orang Kristen memandang penderitaan ini ?
Pertama memang harus diakui bahwa manusia ini menderita karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa. Dunia ini sudah dikutuk. Dan manusia ada di dalam permusuhan dengan Allah, dengan sesama, dengan diri dan dengan alam. Karena itu penderitaan ada di dalam dunia ini.
Tetapi satu hal yang harus dipahami dan dimengerti. Penderitaan ini memang ada selama orang percaya hidup di dalam dunia maka penderitaan ini tidak harus menjadi alur atau alur yang membentuk hidup mereka. Penderitaan tidak harus bahkan jangan menjadi alur hidup yang mengarahkan hidup orang percaya. Mengapa ? Sebab Kristus datang untuk menebus penderitaan bagi Allah ! Kristus datang supaya manusia yang menderita alur hidupnya tidak dikuasai oleh penderitaan tetapi alur atau alur hidupnya diarahkan untuk Tuhan. Perempuan samaria mempunyai 5 suami dan alur hidupnya dipenuhi penderitaan. Dia sudah dihianati dan ditolak oleh banyak laki-laki dan bahkan banyak orang menghina dia sehingga dia harus pergi mengambil air siang-siang supaya tidak bertemu orang dipagi hari. Hidupnya pahit dan menderita. Tetapi ketika bertemu dengan Kristus, hidupnya berubah dan bahkan menjadi penginjil. Orang garasa alur hidupnya dikuasai oleh kuasa kegelapan sehingga dia berada di dalam kuasa iblis. Tetapi karena bertemu dengan Tuhan Yesus maka alur hidupnya menjadi berubah. Zakheus seorang pemungut cukai alur hidupnya dibenci masyarakat dan kesepian. Tetapi ketika ia bertemu dengan Kristus maka hidupnya berubah. Orang buta yang dicelikkan, orang lumpuh yang berjalan, satu orang kusta dari 10 yang tahir berubah alurnya karena Kristus. Kristus datang untuk mengubah alur hidup manusia yang menderita.
Jadi bagi orang percaya, penderitaan tidak menjadi alur yang mengatur hidup mereka ! Karena itu orang percaya harus menerobos realita penderitaan supaya penderitaan tidak menjadi alur hidup mereka.
Fanny Crosby seorang perempuan buta yang banyak menulis lagu hymne tidak dikuasai oleh alur kebutaannya. Dia dengan efektif menjadi penulis hymn bahkan sampai 9000 hymn diperkirakan ditulisnya dan hidupnya memuliakan Tuhan. Joni Earekson Tada yang menjadi lumpuh total tidak dikuasai oleh alur penderitaan kelumpuhannya bahkan menjadi berkat dengan hidupnya menjadi pembicara dan penulis buku. Ada buku baik yang ditulisnya yaitu adalah “when God weep” Ketika Allah meratap. William Cowper menderita penyakit mental seumur hidupnya dan penuh dengan depresi serta melankolik. Tetapi hidupnya tidak dikuasai alur penderitaannya bahkan hidupnya masih menjadi berkat ketika dia menghasilkan karya-karya hymn sebanyak 64 bagi Tuhan dan juga banyak karya sastra ,puisi yang ditulisnya.. John Bunyan yang menderita dipenjara karena Injil selama 3 kali masih terus menginjili karena penjara tidak menghalangi alur hidupnya. Rasul Paulus sendiri yang menderita kekurangan, penaniayaan, kelaparan, dll tidak menganggap itu semua menjadi alur yang menguasai hidupnya tetapi rencana Allah menjadi alur hidupnya.
Jadi bagi kita orang percaya, penderitaan bukan menjadi alur hidup kita karena bagi kita orang percaya ada kuasa penebusan di dalam Kristus yang bisa mengubah hidup manusia dan mengarahkan hidup manusia untuk Allah. Kristus datang supaya manusia memperoleh hidup bahkan hidup yang berkelimpahan. Roh Kudus juga diberikan untuk tinggal di dalam diri kita orang percaya. Roh Kudus menyucikan, menghiburkan, mengajar, menasihati dan memimpin hidup kita orang percaya. Karena itu penderitaan bukan menjadi sesuatu yang sangat menakutkan bagi orang percaya. Mengapa ? Bahkan ketika kita orang percaya menderita, penderitaan itu adalah karunia Tuhan untuk membentuk kerohanian kita.
Dengan penderitaan, Tuhan Allah membikin alurNya di dalam diri kita orang percaya bukan supaya kita dikuasai penderitaan tetapi supaya kita hidup sesuai dengan jalanNya yang indah. Karakter yang diperbaharui, hidup yang bergantung kepada Tuhan ini semua rencana Tuhan yang indah. Ini semua dialami oleh orang percaya. Pemazmur mengatakan bahwa “Sebelum aku tertindas aku menyimpang tetapi sekarang aku berpegang kepada janjiMu. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu.
Bagi orang percaya, kita semua hidup di dalam Alur Kerajaan Allah. Kerajaan Allah sudah datang dan Allah memerintah. Allah memerintah orang percaya ini sudah terjadi ( already ) walaupun belum terrealiasi secara penuh ( not yet ). Jadi orang percaya hidup di dalam atmosfir kerajaan Allah. Kata atmosfir ini kata yang indah. Kita hidup di dalam atmosfir kerajaan Allah. Dan di dalam atmosfir kerajaan Allah, segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. Di dalam atmosfir kerajaan Allah, Tuhan Allah berdaulat atas hidup manusia. Di dalam atmosfir kerajaan Allah, segala sesuatu indah pada waktunya.
Ada beberapa prinsip yang boleh menghibur kita orang percaya di dalam penderitaan.
Pertama kita sudah diselamatkan dari dosa yang merupakan masalah utama kehidupan manusia. Jadi kehidupan ini ada pengharapan karena pengampunan dosa. Kita sudah diselamatkan dan pemazmur mengatakan bahwa orang yang diampuni dosanya itu orang yang berbahagia dan diberkati.
Kedua kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi orang percaya yang mengasihiNya. Ini janji Tuhan. Dan kita percaya bahwa Tuhan Allah berdaulat dan setia pada janjiNya. Segala sesuatu akan indah pada waktunya.
Ketiga kita tahu bahwa penderitaan pada saat ini tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan di masa mendatang. Kita boleh berharap dan beriman bahwa satu saat penderitaan ini akan hilang dan di surga tidak ada lagi air mata dan tangisan. Ada salib tetapi ada kemuliaan.
Keempat, kita mempunyai Tuhan Allah yang menyertai umatNya bahkan ketika melewati lembah bayang-bayang maut. Penyertaan Tuhan adalah penghiburan terbesar bagi umat Tuhan.
Kelima, seluruh janji Tuhan berlaku bagi orang percaya yang menderita. Tuhan menguji kita tidak melebihi kekuatan bahkan memberikan jalan keluar. JanjiNya memberikan kekuatan.
Keenam Seluruh penderitaan ini tidak sia-sia tetapi ada maksudnya. Hidup di dalam Tuhan ada artinya.
Karena itu marilah kita merefleksi bersama ! Apakah penderitaan yang kita alami ? Depresikah ? Apakah Depresi ini menjadi alur atau alur dalam hidup kita ? Apakah sakit penyakit menjadi alur yang mengatur hidup kita ? Apakah kelemahan menjadi alur yang mengatur hidup kita ? Apakah kemalangan menjadi alur yang mengatur hidup kita ? Apakah dosa menjadi alur yang mengatur hidup kita ? Apakah kesalahan kita menjadi alur yang mengatur hidup kita ? Apakah masa lalu menjadi alur yang mengatur hidup kita ? Apakah lingkungan menjadi alur yang mengatur hidup kita ? Maukah hidup kita diikat oleh alur penderitaan atau maukah kita bebas dari alur penderitaan yang menguasai hidup kita ?
Maka datanglah kepada Tuhan Yesus Kristus yang sanggup mengubah alur hidup kita untuk beribadah kepada Tuhan Allah. Marilah kita hidup di dalam atmosfir Kerajaan Allah di dalam Kristus. Satu-satunya yang dapat merubah alur hidup manusia adalah Firman Tuhan.







LEAD ME TO CALVARY
( Jennie Evelyn Hussey, William J. Kirkpatrick )

King of my life, I crown Thee now
Thine shall the glory be
Lest I forget Thy thorn crowned brow
Lead me to Calvary

Ref :
Lest I forget Gethsemane
Lest I forget Thine agony
Lest I forget Thy love for me
Lead me to Calvary


Read More ....

Teologi Kenikmatan dan Depresi

Teologi Kenikmatan dan Depresi

“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” ( Maz 34:8 )

Banyak orang mencari bahagia di dalam dunia ini. Orang hidup mau senang, mau bahagia, mau sukacita. Manusia mencari ini pergi kemana-mana dan mencoba dengan banyak cara. Ada yang mencari dengan uang, dengan kedudukan, dengan nama yang terkenal, atau dengan status dalam masyarakat, atau dengan pasangan hidup, atau dengan agama, dengan pendidikan, dengan hikmat, dan masih banyak cara yang manusia cari. Aristoteles, seorang filsuf mengatakan bahwa tujuan hidup manusia adalah supaya bahagia. Manusia ingin mencari kepenuhan hidup. Hidup yang penuh dengan arti. Hidup yang penuh dengan warna. Hidup yang penuh kelimpahan. Hidup yang penuh dengan sukacita.

Marilah kita renungkan bahwa apa itu bahagia ? Bolehkah kita orang Kristen bahagia ? Bolehkah kita mencari sukacita ? Bolehkah orang percaya mengejar kebahagiaan ? Bolehkah tujuan hidup mencari bahagia ? Kedengarannya pertanyaan ini seperti duniawi dan sekular. Pertanyaan ini sepertinya seperti filsafat dunia yang mengajarkan untuk mengejar kebahagiaan. Berkesan egois, berpusat pada diri. Bukankah ajaran orang Kristen mengajarkan teologi salib ? Bukankah Tuhan Yesus mengatakan bahwa untuk mengikuti Dia maka kita harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Dia ? Alkitab juga mengajarkan bahwa bila kita mengikut Kristus sungguh-sungguh maka kita akan menderita aniaya. Jadi bolehkah orang percaya mencari sukacita di tengah dunia ini ? Realita di dalam dunia ini adalah adanya penderitaan. Ini realita yang kita sebagai manusia hadapi karena kita sudah jatuh di dalam dosa. Di dalam dosa adanya penderitaan, kesengsaraan, sakit penyakit, konflik, permusuhan, dan kematian. Dosa mengakibatkan kemalangan di dalam hidup manusia. Bolehkah di dalam dunia yang penuh penderitaan ini orang percaya mencari kebahagiaan ?
Apa itu bahagia ? Bolehkah kita mencari bahagia ? Apakah itu bahagia sejati ? Di mana kita dapat memperolehnya ? Westminster Conffesion of faith mengatakan bahwa tujuan utama hidup manusia adalah untuk memuliakan Tuhan dan menikmatiNya selama-lamaNya. John Piper menginterpretasikan dengan mengatakan tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Tuhan dengan bersama-sama menikmatiNya. Jadi panggilan hidup kita bukan hanya memuliakan Tuhan saja tetapi memuliakan Tuhan dengan bersama-sama menikmatiNya. Sebab memuliakan Tuhan itu menikmatiNya dan menikmati Tuhan adalah memuliakan nama Tuhan.
Tuhan adalah sumber sukacita. Alkitab juga mengajarkan “Bergembiralah di dalam Tuhan maka Ia akan memberikan apa yang diinginkan hatimu” ( Maz 37 ). Paulus menulis dalam suratnya di Filipi dan mengatakan “Bersukacitalah senantiasa”. Kondisi Paulus ketika menulis surat adalah di penjara namun isi suratnya berisi sukacita yang tidak terlukiskan. Dalam hal ini berarti Alkitab juga mengajarkan supaya anak-anak Tuhan bersukacita. Sukacita sejati hanya ada di dalam Tuhan. Jadi bolehkah kita orang percaya bersukacita ? Jawabannya adalah boleh. Namun bagaimana dengan teologi salib yang mengajarkan bahwa orang percaya harus memikul salib ? Bukankah memikul salib itu suatu dukacita ? Bukankah memikul salib itu sesuatu yang berat ?
Ingatlah satu hal para pembaca yaitu bahwa tujuan dari memikul salib itu adalah mahkota. Tujuan dari memikul salib adalah kemuliaan. Setelah orang percaya memikul salib maka ada sukacita yang jauh melampaui penderitaan ini. Alkitab mengajarkan bahwa penderitaan di dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan yang akan kita terima di masa yang akan datang. ( Rom 8:28-36 ).
Jadi ketika kita memikul salib itu sebenarnya kita akan meraih kebahagian di masa akan datang. Dengan menyangkal diri dan memikul salib dan mengikut Tuhan Yesus maka kita akan bahagia. Kedengarannya hal ini sepertinya aneh bukan ? Tetapi justru di dalam memikul salib ini sebenarnya kita bahagia. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan. Bila kita memahami bahwa sebenarnya memikul salib itu adalah mengasihi Tuhan kita maka kita akan merasakan ringan. Perintah Tuhan itu menjadi tidak berat. Tuhan memberikan kekuatan untuk melakukannya dan bahkan kita bersukacita di dalam melakukannya. Paulus sendiri di dalam jerih payahnya mengalami sukacita dari surga di dalam hatinya.
Maka itu marilah kita bersukacita di dalam Tuhan. Sukacita yang mengalir dari hati itu akan keluar dengan memuji Tuhan. Sukacita kepada Tuhan diekspresikan dalam pujian kepada Tuhan. Mulut kita mengatakan apa yang ada di dalam hati kita. Memuji Tuhan itu indah ! Ini sukacita. Bagaimana supaya kita makin bersukacita di dalam Tuhan ? Salah satu kunci sukacita dalam Tuhan adalah dengan mengucap syukur. Mengucap syukur adalah berarti menerima kebaikan Tuhan, menikmatiNya dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan. Hitunglah berkat-berkat Tuhan di dalam setiap hari dan setiap peristiwa dan ucapkanlah syukur. Puji Tuhan buat semua hal baik hal yang baik atau hal yang buruk. Semua ini mendatangkan sukacita. Bagaimana juga supaya kita makin bersukacita di dalam Tuhan ? Kunci yang lain adalah dengan ketaatan. Dengan ketaatan kita kepada Tuhan dan FirmanNya maka akan mendatangkan sukacita dan damai sejahtera yang Tuhan berikan. Karena itu marilah kita menaati Firman Tuhan. Setelah orang percaya menerima Kristus dan hidup baru di dalam status dan natur yang baru maka hukum Tuhan itu bukan lagi menghukum. Tetapi sebaliknya Firman Tuhan menjadi sesuatu yang dikasihi orang percaya. Dan bahkan Tuhan sendiri memberikan kekuatan kepada orang percaya untuk melakukan Firman Tuhan. Ketika kita menaatinya maka kita akan bersukacita.
Hidup untuk Tuhan adalah cara mendapatkan mendapatkan bahagia sejati. Persekutuan dengan Allah mengakibatkan kebahagian sejati. Orang yang berbahagia adalah orang yang mengasihi Tuhan dan mengikuti perintahNya. Maukah saudara/i mendapatkan bahagia sejati ? Maukah saudara/i mendapatkan pemenuhan sejati seperti janji Tuhan Yesus bahwa Ia datang untuk memberikan hidup yang kelimpahan ? Maukah saudara/i bisa mengatakan “Aku puas” dalam hidupmu ? Datanglah kepada Tuhan kita sumber air hidup dan niscaya jiwamu akan dipuaskan ! Marilah datang kepada Tuhan dan merasakan anugerahNya.
“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” ( Maz 34:8 )
Kita mengerti bahwa mengecap adalah lidah kita merasakan rasanya sesuatu. Melihat adalah mata kita menangkap cahaya dari satu objek yang diamati. Semua ini adalah inderawi kita. Inderawi kita adalah indera untuk menangkap dunia eksternal ini. Inderawi kita adalah untuk merasakan dunia eksternal ini. Inderawi kita adalah untuk bersentuhan dengan realitas ini.
Namun satu hal yang menarik dikatakan bahwa kecap dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu. Disini alat untuk mengecap dan melihat pasti bukan sedekar jasmani. Namun alat untuk mengecap dan melihat adalah secara rohani. Ini berarti iman kita diperlukan supaya kita dapat mengecap kebaikan Tuhan dan melihat kebaikan Tuhan. Iman berkaitan dengan pengalaman. Iman berkaitan dengan melihat sesuatu yang tidak kita lihat dengan mata jasmani. Iman berkaitan dengan realitas rohani.
Di dalam ayat ini dikatakan bahwa kita diminta untuk mengecap dan melihat kebaikan Tuhan. Ini adalah perintah. Perintah untuk menikmati Tuhan. Marilah kita rasakan dan nikmati bahwa Tuhan itu baik adanya. Pemazmur mengatakan bahwa kasih setia Tuhan lebih baik daripada hidup. Tuhan adalah bagianku. Dan satu hal yang paling mengesankan adalah Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setianya. Kasih setia Tuhan atau biasa disebut dengan hesed adalah kasih Tuhan terhadap umat perjanjianNya. Tuhan adalah Tuhan perjanjian yang setia dengan umat perjanjianNya.
Tuhan itu baik. Tuhan itu setia. Tuhan itu kasih. Tuhan itu bijaksana. Kita harus menikmati semuanya ini. Kita harus menikmati anugerah Tuhan.
Aplikasi bagi bahagia, bersukacita, menikmati hidup dengan Depresi yaitu orang yang mengalami Depresi harus belajar untuk menikmati Tuhan. Kita dapat menikmati Tuhan di dalam doa, persekutuan denganNya dan di dalam FirmanNya. Tetapi kita juga dapat menikmati Tuhan di dalam alam semesta. Alam semesta ini diciptakan untuk kemuliaan nama Tuhan dan juga untuk dinikmati manusia. Ini hal yang sejalan dan bukan bertentangan. Kita dapat menikmati Tuhan di dalam alam semesta dan menikmati Tuhan di dalam memuliakanNya adalah panggilan hidup kita.
Dengan berfokus pada menikmati Tuhan dan anugerahNya maka penderita Depresi akan keluar dari fokus kepada depresi dan masalah. Sebaliknya Penderita Depresi akan mengalami sukacita karena Tuhan itu sumber sukacita dan memberikan sukacita dan damai sejahtera.

This is My Father’s World
( Maltbie D. Babcock, 1901, TERRA BEATA )

This is my Father’s world, and to my listning ears
All nature sings, and round me sings
The music of the spheres
This is my Father’s world : I rest me in the thought
Of rocks and trees, of skies and seas;His hand the wonders wrought


Read More ....

Teologi Penciptaan dan Depresi

Teologi Penciptaan dan Depresi
Jeffrey Lim

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. ( Kej :1-5 )

Ketika Allah berfirman di dalam Kej 1:1-5 maka ada beberapa hal yang terjadi di dalam ciptaan yaitu
Sesuatu yang formless dan disorder dan disharmony -> Menjadi form and order dan harmony
Sesuatu yang empty -> Menjadi filled and content
Sesuatu yang darkness -> Menjadi terang
Ini adalah kuasa kreatif Firman Allah melalui RohNya yang kudus. Allah berfirman maka ada kuasa kreatif yang menciptakan. Firman Allah ini sungguh dasyat dan berkuasa. Alkitab menuliskan “Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan” ( Maz 62 ). Intinya Firman Allah itu berkuasa dan bersifat menciptakan.
Lalu apa kaitan kuasa Firman dengan penciptaan dan Depresi ?



Jiwa manusia yang depresi perlu Firman Allah yang menciptakan kembali. Seperti di dalam penciptaan dan kreatifitas dari Firman maka manusia perlu mengalami penciptaan baru di dalam hidupnya. Firman Allah itu berkuasa dan sanggup merubah hidup manusia yang formless dan disorder dan disharmony menjadi form and order dan harmony . Dari sesuatu yang empty menjadi filled dan content. Dari yang darkness menjadi light. Ini kuasa dari Firman Tuhan.
Firman Tuhan ini bisa dibedakan menjadi beberapa bentuk :
Firman Tuhan yang diucapkan
Firman Tuhan yang menjadi daging yaitu Yesus Kristus
Firman Tuhan yang dituliskan
Firman Tuhan pada penciptaan adalah Firman Tuhan yang diucapkan Allah. Semua ini ditulis di dalam Firman yang tertulis. Namun bukan berarti Firman yang tertulis lebih rendah kuasa dan nilainya dari Firman yang diucapkan. Firman yang tertulis ini juga adalah sesuatu yang dinafaskan Allah ( 2 Tim 3:16). Alkitab sebagai Firman Allah adalah hasil pekerjaan Roh Kudus. Alkitab berkuasa mengubah hidup manusia. Firman Allah di dalam Alkitab mempunyai kuasa kreatif yang mengubahkan.
Hidup manusia yang Depresi sering kali ada beberapa hal tidak harmonis, tidak disiplin, tidak teratur, kosong, dan ada di dalam kegelapan jiwa. Karena itu diperlukan Firman Allah untuk mengubah semua itu.
Puji Tuhan bahwa Firman Tuhan adalah berkuasa dan bersifat menciptakan. Firman Tuhan sanggup mengubah hati, membersihkan hati, mengarahkan, meneguhkan, menghiburkan, menyembuhkan, memberi pengharapan, menumbuhkan iman, memberikan kekuatan, mencerahkan, membuat bijaksana, menyukakan hati, dll. Di dalam Firman Tuhan ada sifat penciptaan dan kalau kita pelajari bahwa penebusan manusia adalah penciptaan manusia kembali.
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” ( 2Kor 5:17)
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Ef 2:10)
Marilah renungkan Firman Tuhan yang sanggup mengubah hidup yang tidak teratur, tidak disiplin, kacau, tidak harmonis, kosong dan gelap menjadi hidup yang berkelimpahan.

Jeffrey Lim
8 Nov 2007





Read More ....

Thursday, November 01, 2007

Puisi kasih di dalam Kidung Agung 4

Puisi kasih di dalam Kidung Agung 4
Jeffrey Lim

Pengantar

Kalau kita menanyakan kitab apakah yang paling sulit diterima banyak orang sebagai kitab yang rohani di dalam Alkitab ? Mungkin secara umum orang menjawab : Pengkotbah dan Kidung Agung. Pengkotbah sekilas pesannya seperti mengajarkan pesimisme dan nihilisme walaupun sesungguhnya sama sekali bukan demikian. Sedangkah Kidung Agung dianggap sebagai kitab yang melukiskan hubungan kasih dan seksual yang mungkin terkesan kurang rohani bagi sebagian orang. Tetapi sesungguhnya kalau kita sungguh-sungguh menyelidiki bahwa orang Yahudi memandang kitab ini sebagai kitab yang sakral bahkan lagu dari segala lagu. Kidung Agung merupakan ruang yang maha kudus karena kitab ini melukiskan selain hubungan perjanjian di antara suami dan istri juga adalah melukiskan hubungan Allah dengan umatNya dan Kristus engan jemaat.

Pertama-tama kitab Kidung Agung membuat kita merenungkan apakah sesuatu yang bersifat intim dan seksual itu sesuatu yang berdosa ? Kemudian apakah seks itu berdosa ? Apakah berbicara mengenai seks itu tidak rohani ?
Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus melihat bahwa kalau sesuatu itu di dalam prosedur yang benar sesuai dengan Firman Tuhan adalah tidak apa-apa. Sesuatu yang bersifat intim dan seksual itu hanya diperbolehkan di dalam pernikahan. Kitab Kejadian 2 sudah memberikan dasar untuk hubungan suami-istri. Allah sendiri mengatakan bahwa tidak baik manusia seorang diri maka Allah menciptakan penolong yang sepadan bagi Adam. Kemudian Alkitab mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan akan bersatu dan meninggalkan ayah dan ibunya. Ini satu pengajaran bahwa bila kedua pasang laki-laki dan perempuan menikah maka mereka harus mandiri dan tidak bergantung lagi kepada orang tuanya. Mereka sudah membentuk keluarga yang baru dimana orang tua tidak boleh mengganggu keluarga baru ini. Mereka berpisah dengan orang tua mereka.
Ketika Hawa diberikan kepada Adam maka Adam pun berpuisi memuji Hawa. Sesuatu pujian di antara suami dan istri adalah satu sikap yang saling menghargai dan bersyukur buat anugerah yang Tuhan berikan kepada mereka. Amsal mengatakan “Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.” (Amsal 19:14). Mendapatkan isteri adalah anugerah Tuhan. Amsal juga memberikan pujian kepada isteri yang cakap. “Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.” (Amsal 31:10). Nilai seorang isteri adalah lebih daripada permata.
Laki-laki dan perempuan yang menikah akan bersatu dan keduanya akan menjadi satu keluarga, satu visi dan satu daging. Ini melukiskan adanya kesatuan di dalam pernikahan. Hubungan dua menjadi satu adalah hubungan yang paling intim di mana ini dianalogikan dengan hubungan diantara pribadi Allah Tritunggal dan juga hubungan Kristus dengan jemaat. Hubungan kovenan antara Allah dan umatNya dilukiskan dengan hubungan pernikahan.
Alkitab mengajarkan bahwa di dalam Kej 4 dituliskan “Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."” (Kej 4:1). Kata bersetubuh adalah kata yang diterjemahakan oleh LAI dan kata itu artinya tepat terjemahannya namun di dalam bahasa asli lebih jelas bahwa kata yang digunakan adalah “yada” yang artinya mengenal. Ini melukiskan bahwa di dalam hubungan suami istri ada saling mengenal dan saling telanjang satu sama lain baik secara fisik maupun secara pikiran dimana mereka saling mengenal.
Kesimpulan dari pemaparan Firman Tuhan ini adalah bahwa hubungan intim di antara laki-laki dan perempuan adalah tidak berdosa bahkan suci di dalam pernikahan. Tetapi ada pandangan filsafat kafir yang mengajarkan bahwa seksualitas itu sesuatu yang berdosa. Ini juga pandangan yang dianut oleh Bapak Gereja Agustinus dimana dia pada masa mudanya banyak hidup tidak beres di dalam hal seksualitas. Namun sebenarnya Alkitab mengajarkan bahwa seks itu suci di dalam pernikahan.
Kemudian timbul pertanyaan bahwa apakah berbicara mengenai seks itu kurang rohani ? Kalau kita selidiki bahwa di dalam dunia sekarang salah satu hal yang paling digemari manusia berdosa adalah hal-hal yang berbau seksualitas. Di dalam majalah remaja, majalah wanita, majalah pria, film-film, holywood semua mengekspos hal-hal yang berbau seksualitas. Bahkan majalah-majalah banyak menawarkan tip-tip bagaimana supaya bisa berhubungan seks dengan lebih memuaskan. Budaya dunia kita yang berdosa ini sering berbicara mengenai seks secara pemuasan nafsu. Nafsu ( lust ) adalah sesuatu yang berdosa dan literatur seksual yang mengekpos nafsu adalah tidak rohani. Tetapi bagaimana dengan kitab Kidung Agung yang sepertinya membicarakan hal-hal seksualitas ? Apakah ini tidak rohani ?
Satu hal yaitu jika kitab ini tidak rohani maka kitab ini tidak akan dimasukkan ke dalam kanon perjanjian lama oleh orang Yahudi. Tetapi orang Yahudi sendiri mengakui bahwa kitab ini adalah kitab yang suci. Kitab Kidung Agung adalah buku yang suci dimana sebenarnya di dalam kidung agung adalah dijelaskan hubungan seksual dengan prinsip-prinsip yang seharusnya. Alkitab begitu terbuka dengan transparan memaparkan hal-hal seksualitas. Tetapi hal ini bukan untuk mengumbar nafsu namun untuk melukiskan keindahan seksualitas yang suci adanya di dalam hubungan suami istri. Ini adalah natural alamiah yang Tuhan sudah ciptakan. Tuhan Allah bahkan memberikan tempat untuk membicarakan hal-hal seksualitas dengan prinsip yang benar.

Dan sekarang marilah kita masuk untuk memaparkan prinsip-prinsip pernikahan di dalam kitab Kidung Agung 4 ini !

Mempelai laki-laki memuji mempelai perempuan

Lihatlah, cantik engkau, manisku,
sungguh cantik engkau!

Di dalam hal ini pengantin laki-laki memuji pengantin perempuan. Pujian ini adalah pujian yang tulus dari dalam hatinya. Ini bukan bicara sembarangan untuk menyenangkan hati sang mempelai perempuan belaka. Ini adalah satu penghargaan dari pengantin laki-laki terhadap pengantin perempuan. Pengantin laki-laki bersyukur dan menikmati keberadaan pengantin perempuan dan menemukan arti yang indah di dalam diri pengantin perempuan. Ini baik keindahan secara fisik maupun keindahan secara rohani. Prinsip Alkitab secara keseluruhan memandang keindahan di dalam diri perempuan terutama adalah karakter dan rohaninya. Amsal mengajarkan bahwa “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. “ (Amsal 31:30).

Pengantin laki-laki melanjutkan memuji keindahan pengantin perempuan di dalam ayat-ayat berikutnya :

Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu.
Rambutmu bagaikan kawanan kambing
yang bergelombang turun
dari pegunungan Gilead.
Gigimu bagaikan kawanan domba
yang baru saja dicukur,
yang keluar dari tempat pembasuhan,
yang beranak kembar semuanya,
yang tak beranak tak ada.
Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,
dan elok mulutmu.
Bagaikan belahan buah delima pelipismu
di balik telekungmu.

Di bagian ini pengantin laki-laki melukiskan wajah pengantin perempuan di dalam puisi yang indah. Rambut bagaikan kawanan kambing yang bergelombang berarti rambut perempuan itu panjang dan seperti bulu kambing yang lembut ini membuat pengantin laki-laki ingin membelai rambut itu.

Lehermu seperti menara Daud,
dibangun untuk menyimpan senjata.
Seribu perisai tergantung padanya
Dan gada para pahlawan semuanya.

Pada bagian ini nuansa yang bersifat feminin berganti menjadi nuansa yang bersifat maskulin. Leher gadis yang indah koq dilukiskan dengan menara. Ini mengajarkan bahwa gadis ini bukan gadis yang biasa tetapi seseorang yang mempunyai prinsip. Bahkan gadis ini adalah gadis yang mandiri. Dia sebenarnya seorang yang bisa menghidupi dirinya sendiri dan bukan seorang yang menumpang hidup pada laki-lakinya. Dan kalau gadis ini hendak menikah dengan sang laki-laki adalah bukan karena sekedar berlindung karena gadis ini adalah gadis yang mandiri. Gadis ini menikah karena mengasihi sang lakinya. Kasih lah yang mendasari pernikahan mereka. Bukan ekonomi ataupun kebergantungan.

Seperti dua anak rusa buah dadamu,
seperti anak kembar kijang
yang tengah makan rumput di
tengah-tengah bunga bakung.
Sebelum angin senja berembus
dan bayang-bayang menghilang,
aku ingin pergi ke gunung mur
dan ke bukit kemenyan.
Kali ini masuk ke pelukisan yang mungkin kedengarannya seperti hal yang kurang rohani. Melukiskan buah dada dimana sang laki-laki ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan. Sebenarnya Alkitab melukiskan hal ini dengan sangat halus dan sangat sopan. Satu hal yang kita ketahui bahwa buah dada seorang wanita adalah sesuatu yang dimana seorang laki-laki yang menjadi suami akan senang untuk membelainya. Hal ini kedengarannya seperti kotor bagi beberapa telinga. Tetapi ini adalah sejujurnya dan adalah natur yang Allah sudah ciptakan pada laki-laki. Namun hal ini hanya boleh ada di dalam pernikahan suci yang Tuhan tetapkan.

Engkau cantik sekali, manisku,
tak ada cacat cela padamu.
Turunlah kepadaku dari gunung
Libanon, pengantinku,
datanglah kepadaku dari gunung Libanon,
turunlah dari puncak Amana,
dari puncak Senir dan Hermon,
dari liang-liang singa,
dari pegunungan tempat macan tutul!

Pengantin laki-laki disaat ini mengajak pengantin perempuan untuk mendekat kepadanya. Ini bukan sesuatu pemaksaan. Pernikahan adalah bukan pemaksaan tetapi kerelaan kedua belah pihak. Pengantin laki-laki memuji pengantin perempuan dan dengan hal yang gentle dan aman mengajak pengantin perempuan untuk lebih intim.

Engkau mendebarkan hatiku,
dinda, pengantinku,
engkau mendebarkan hati dengan
satu kejapan mata,
dengan seuntai kalung
dari perhiasan lehermu.
Betapa nikmat kasihmu, dinda,
pengantinku!
Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur,
dan lebih harum bau minyakmu
dari pada segala macam rempah.
Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku,
madu dan susu ada di bawah lidahmu,
dan bau pakaianmu
seperti bau gunung Libanon.

Selanjutnya di bagian ini adalah dimana pengantin laki-laki melanjutkan mengutarakan isi hatinya. Pengantin laki-laki mengatakan bahwa kasih mempelai perempuan adalah lebih nikmat dari pada anggur. Sulit sekali bagaimana melukiskan dengan kata-kata bagaimana pengantin laki-laki sangat berdebar-debar dan menikmati semua keindahan anugerah yang Tuhan berikan di dalam pengantin perempuan. Bahkan bibir meneteskan madu ini sesuatu yang manis yang tentunya menjelaskan kecupan. Rasanya lebih jelas membaca langsung dari puisi ini daripada sekedar dijelaskan.

Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau,
kebun tertutup dan mata air termeterai.
Tunas-tunasmu merupakan kebun
pohon-pohon delima
dengan buah-buahnya yang lezat,
bunga pacar dan narwastu,
narwastu dan kunyit, tebu dan kayu manis
dengan segala macam pohon kemenyan,
mur dan gaharu,
beserta pelbagai rempah yang terpilih.
O, mata air di kebun,
sumber air hidup,
yang mengalir dari gunung Libanon! –

Pada bagian ini, pengantin laki-laki memuji keperawanan pengantin perempuan yang dilukiskan dengan kebun yang tertutup dan mata air yang termeterai yang tidak dibuka dan tercurah pada orang lain. Keperawanan adalah sesuatu yang sangat penting di dalam pernikahan. Keperawanan hanya boleh diberikan kepada orang yang menjadi pasangan hidup. Demikian juga keperjakaan.
Di dalam dunia yang banyak dosa ini, apalagi kalau melihat konteks amerika, keperawanan dan keperjakaan mulai merupakan hal yang langka. Budaya berdosa di amerika mengajarkan bahwa bila seseorang berumur 19 tahun dan masih perawan ini sesuatu yang memalukan karena tidak laku. Tetapi betapa terbaliknya konsep dunia yang berdosa ini. Keperawanan dan keperjakaan adalaah sesuatu yang harus dijunjung tinggi karena ini adalah kesucian hidup.

Kedua mempelai saling menyapa

Bangunlah, hai angin utara, dan
marilah, hai angin selatan,
bertiuplah dalam kebunku,
supaya semerbaklah
bau rempah-rempahnya!
Semoga kekasihku datang ke kebunnya
dan makan buah-buahnya yang lezat. ( Kid 4:1-16)

Pada saat ini adalah bagian dialog dari pengantin perempuan dimana dia sendiri dengan rela hati membuka dirinya untuk berhubungan intim dan dalam. Pengantin perempuan rela karena dia sadar kekasihnya adalah orang yang dikasihinya yang adalah suaminya. Ini bukan pemaksaan. Tetapi kerelaan karena orang yang dikasihinya.

Kesimpulan
Dari kitab Kidung Agung pasal 4 ini, kita dapat belajar banyak hal mengenai seksualitas :
Seksualitas itu hal yang suci dan tidak berdosa
Berbicara mengenai seksualitas Alkitab memberikan tempatnya
Seksualitas hanya boleh di dalam pernikahan
Adanya relasi yang saling menghargai di antara laki-laki dan perempuan
Hubungan intim antara suami dan istri demikian terbuka dan suci
Hubungan intim ini didasari oleh kasih
Hubungan intim ini bukan didasari oleh pemaksaan dan tetapi kerelaan karena kasih


Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Jakarta, 23 Oktober 2007
Di saat merenungkan dan merefleksikan dari kotbah chapel
:) Bukan Sharing Pribadi :) Tapi hasil refleksi imaginasi :)


Read More ....

LIMPINGEN BLOG